Coganews.Co.id | Lampung-belum genap satu tahun dari pelantikan pimpinan, UIN Raden intan sudah banyak mendapatkan tekanan dari mahasiswa, kita ingat pada bulan April tahun lalu mahasiswa aksi mengenai pungli dan juga beberapa demo mengenai perbaikan infrastruktur di berbagai fakultas, hal tersebut seharusnya cukup untuk memberikan PR besar bagi jajaran Pimpinan,
Akan tetapi belum lama ini pimpinan UIN Raden intan kembali di demo oleh mahasiswa yang meminta BPK,KPK, OMBUDSMAN untuk turun ke UIN Raden intan mengenai adanya kebocoran BLU
belum lagi muncul isu mengenai
-SEKJUR DI SALAH SATU JURUSAN YANG TERINDIKASI RANGKAP JABATAN, hal ini tentu melanggar peraturan yang melarang pegawai pemerintah rangkap jabatan
-BANYAK ASN YANG BELUM MEMILIKI SK 100% SUDAH DIANGKAT MENJADI PEJABAT FUNGSIONAL
-JURUSAN SISFO DAN BIOLOGI MURNI SAMPAI PADA SAAT INI JUGA BELUM ADA KEJELASAN MENGENAI FAKULTAS NYA
-JURUSAN PPG YANG TERKESAN DI JADIKAN SUATU LAHAN BISNIS BAGI BEBERAPA OKNUM
”’Lalu apa langkah yang di ambil oleh Pimpinan terkait isu dan juga gerakan yang terjadi pada mahasiswa”’
Apakah tidak ada perbaikan langkah kedepanya?
Apakah akan dian dan bungkam bagaikan batu tertiup angin ?
Atau mungkin komersialisasi pendidikan dan jabatan ?
Wallahu Alam !!!
”’Sebetulnya Cukup disayangkan belum genap 2 tahun kepemimpinan sudah banyak isu Yang bertebaran, dan belum ada penyelesaian, apakah BPK, KPK, KASN, INSPEKTORAT, BKN tutup mata juga terhadap kejadian yang cukup besar di kampus apakah tidak ada langkah tagas dari pusat yang patut di pertanyakan.”’
”’Jika memang demikian maka kami selaku mahasiswa peduli kampus akan membuat surat audiensi resmi ke pada seluruh instansi terkait (BPK, BKN, Inspektorat, dll) untuk dapat turun mengaudit dan mengawasi kinerja para pimpinan, serta kami juga akan membuat surat petisi yang berisikan mosi tidak percaya terhadap pimpinan di karenakan kecacatan kinerja khusus nya dalam birokrasi dan mal administrasi terkait peraturan-peraturan yang terindikasi sudah di kebiri bahkan terkesan seperti membangun suatu dinasti.”'(R.I.S)












