Oleh Ayu Harlinda (Mahasiswa PGSD Universitas Sriwijaya)
Coganews.co id | Palembang, – Pembelajaran adalah aspek penting dari pendidikan, tetapi terkadang bisa menjadi tantangan bagi peserta didik yang memiliki kebutuhan belajar yang berbeda. Perlu diingat bahwa setiap peserta didik itu unik. Mereka memiliki minat, bakat, intelegensi, pengalaman, dan mimpi yang berbeda sesuai dengan latar belakang budaya dimana mereka dibesarkan. Kondisi ini tentunya menuntut strategi pembelajaran yang lebih fleksibel dan inklusif, yang mampu memenuhi kebutuhan belajar yang berbeda dari setiap peserta didik di kelas.
Salah satu strategi yang populer saat ini adalah pembelajaran berdiferensiasi, yang mana pembelajaran ini memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan cara yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam pembelajaran berdiferensiasi ini, setiap peserta didik diakui sebagai individu yang unik dan berbeda, sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif dan bermakna. Menurut Herwina (2021) pembelajaran berdiferensiasi adalah upaya untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap peserta didik. Penyesuaian yang dimaksud berkaitan dengan minat, profil belajar dan kesiapan peserta didik untuk mencapai peningkatan hasil belajar.
Secara umum, pembelajaran berdiferensiasi ini bertujuan untuk mengakomodir pembelajaran peserta didik dengan memperhatikan minat belajar, kesiapan belajar, dan preferensi belajar. Secara khusus, pembelajaran berdiferensiasi ini bertujuan untuk
- Membantu semua peserta didik dalam belajar;
- Meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik;
- Menjalin hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi ini dapat meningkatkan hubungan yang kuat antara guru dan peserta didik sehingga peserta didik bersemangat dalam belajar;
- Membantu peserta didik menjadi pembelajar mandiri;
- Meningkatkan kepuasan guru. Jika guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, maka guru merasa tertantang untuk mengembangkan keterampilan mengajarnya sehingga guru menjadi kreatif (Marlina, 2020).
Terdapat empat aspek pembelajaran berdiferensiasi yang berada di bawah kendali guru yaitu konten, proses, produk, dan lingkungan pembelajaran di kelas (Wahyuningsari et al., 2022). Konten adalah materi yang akan disampaikan oleh guru di kelas atau dipelajari peserta didik di kelas.

Proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik di dalam kelas. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang bermakna bagi peserta didik sebagai pengalaman belajar di kelas, bukan kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan apa yang sedang dipelajari. Produk adalah hasil akhir dari pembelajaran yang menunjukkan kemampuan peserta didik dalam mendemonstrasikan pengetahuan, keterampilan, dan pemahamannya setelah menyelesaikan satu materi pelajaran. Lingkungan belajar di sini meliputi pribadi, sosial, dan struktur fisik kelas.
Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru untuk memodifikasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan setiap peserta didik di kelas. Namun, untuk berhasil dalam menerapkan strategi ini, guru harus memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik secara efektif. Sebagai pelaksana pembelajaran, guru harus aktif dalam menganalisis kebutuhan belajar peserta didik di sekolah, sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang sesuai dan efektif.
Dalam konteks ini, pembelajaran berdiferensiasi memang menuntut keaktifan guru dalam mengubah dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan situasi dan kebutuhan belajar setiap peserta didik di kelas. Sehingga dapat dikatakan pembelajaran berdiferensiasi ini menitikberatkan pada keaktifan guru sebagai pelaksana pembelajaran yang mampu menganalisis kebutuhan peserta didik di sekolah (Faiz et al., 2022).
Pembelajaran berdiferensi merupakan strategi pembelajaran yang sangat penting dan efektif karena membantu setiap peserta didik dalam mencapai potensi belajar yang maksimal. Oleh karena itu, pembelajaran berdiferensiasi ini seharusnya menjadi strategi pembelajaran yang diterapkan secara luas di kelas-kelas. Jika diterapkan dengan baik, pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu peserta didik mencapai potensi penuh mereka dan merasa dihargai dan diakui dalam proses pembelajaran. (Rill)
Referensi :
Faiz, A., Pratama, A., & Kurniawaty, I. (2022). Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Program Guru Penggerak pada Modul 2.1. Jurnal Basicedu, 6(2), 2846–2853. https://doi.org/10.31004/BASICEDU.V6I2.2504
Herwina, W. (2021). Optimalisasi Kebutuhan Murid dan Hasil Belajar dengan Pembelajaran Berdiferensiasi. Perspektif Ilmu Pendidikan, 35(2), 175–182. https://doi.org/10.21009/PIP.352.10
Marlina. (2020). Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Inklusif. Padang: Afifa Utama.
Wahyuningsari, D., Mujiwati, Y., Hilmiyah, L., Kusumawardani, F., & Sari, I. P. (2022). Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Rangka Mewujudkan Merdeka Belajar. JURNAL JENDELA PENDIDIKAN, 2(04), 529–535. https://doi.org/10.57008/JJP.V2I04.301












