oleh

Perekrutan PPK Adanya Dugaan Sogok Menyogok di KPUD Musi Rawas

Coganews.Co.id | Musi Rawas-Pesta demokrasi 14 Februari 2024 sudah melaksanakan tahapan demi tahapan, salah satunya perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)20 Februari 2022.

Banyak beredar di media sosial terkait dugaan adanya unsur suap menyuap untuk lolos ke lima besar PPK di Kabupaten Musi Rawas hal ini membuat Aktivis Pemuda Dayat Lanang Tanjung angkat bicara.

Jika memang benar adanya hal suap menyuap dan peserta yang gugur dengan nilai CAT di atas rata-rata nilai peserta yang masuk ke lima besar dan siap memberikan kesaksian dan data di hadapan penegak hukum baik di tingkat Bawaslu dan DKPP sebagai lembaga yang mengawasi maupun di tingkat kepolisian dan kejaksaan maka kita siap menjumpai Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Musi Rawas dengan ratusan bahkan ribuan masa agar persoalan ini kedepan tidak menjadi tradisi dan budaya bagi generasi Kedepannya.

Hal ini juga membuat Dayat Lanang Tanjung merasa geram, karena angka yang di mainkan berdasarkan di media sosial seperti Berita Silampari bahwa berdasarkan keterangan Inisial MM peserta asal Muara Lakitan mengatakan nominal untuk lolos ke lima besar di angka 40 Juta sampai 70 juta, bahkan MM juga mengatakan dia di mintak salah satu oknum calo dari KPUD Musi Rawas mintak 50 juta jika mau lolos ke lima besar, bagi saya ini adalah sebuah tindakan korupsi di level Gratifikasi masa mau jadi PPK saja harus suap menyuap artinya KPUD tidak bicara Kualitas melainkan Kwantitas, Ini bakal menciderai demokrasi 2024 nantinya, Maka wajib peserta yang merasa terzolimi merapatkan barisan untuk melaporkan dan aksi di depan KPUD dan Bawaslu dan jika perlu ke kejaksaan juga untuk memberikan Efek Jera secara Hukum kepada lima Komisioner KPUD Musi Rawas.(Rico Tanjung)

Berita Lainnya