Do’a dan Muhasabah Akhir Tahun Bersama Ust. Hilmi Firdaus Penceramah Damai Indonesiaku TV One
Coganews.co.id | Muratara – Tinggal menghitung hari tahun 2022 akan segera berganti dan tahun 2023 pun banyak dinanti.
Terserak banyak cerita, suka dan duka tergoreskan bagai lukisan. Banyak deretan fenomena sosial bahkan bencana alam terjadi di tahun yang tak mudah ini, namun tangguh lebih kuat dan pulih lebih cepat terus memompa semangat segenap kita untuk terus bergerak dan melanjutkan kehidupan yang indah.
Menutup akhir tahun 2022 dengan penuh khidmat serta mengharap rahmat dan manfaat, Barisan Dakwah, Shaff Barisan Pemuda Hijrah dan Forum Desa SURGA Muratara menghadirkan tokoh nasional yang sangat digandrungi anak-anak muda dengan wawasan agama dan kebangsaan tak bertepi yakni Ust. Hilmi Firdaus di Bumi Beselang Serundingan dalam tajuk Safari Dakwah: Muhasabah dan Do’a Bersama Akhir Tahun 2022.

Menyambut hal itu, Dandi Nazor, SE Penggagas Desa SURGA yang merupakan PIC kegiatan di Muratara menyampaikan,
“Alhamdulillah suatu kebanggaan kita kedatangan sosok inspiratif idolanya generasi milenial yakni Ustadz Hilmi Firdaus atau yang akrab dipanggil UHF, ia juga merupakan Penceramah Damai Indonesiaku TV One sekaligus penulis dan Influencer yang sangat aktif di media sosial mengenai isu-isu strategis yang aktual.
Kita tutup kaledeiskop 2022 dengan bermuhasabah, bersilaturahmi dari desa ke desa dan tentunya do’a bersama agar semakin diberikan pundak yang kuat di kehidupan selanjutnya, tahun 2023 nanti.

Ada beberapa titik yang sudah dikunjungi yakni Bingin Rupit, Noman, Bingin Teluk, Biaro dan Lesung Batu. Masyaa Allah, masyarakat, mamang bibik galonyo sangat antuasias bisa melihat langsung sosok UHF. Apalagi dalam setiap penyampaiannya sangat komunikatif, mudah dipahami, humoris dan menembak banget sesuai situasi dan kondisi yang ada disini, Muratara.”
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Muratara H. Devi Suhartoni, Wakil Bupati Ust. H. Inyatullah, Camat Rupit H. Muhtaridi, para Camat lainnya, Kapolsek, Anggota DPRD Muratara Masturo, Kades Bingin Rupit H. Rupian, Kades Noman Baru Muhazoni,S.Pd.I, Kades Lesung Batu, para Kades lainnya dan tokoh masyarakat Muratara.
Ustadz Hilmi Firdaus bersama rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Rumah Tahfidz Bani Aqil Umar yang diasuh oleh Ust Jauheri, SAg dan Ustz Masda di Noman Baru, Jum’at (23/12/2022).
Ia berdoa dan berharap, semoga darisini akan lahir generasi hafidz dan hafidzah Indonesia Emas 2045. Terasa sangat sejuk dan teduh berada dalam rumah yang penuh akan nilai-nilai qurani, dikelilingi oleh para Malaikat siang dan malam.
Dalam materi tausiyah nya secara komprehensif dan menyeluruh Ust. Hilmi Firdaus kali ini membahas tentang Etika Bertetangga dan Bermasyarakat serta Tujuh Kunci Mewujudkan Desa-Desa SURGA di Kabupaten Muratara Berhidayah.
Mengawali tausiyah nya sosok fenomenal ini mengutip hadist dari Abu Hurairah RA yang berbunyi:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”
Hadits shahih ini secara eksplisit dan komprehensif menjadi kunci bagaimana Desa-Desa SURGA benar-benar akan terwujud di Muratara ini, apalagi sudah disampaikan oleh Pak Wabup, Ust. Inyatullah barusan Muratara Berhidayah, menutup pesta malam demi menjaga akhlak generasi muda, membudayakan baca Qur’an di setiap instansi dan agenda keagamaan character building terus digalakkan.
Tujuh Kunci Desa SURGA itu yakni;
Pertama, Al imamul adl, pemimpin yang adil dan takut akan Allah. Ia menyadari betul bahwa menjadi Pemimpin, Bupati, Wakil Bupati, Camat, maupun Kades bukanlah anugerah melainkan amanah bahkan bencana. Bagaimana Khalifah Abu Bakar Sidiq langsung mengucapkan innalilahi wa inna ilaihi Raji’un saat menjadi Khalifah pertama dalam sejarah Islam.
Ingat, kalau pendakwah, para da’i atau ustad/ah hanya bisa menyerukan tapi jika Pemimpin yang berkata apalagi sudah dalam bentuk kebijakan semuanya pasti akan bergerak, inilah dahsyatnya power seorang Pemimpin yang diridhoi oleh Allah. Maka, jaminannya pemimpin seperti ini akan pertama kali masuk ke surga.
Pemimpin yang komitmen akan janji dan visi misi. Kita do’akan semoga semakin banyak ulama seperti Ust. Inyatullah menjadi Pemimpin di 2024 nanti.

Kedua, wasyyabu nasyaa a bi ibadatillah, seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh. Ini begitu langkah ditemui hari ini, anak-anak muda yang aktif dalam pengajian, ‘nongkrong’ nya di Rumah Tahfidz atau Masjid. Jika ingin melihat masa depan desa ini, maka lihatlah para pemuda nya hari ini.
Ketiga, warajulu qalbuhu ma’allaqu fiil masajid, ia yang hatinya selalu terpaut ke Masjid. Memakmurkan Masjid dan menyadari bahwa Masjid bukan hanya tempat shalat tapi episentrum pemberdayaan masyarakat. Masjid adalah ikon dan jantung nya konsep Desa SURGA.
Keempat, Warajulaani tahabba fiillah ijtama’a ‘alaihi watafarraqa,dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya. Selalu satu frekuensi karena niat dan visi misi yang diridhai oleh Allah.
Kelima, warajulu da’at hu umra atu, dzatu manshibin wa jamalin, faqaala inni akhafullah, seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Pemuda yang tidak mudah rapuh dengan situasi apapun.
Godaan terbesar laki-laki sepanjang sejarah yakni 3 Ta yakni Harta, Tahta dan Wanita. Namun, yang paling mengguncang ialah godaan wanita, betapa banyak para raja dan pimpinan yang rusak reputasi bahkan memalukan karena para wanita. Apalagi di dunia yang tanpa batas ini, diperlukan keimanan yang double kuat, teruntuk para tokoh yang sudah mempunyai jabatan,uang dan fasilitas ingat selalu istri dan anak-anak di rumah.
Keenam, warajulu tashaddaqa bi shadaqatin fa akhfaha hatta lata’lama syimaaluhu maa tunfiqu yamiinuh. Seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya. Tidak terlalu mau jadi perhatian banyak orang dengan apa-apa yang sudah ia berikan.
Ketujuh, warajulu dzakarallah khaliyan fafadhat ‘ainah. Seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.

Menangis bermuhasabah menghitung dan mengingat apa-apa saja yang sudah kita lakukan. Bagi para lelaki, menangis itu bukan berarti cengeng apalagi rapuh, namun justru tanda ketulusan dan kekuatan yang dilandasi kesadaran diri. Ketujuh hal diatas mesti direalisasikan maka akan muncul tataran dan tatanan Desa SURGA dan Muratara yang Baldatun Thoyyibatun wa rabbun Ghafur.
Kegiatan diakhiri dengan do’a bersama untuk keamanan dan keselamatan seluruh masyarakat Muratara lalu foto bersama, infaq berjamaah untuk saudara-saudara terkena bencana di Cianjur dan seluruh pelosok negeri serta makan bersama Ustadz Hilmi Firdaus dengan sajian menu khas Muratara yakni; pedo, tempoyak, sambal cenge, godo-godo, pindang patin dan lainnya.
Terimakasih untuk semua support system yang sudah berkontribusi dalam suksesnya acara mulia di ujung tahun 2022 ini. Semoga Desa-Desa SURGA akan segera menjamur di tahun 2023 nanti, perlahan namun pasti, baiti al jannati.
(Danaz)












