oleh

Kanda Prof. Dr. Azyumardi Azra di mata saya

Oleh. H. Azkar Badri

Bismillahirrahmanirrahiim

Coganews.Co.id | Tengrang-Awal saya mengenal sosok Azyumardi Azra ketika saya masuk Sekretariat HMI ( Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Ciputat tahun 1979. Sekretariat HMI Cabang Ciputat sa’at itu menjadi tempat penampungan calon mahasiswa UIN (dulu IAIN) sementara.

Saya salah satu penghuni sekretariat ini rada agak lama, lantaran datang lebih duluan. Maka sudah tentu saya cukup cepat beradaptasi dengan para senior dan aktivis kampus serta senior lain sebagai insan akademis. Ketua HMI Cabang Ciputat waktu itu Kurniawan Zulkarnain. Panggilan akrabnya Mas Kur.

Azyumardi salah satu tokoh atau senior kampus waktu itu. Kemana-mana dia berjalan tak lepas dengan Map di tangannya yang berisi buku, yang harus dibaca dalam kesempatan dimanapun.

Suatu ketika dia ngantar saya mendaftar sebagai calon mahasiswa di sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru di loket pendaftaran. Dialah yang memandu saya. Maklum saya mantan Bopung (Bocah Kampung) gagap administrasi di tempat pendaftaran.
Setelah selesai dan sambil berjalan di kampus. Muncul pertanyaannya. “Ente biasa baca koran atau majalah apa waktu di daerah ?. Lantas saya jawab Majalah Kiblat, karena paman saya H. Abdul Hamid Masri termasuk tokoh Muhammadiyah di lubuk Linggau sering berlangganan majalah tersebut”. Dan waktu itu Azyumardi dan temannya Iqbal Abdurrauf Saimima (sudah lama mendahuluinya) telah aktif di majalah Panjimas (Panji Masyarakat milik Buya Hamka yang diteruskan oleh Rusdi Hamka). Begitulah cara awal dia menijeksi ruh kampus, ruh intelektual.

Begitu juga ketika dia Ketua Cabang menggantikan Kurniawan Zulkarnain. Di Situkuru, waktu pembangunan Aulia Asrama HMI. Sambil nunggu tukang kerja (Saya ditunjuk sebagai ketua Pembangunan). Saya baca buku. Eh tiba-tiba dia datang. Muncul lagi pertanyaan menggelitik. “Kar ente baca buku apa. Lantas saya jawab buku Pemikiran Islam. Langsung dia timpali, jangan baca buku orang terus. Tapi kapan buku anda dibaca orang.” Ini caranya untuk memecut semangat intelektual yang mau tidak mau membuat karya intelektual.

*Selamat jalan kanda Prof. Dr. Azyumardi Azra. Engkau orang baik. Insyaa Allah tempat baikmu di sisiNya telah tersedia. Alfaatihah. Aamiin yaa robbal aalamiin

Berita Lainnya