Pemkab Muratara Sedia Alat Berat Untuk Masyarakat Buka Lahan.

Coga Daerah402 Dilihat

COGANEWS.CO.ID | MURATARA,- Dinas Pertanian dan perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), akan sediakan alat berat gratis bagi masyarakat membuka lahan perkebunan dan persawahan baru.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Pertanian dan perikanan Kabupaten Muratara, Ade Meiri Siswani. “Dalam janji politik Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Muratara akan mempermudah bagi masyarakat untuk buka lahan baru dengan tidak membakar, Dinas pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara sediakan alat berat silahkan kepada Masyarakat bila akan gunakan Alat berat ajukan pada kami per kelompok pertanian yang ada di desa,” ungkap Ade, Kamis (13/10).

” Untuk masyarakat ingin buka lahan persawahan baru, lahan perkebunan , silahkan buat kelompok tani ajukan Proposal kedinas pertanian , nanti dinas pertanian surpe ke lapangan untuk melihat mekanisme lahan yang di ajukan kalau sesuai maka akan segera kami proses “. Ujar Kadis Pertanikan

READ  Harmonisasi 5 Raperbup, Muba Siap Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

“Bila masyarakat ingin mengajukan Proposal kelompok tani, untuk membuka lahan, lahannya jangan sedikit kerena rugi di mobilisasi , jadi perkelomponya minimal 10 (sepuluh) Hektar , sebab kalau hanya 2(dua) hekter perkelompak tidak sesuai dengan mobilisasi nya,” jelas Ade.

Selanjutnya, Kita menyediakan alat berat berupa Skaptor,sipatnya pinjam pakai , kita pinjam ke Provinsi , Untuk kelompok tani yang mengajukan nanti uangnya kita Trasfer ke kelompok tani tersebut , jadi meraka yang mengelola semuanya .

Sekarang Dinas Pertanian dan Perikanan sudah membuka lahan persawahan baru yang ada di tiga Kecamatan, ditahun 2022 yaitu Kecamatan Rawas ulu, Kecamatan Nibung, Kecamatan Ulu Rawas dan Kelurahan Muara Rupit , semuanya berjumlah 90 Hektar Baru progres dan sudah di ajukan.

READ  PLN dan PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper Sepakati Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik 10,38 MVA: Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

”Nah, Untuk sekarang kita fokus ke lahan persawahan , jadi kalau ada lahan sawah yang selama ini tidak dikelolah atau ditinggal masyarakat mungkin ada kegiatan lain , kita siap asalkan ada usulan dari masyarakat , kalau untuk lahan ladang kita lihat sesuai mekanismenya apakah layak untuk dibantu atau tidak,”. Tutup Ade (AJR)