AKSES INTERNET UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN PADA PONDOK PESANTREN

Oleh: Anwar

Pendahuluan

Dengan hadirnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) salah satu jaringan tersebut melalui internet dengan demikian membuat berbagai pekerjaan serta kegiatan menjadi cepat. Melalui teknologi internet telah mengubah cara kita bekerja, belajar dan berbelanja.
Sebagian dari masyarakat Indonesia pada saat sekarang ini ketergantungan terhadap akses internet sudah semakin besar. Pada kalangan pelajar internet sudah menjadi kebutuhan, dengan dimasukkannya salah satu pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke dalam salah satu mata pelajaran dimulai dari tingkat SMP/MTs, SMA/MA. Sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), bahkan sampai dengan Perguruan Tinggi, maka internet sudah menjadi suatu kebutuhan. Bahkan kebutuhan untuk mengakses internet tidak hanya pada kalangan pelajar sekolah umum tetapi juga oleh kalangan pelajar yang berasal dari pondok pesantren atau yang disebut dengan santri. Perkembangan internet selama ini kalangan pesantren dikenal cukup lamban dengan perkembangan teknologi, terutama pesantren-pesantren yang bersifat salafi dengan fokus mempelajari kitab kuning.
Sebagian besar masyarakat kita beranggapan bahwa pesantren tertinggal dalam bidang pemanfaatan dan pembelajaran teknologi sekarang sudah mulai berkolaborasi. Karena kenyataannya kini sudah banyak bermunculan pondok pesantren modern yang mengadopsi kurikulum dari sistem pendidikan pemerintah dan umum. Sehingga pesantren modern tidak hanya fasilitas gedung yang modern, tetapi sekarang sudah didukung oleh berbagai fasilitas modern seperti laboratorium komputer dan semacamnya serta perpustakaan, yang secara langsung terkoneksi dengan internet yang bisa secara mudah diakses oleh santri yang para santri sesuai dengan jadwal dan aturan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola pondok pesantren tersebut.
Para santri sangat antusias terhadap teknologi internet belangan ini, pihak pengelola pesantren lebih terbuka terhadap dunia teknologi dengan mengikuti sertakan berbagai bentuk pelatihan dan bimbingan teknis beserta plus-minusnya. Sebagian daerah hal tersebut sangat didukung oleh pemerintah setempat. Itulah membuat fenomena inovasi baru telah terjadi oleh para santri di berbagai pondok pesantren modern yang sudah terbuka terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

 

*) Pensiun dari Puslitbang APTIKA IKP, Badan Litbang SDM, Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Beberapa pesantren telah memanfaatkan internet sebagai sarana media dakwah secara online dengan kata lain “Syiar Digital”, media untuk mempromosikan pondok pesantren baik itu kegiatan serta sistem informasi pendidikan kepada masyarakat luas. Di samping itu juga sebagai media kerja sama atau kolaborasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan. Dengan demikian informasi itu dapat diakses dengan lebih mudah, efisien dan lebih murah. Oleh sebab itu tidaklah santri dikekang dengan aturan yang membatasi berinteraksi dengan dunia luar. Santri pun jejaring silaturahmi di antara para santri secara luas dengan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Hadirnya internet di tengah pendidikan, baik itu pendidikan umum maupun pondok pesantren dapat membawa solusi dan memberikan sumbangsih untuk kemajuan bagi santri. Dengan semakin memasyarakatnya internet, maka bisa menjadi peluang pembelajaran di luar pendidikan formal pesantren.
Pengembangan Kurikulum
Ke semua itu dilakukan agar memacu semangat belajar para santri. Dengan menggunakan internet pengajaran pun dapat mencari data ataupun pelajaran yang sudah online dengan sistem pembelajaran yang dapat diakses melalui jejaring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pengembangan kurikulum yang dimulai dari:
Kebenaran, Budi Pekerti Luhur, Nilai-nilai Budaya dengan demikian kesamaan memperoleh kesempatan belajar yang sama.
“Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi”.
Pengembangan kecakapan hidup dengan belajar sepanjang hayat melalui pendekatan menyeluruh dan kemitraan adalah suatu sistem pembelajaran dengan penjaminan memperoleh kesempatan mendapat pendidikan.
Adapun semuanya itu berpusat pada potensi, perkembangan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya dengan kesinambungan antara kepentingan nasional dan daerah.
Selain itu internet juga dapat berfungsi sebagai sebuah Perpustakaan Raksasa yang bersifat online bagi para peserta didik. Karena dengan menggunakan internet memungkinkan dapat mengakses berbagai macam informasi untuk pengetahuan. Salah satu contoh adanya Online Library, Buku Sekolah Elektronik dan lain-lain. Atau dengan kata lain akan mempercepat dan mempermudah alih ilmu pengetahuan, dan teknologi serta mendorong para santri untuk lebih aktif mencari ilmu pengetahuan melalui teknologi informasi.
Internet juga menghilangkan batas ruang dan waktu, sehingga memungkinkan seorang santri dapat berkomunikasi langsung dengan pakar di tempat lain, misalkan seorang santri disalah satu pondok pesantren di Yogyakarta dapat berkonsultasi dengan seorang Ustadz di Jakarta dan bahkan dengan seorang Syaikh dari Universitas Al Azhar Kairo Mesir.

READ  Tegakan Disiplin Pegawai, Sekda Palembang akan Pimpin Apel di Setiap Kecamatan

Perkembangan Internet Pondok Pesantren
Untuk mendapatkan informasi yang cepat, akurat dan padat telah diciptakan teknologi yang dapat membantu mendapatkan informasi di komputer dikenal dengan teknologi informasi (information technology) dan ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu teknologi informasi. Salah satu mahakarya dari ilmu teknologi informasi adalah internet.
Internet adalah suatu teknologi informasi modern yang paling berpengaruh saat ini. Khususnya di bidang teknologi informasi. Begitu banyak yang dapat diambil dari internet. Dan banyak juga mudaratnya. Sebagian orang tahu pada internet karena mudaratnya. Sebagian tak peduli dengan mudaratnya karena memang di sanalah yang ia inginkan. Tapi tak sedikit mengetahui mudarat dan maslahatnya secara detail sehingga kita dengan mudah dapat memanfaatkan teknologi ini secara maksimal.
Selanjutnya mungkin bisa jadi melirik internet sebagai media transfer ilmu pengetahuan. Nah hambatan apa yang mungkin akan di hadapi di pondok? Kebanyakan pondok pesantren sifatnya konservatif. Artinya segala sesuatu harus melalui Pak Kiai / Ajengan pondok tersebut. Mayoritas santri internet masih ke warnet untuk mencarinya sendiri. Kemudian ada pula belajar mengajar yang tradisional yang bergeser. Walaupun banyak pondok pesantren konservatif, di antaranya masih ada pondok pesantren. Pondok pesantren ini di antaranya adalah Pondok Pesantren di Nahdlatul Islamic Boarding School, yang terletak di Jl. Serua Bulak No.1 Pondok Pete, Sawangan Depok, Banten dipimpin oleh direktur Pesantren Al-Aqidah KH. HM. Serova Nizan Syaich, MA., Demikian juga dengan salah satu pondok Pesantren yang berada wilayah Sumatera Selatan di Ponpes Al Ittifaqiah saat ini dipimpin oleh H.M. Mudrik dan Ponpes ini terletak di Indralaya, Ogan Ilir Ibukota kabupaten yang saat ini tengah pesat kemajuan pembangunannya. Kedua contoh pondok pesantren tersebut sudah sangat bersahabat dengan dunia maya yaitu internet.
Mereka sudah sangat aktif berkomunikasi melalui email di internet dan mempunyai wawasan yang terbuka untuk kemajuan. Para kiai-kiai kini sudah bisa agar akses informasi bisa lebih berkembang di pondok pesantren maupun di Indonesia pada umumnya untuk kemajuan bangsa ini.

Kembangkan Teknologi Informasi Sejak Dini
Sebagai konsekuensi kelahiran Pondok Pesantren di tengah arus informasi, corak pergerakan Pondok Pesantren adalah menyiapkan generasi muslim sekaligus mendorong masyarakat untuk berinteraksi dengan budaya lokal tanpa harus mengorbankan tradisinya. Dalam tataran lebih praktis, Pondok Pesantren melengkapi diri dengan pemberlakuan pengajaran sistem klasikal, menata administrasi hingga komputerisasi, pengadaan perpustakaan yang lengkap dan membentuk usaha-usaha di sektor ekonomi.
Sedangkan di sisi lain, Pondok Pesantren masih mempertahankan pola hubungan santri-kiai melalui Ta’lim al-Muta’allim, pengajian sistem weton dan sorogan, dan menempatkan figur kiai sebagai institusi yang harus ditaati.
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Mengutip salah satu hadist Rasulullah Muhammad SAW., kebahagiaan di dunia dan akhirat hanya bisa dicapai dengan ilmu pengetahuan. Dalam masa kejayaan peradaban Islam yang dimulai pada abad ke 6 Masehi, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat, bahkan pada saat itu negara-negara barat masih berada dalam masa kegelapan.
Melalui pembelajaran teknologi informasi (TIK) sehingga santri mempunyai wawasan kehidupan yang luas, maka dengan demikian kiranya perlu diperkenalkan tentang perkembangan Teknologi Informasi dimulai sejak usia dini.
Dalam menelisik masalah pengintegrasian atau penyatuan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) di sekolah, maka kita dapat melihat beberapa peran yang ditunjukkan oleh pihak-pihak yang berkompeten di sekolah. Pertama peran sekolah sebagai institusi yang melahirkan kebijakan, kedua guru kelas sebagai aktor utama di lapangan dan yang terakhir guru komputer sebagai orang yang mengajar mata pelajaran TI1K.
Sekolah sebagai institusi sekolah mempunyai mekanisme yang berbeda-beda dalam proses pembelanjaan anggaran di setiap tahunnya. Banyak sekolah yang masih berpikir bahwa fasilitas yang terpenting dikembangkan hanya fasilitas fisik saja. Bahkan jika anggaran lebih sedikit anggaran diprioritaskan untuk pembelanjaan infrastruktur TIK maka sebuah sekolah akan mempunyai arah yang jelas dalam pengembangan TIK. Terbukti banyak sekolah sudah mulai menyediakan fasilitas komputer bahkan internet juga di semua bagian sekolah.
Guru kelas sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan siswa mempunyai peran penting dalam pengintegrasian TIK. Guru kelas bisa menjadi contoh langsung atau role model bagi penggunaan perangkat TIK di sekolah. Banyak sekolah yang sudah memulai untuk melengkapi ruang kelas dengan satu komputer. Dengan menempatkan perangkat satu komputer di kelas siswa akan merasakan manfaat yaitu bertambahnya sumber belajar. Inisiatif guru kelas untuk sering-sering berkonsultasi dengan guru TIK juga diperlukan. Dengan demikian guru TIK bisa membantu mewujudkan apa keinginan dari guru kelas dalam kaitannya dengan peran TIK.
Guru kelas juga bisa memulai mengajarkan langkah-langkah dalam melakukan riset yang sederhana bagi siswa (metode inquiry). Banyak dari cabang dalam TIK yang memang membantu siswa dalam melakukan riset atau menampilkan hasil pembelajaran yang dilakukan siswa. Misalnya internet dan CD Room yang bisa membantu mendapatkan informasi dalam waktu cepat. Apabila guru sudah mengajarkan siswa cara mencari informasi dan melakukan riset, siswa akan lebih inisiatif dan efektif dalam mencari informasi.
Bersama guru kelas, dan berbekal0 kurikulum TIK yang dibuat bersama-sama guru lain disekolah, guru TIK bertugas merancang kira-kira hal apa dalam TIK yang bisa membuat siswa menjadi terbantu belajarnya. Tugas apa yang bisa diberikan dalam kaitannya dengan pembelajaran dikelas3 dengan demikian menjadikan pembelajaran dikelas menjadi aktif, kreatif, dan menyenangkan.