KABIT PTKP HMI Cab. Parepare, Ibrahim : Mengecam Kanaikan BBM & Tindakan Refresif Aparat Terhadap Kader HMI.

Berita, Coga Nasional198 Dilihat

Coganews.Co.Id | Parepare – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Parepare menggelar aksi Demonstrasi menolak kenaikan BBM, Senin 5 September 2022 di tiga titik yakni depan Kampus IAIN Parepare, Pertamina Depok dan Halaman DPRD Kota Parepare sebagai bentuk tanggung jawab kader HmI terhadap kemaslahatan rakyat Indonesia.

Keputusan pemerintah menaikkan BBM di nilai Kader HMI berdampak buruk terhadap Ekonomi masyarakat Indonesia.

“kenaikan harga BBM merupakan suatu penghianatan pemerintah terhadap seluruh masyarkat Indonesia, sebab akan sangat berdampak buruk pada sistem perekonomian indonesia” ujar Ibrahim Kabit PTKP HMI Cab. Parepare

Ibrahim juga menyatakan dampak lain dari kenaikan BBM adalah terjadinya inflasi.

“Hal yang paling mengerikan sebagai dampak kenaikan harga BBM bersubsidi yakni
ancaman akan terjadinya inflasi yaitu suatu kondisi di mana terjadi kenaikan harga barang
dan jasa secara umum yang terjadi secara terus menerus dalam waktu jangka panjang”. Tutur Ibrahim yg juga didaulat sebagai Korlap dalam aksi demonstrasi menolak kenaikan BBM.

Lebih lanjut Ibrahim mengurai bahwa inflasi yang terjadi di Indonesia akan terus bertambah apa lagi dengan keputusan pemerintah menaikkan BBM

READ  Tekan inflasi Pemkab Gencarkan Program Operasi Pasar

“Perlu diketahui bahwa inflasi yang
dialami oleh Indonesia saat ini nyaris menyentuh angka 5% dan kalaupun harga BBM
bersubsidi tidak mengalami kenaikan maka inflasi diprediksikan akan tetap bergerak
menyentuh angka 6% pada akhir tahun 2022, sehingga dengan kenaikan BBM ini semakin akan menambah lajuh inflasi, Sebagai contoh, dijelaskan bahwa jika terjadi kenaikan harga Pertalite dari Rp. 7.650/liter
menjadi Rp. 10.000/liter atau naik sekitar 30% maka inflasi akan naik 3,6%, di mana setiap
kenaikan 10% BBM bersubsidi, inflasi bertambah 1,2%.” ucapan Ibrahim

Aksi Demonstrasi menolak kenaikan BBM berjalan dengan Damai, salain itu tuntutan peserta aksi di terima dan akan ditindak lanjuti, hal ini di tandai penanda tanganan MOU oleh Anggota DPRD Kota Parepare yang di buat pengurus HMI Cab. Parepare.

“pihak DPRD kemudian menyatakan sikap, akan siap mengawal dan menyapaikan tutuntan kami di pemerintah pusat dengan jangka waktu maksimal 3x 24 jam.” Tutur Kaharuddin Kadir Salah satu Anggota DPRD Kota Parepare

READ  Kegiatan Capacity Building PKH Sumsel dari tanggal 8- 11 Januari 2023

Aksi Demonstrasi yg di gelar HMI Cabang Parepare juga mengecam tindakan Refresif yang dilakukan oleh oknum Aparat Kepolisian terhadap Kader-kader HMI dalam menolak kenaikan harga BBM.

“Poin tuntutan kami juga yakni perihal tindakan refresif dari aparat kepolisian terhadap kader-kader HMI di cabang-cabang se-indonesia. maka HMI mendesak kaporles Parepare agar segera memberikan tanggapan kepada pihak aparatur agar tidak bertindak peremanisme” tutur Ibrahim dalam orasinya.

Ibrahim juga menegaskan akan kembali mengeluarkan Aksi susulan dengan tuntutan yang di depan Polres Parepare.

“Pihak Kapolres tidak memberikan kepastian kepada peserta aksi dengan tidak mau menandatangani surat MOU yang telah Kami buat, Karena itu Kami akan turun kembali melakukan aksi demonstrasi Besok Insya Allah pada jam yang sama di depan POLRES kota parepare dengan tutuntan tindakan refresif aparat terhadap kader-kader HMI.” Tegas Ibrahim dalam Orasinya yg juga Ketua Bidang Kader IPMAL Cab. Parepare.(R.I.S)