COGANEWS.CO.ID | MURATARA Tim Lintas Gabungan Camat Nibung bersama TNI, Polri dan Swasta melaksanakan
Monitoring dan Evaluasi (Monev) deteksi dini terhadap bahaya Kebakaran Hutan dan Perkebunan dan Lahan (Karhutbunlah).
Kegiatan itu dipusatkan di Kantor PT. BMT Desa Jadi Mulya 1, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara.
“Ini bukti nyata kolaborasi yang kuat antara Camat Nibung dan Aparat Keamanan, Pemerintah, dalam menjaga lingkungan dan mencegah bahaya Karhutbunlah,” Jumat (26/8/2023).
Acara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai pihak diantaranya Camat Nibung Beri Septra Karno, Kapolsek Nibung AKP Yundri, SH, MH, Danramil Nibung, Kanit Intel Polsek Nibung, Kasi PMD Nibung, Kades Jadi Mulya 1, Manager PT. BMT, Ketua Tim Pengarah Umum (KTU), serta Karyawan dan Staf dari PT. BMT.

Camat Nibung bersama TNI dan Polri melakukan diskusi terkait Karhutbunlah
Dikatakan oleh Camat Nibung setelah acara dibuka, Manager PT. BMT, Subarta “Menjelaskan bahwa Perusahaan telah mendukung sepenuhnya Program Pemerintah dalam mencegah dan mengatasi Karhutlabun. Selain itu, PT. BMT juga telah menyiapkan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) dan mendirikan titik-titik hidran di beberapa lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang di kelola nya “.
“PT BMT telah menyiapkan hidran di beberapa titik bahaya di lokasi pabrik kelapa sawit, untuk pencegahan dini,”Ujarnya.
Lanjut Camat Nibung “Bahwa pihaknya mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dari pihak Perusahaan dan berharap adanya Sinergi yang kuat antara Pemerintah, TNI, Polri, dan Sektor Swasta dalam upaya mencegah Karhutlabun. Pada kesempatan yang sama,
Kapolsek Nibung AKP Yundri, SH, MH, juga turut memberikan sambutan dan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang telah diberikan dan mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kecamatan Nibung TNI, Polri, dan Sektor Swasta dalam upaya Penanggulangan dan Pencegahan Karhutbunlah, terangnya.
Kegiatan Patroli Karhutbunlah oleh unsur-unsur terkait serta peraturan yang mengatur sanksi pidana dan denda bagi pelanggar yang membuka lahan dengan cara membakar juga menjadi sorotan dalam sambutan ini.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memungkinkan para peserta untuk berdiskusi dan mendapatkan klarifikasi mengenai upaya pencegahan Karhutbunlah yang lebih efektif. Ujarnya.(AAN)








