Dirgahayu Lubuklinggau! Sosok ‘Magnum Opus’ yang Mewarnai Bumi Sebiduk Semare

Coga News292 Dilihat

Coganews.co.id | Lubuklinggau – Siapapun bisa melihat wajah Kota Lubuklinggau yang hari ini tepat berumur 21 tahun semakin menawan mengukuhkan posisi geografis nya yang selalu dilewati bahkan menjadi destinasi oleh tourism dari berbagai arah.

Bumi Sebiduk Semare menjadi pusat penyangga dari dua Kabupaten kaya di Sumsel, yakni Kabupaten Musirawas dan Kabupaten Muratara, banyak sekali warga dari dua daerah ini melakukan mobilitas ekonomi, baik itu mencari lapangan kerja,domisili atau shoping maupun healing ke Kota Lubuklinggau.

Perlahan namun pasti kota yang memiliki luas wilayah 401,50 km2 terus progres menyiapkan dirinya sebagai kota percontohan di Bumi Sriwijaya. Mulai dari sistem layanan berbasis digital melalui aplikasi Silampari Smart City (SSC) hingga Si Nanan yakni Sistem Informasi Pelayanan Kepegawaian, guna memonitor pegawai Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Selain dikenal identik dengan Bukti Sulap dan Air Terjun Temam nya sehingga Lubuklinggau disebut juga sebagai Kota Pariwasata dengan didukung semakin banyak penginapan dan hotel yang berduyun-duyun mau dibangun disini, terbaru soft opening Grand Zuri Hotel di jalan Yos Sudarso pada Sabtu, (15/10/2022).

Tentunya masyarakat Kota Lubuklinggau dan sekitarnya terutama Musirawas dan Muratara kini bisa menikmati hotel bintang 4 terbaru dengan fasilitas terbaik dan terlengkap, dengan view kolam renang dipuncaknya.

Selain itu, Lubuklinggau juga mencatatkan perkembangan sektor perdagangan yang sangat pesat yang bisa kita tinjau dari PDRB Daerah dan peninjauan lapangan secara langsung. Ditinjau dari sisi PDRB dapat dilihat sektor perdagangan merupakan penyumbang terbesar dari pendapatan daerah yaitu sekitar 26,69%. Dari peninjauan langsung yang diadakan Penulis, diperoleh data bahwakurang dari 6 bulan, pembangunan komplek dan ruko disini sudah semakin menjamur. Belum lagi hampir seluruh aplikasi transportasi online sudah hadir di kota ini.

READ  Ketua FPB Ingin Palembang Sejahtera Internasional dan Religius

Disamping itu, tidaklah berlebihan jika harumnya nama Kota Lubuklinggau saat ini tidak lepas dari karya dari sosok muda yang low profile dengan sejuta prestasi,yakni Benny Arnas, yang familiar dipanggil Sir Ben atau juga Bang Ben. Bahkan salah satu lembaga pendidikan di Bumi Silampari,IAI Al Azhar menempatkan nama Benny Arnas sebagai orang paling populer #4 di Lubuklinggau dan Musi Rawas, setelah H. SN Prana Putra Sohe Walikota, Hj. Yety Oktarina Prana Ketua TP PKK Lubuklinggau dan Hj. Ratna Machmud Bupati Musi Rawas, keren kan?

Sir Ben lahir di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada 8 Mei 1983. Tentu di kalangan milenial, Mahasiswa maupun instansi, komunitas pecinta karya seni dan sastra sudah tidak asing lagi dengan namanya.

Bang Ben merupakan anak pertama dari empat bersaudara, Benny mengambil keputusan berani dengan menjadi seorang penulis, sutradara teater, hingga produser pementasan, sebagai jalan hidupnya. Di kampung halamannya, apa yang dilakukan anak pertama kerap dijadikan contoh bagi adik-adiknya.

Langkah itu sempat tidak mendapat respons positif keluarga, sebelum ia mengumrohkan kakeknya pada 2009 lewat hadiah lomba menulis yang diadakan Mizan dan Republika. Sebagaimana dirinya yang bergelut dengan dunia kreatif, adik keduanya menempuh jalur musik dan adik ketiganya memilih film sebagai pilihan masa depan. Tak satu pun dari mereka yang mengikuti jalan sang ayah sebagai (pensiunan) PNS. Seiring waktu, keluarganya menerima jalur kreatif yang dipilih anak-anaknya—tentu saja dengan Benny Arnas sebagai pembuka jalannya.

READ  Mahasiswa Asal Muratara Pertanyakan Penarikan Dana Untuk ODP Covid-19

Bekal kapasitas nya yang sudah mengglobal Benny Arnas melakukan lawatan ke Perancis, Jerman, Austria, Slovenia, Kroasia, Hungaria, Ceko, Belanda, Belgia, Spanyol, dan Portugal, dalam rangka riset dunia sastra.

Disampaikan oleh Tokoh Pemuda Muratara, Dandi Nazor SE, “Bang Ben sudah banyak mengangkat nama Kota Lubuklinggau dalam setiap goresan tinta dan karyanya. Ia juga memiliki support system terbaik dari istrinya yaitu Yunda Desi Arisandi, guru sekaligus penulis keren juga. Ini menjadi contoh pasangan satu frekuensi bagi anak-anak muda kedepannya.

Melalui Bennyinstute nya sudah banyak melahirkan generasi muda yang penuh karya baik di bidang kecakapan bahasa Inggris, dunia tulis menulis, akting, hingga talent muda lainnya.”

Founder Forum Kito Pacak ini menambahkan, “Tidak berlebihan rasanya jika Bang Ben kedepan bisa membawa Kota Lubuklinggau seperti Solo-nya di Sumatera Selatan, kota wisata, cindo, banyak melahirkan orang-orang hebat, friendly serta menawan orang dari berbagai penjuru negeri dengan semua local wisdom -nya.”

Saat ini Walikota Lubuklinggau, Pak Nanan ingin menciptakan Lubuklinggau Kota Metropolis Madani tentu harus dilanjutkan oleh tokoh yang memiliki jaringan mendunia dan penuh karya. Linggau Bisa!

(Danaz)