Coganews.co.id | Palembang, – Edwar Jaya SH selaku Ketua Dewan Pemuda Sriwijaya atau Demusi turut memberikan komentarnya terkait pemberitaan atas dugaan perbuatan asusila yang dilakukan Pj Bupati Musi Banyuasin, Apriyadi dengan seorang perempuan yang ditengerai bukan istrinya, pada Selasa (03/10/23).
Hal ini sebagaimana disampaikan langsung oleh Edwar Jaya SH saat menjumpai awak media mengatakan seharusnya kita terlebih dahulu mengedepankan azas praduga sebelum kabar dugaan tersebut terbukti kebenarannya sebab ini menyangkut integritas seorang Pejabat Publik.
Edwar Jaya menjelaskan jika azas praduga itu harus kita terapkan dulu mengingat Apriyadi adalah Pejabat Publik yang mengurusi banyak hal terutama masyarakat Muba. Apabila dugaan-dugaan tersebut terus dikemukakan dan tidak ada azas praduga disana, maka kita khawatir akan menimbulkan anasir-anasir atau opini negarif bahkan bisa menimbulkan gejolak ditengah masyarakat Muba itu sendiri.
“Inikan baru dugaan, belum ada pembuktian secara komprehensif tentang kebenarannya. Kita semestinya mengedepankan azas praduga sebab kita tahu Apriyadi itu adalah Pj Bupati Muba atau Pejabat Publik yang tugasnya mengurusi banyak hal. Jika kita tidak memakai azas praduga, nantinya akan mempengaruhi kinerja Pj Bupati Muba sebab pemberitaan dugaan perbuatan asusila tersebut menyerang dirinya secara personal,” jelasnya.
Silahkan saja jika ada pemberitaan ataupun sampai ada aksi demo terkait dugaan perbuatan tersebut karena itu hak media dan masyarakat dalam menyalurkan dan menyampaikan aspirasinya. Tetapi alangkah baiknya jika kita kedepankan azas praduga tadi sebelum adanya kebenaran yang pasti, imbuhhya.
Terkait soal aksi demo di kantor Kemendagri yang dilakukan oleh aktivis Sumsel beberapa waktu yang lalu, Edwar Jaya berharap Kemendagri dalam hal ini harus tengak lurus dalam menilai persoalan yang disuarakan oleh Aktivis Sumsel tersebut. Kemendagri harus selektif dan jangan gampang mengambil keputusan apa lagi itu keputusan yang bisa merugikan masyarakat, katanya.
“Kita berharap kepada Kemendagri jangan sembarang mengambil keputusan apa lagi sampai mencopot Apriyadi sebagai Pj Bupati Muba karena akan mempengaruhi kinerja Pemerintah Kabupaten MUBA serta bisa merugikan masyarakat,” imbuhnya.
Memang Pj. Bupati Muba itu adalah Pejabat yang seharusnya mencerminkan prilaku baik supaya menjadi pusat perhatian masyarakat.
Dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Pj Bupati Muba mungkin itu persoalan pribadi yang tidak seharusnya diumbar apalagi sampai dibuat viral, ujarnya.
“Yang terpenting itu adalah kita harus mendukung kinerja dan itegritas serta kerja keras dari seorang Pj. Bupati Muba yang bisa membawa perubahan bagi masyarakat Muba, tutup Edwar Jaya. (Rill)







