Coganews – PALEMBANG- Griya Kain Tuan Kentang, sentra kerajinan tenun songket dan kain jumputan yang telah menjadi ikon budaya Kota Palembang, kembali menjadi sorotan nasional.

Selasa (2/12/2025), rombongan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dr. Evita Nursanty ketua Tim komisi VII, Putra Nababan, Bayu Biru Djarot, Drs. Gandung Pardiman, MM, Drs. H. MujakirJuhri, Rycko Menoza, MBA, Dr. H. Jerry Rom Dony, Jamal Mirdad, Dr. Rico Sia, Yoyok Riyo Sudibyo, Siti Mukaromah S.AG, M.AP, H. Alifudin SE.MM, Dina Lorenza Audria S.IP, Iman Adinugraha SE, Athari Ghauthi Ardi SH, R. Gugen Trisasono, M. Satori, Sofyan Danuar, Piet Cintya, Risky Amelia, Yoga Achmad Fauzan dan Tedy Sunaryo, melakukan kunjungan kerja ke lokasi tersebut dalam rangka menyerap aspirasi pelaku usaha sekaligus meninjau langsung perkembangan industri kreatif berbasis budaya lokal.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Komisi VIII DPR RI dan disambut hangat oleh Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si, bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, diskusi terbuka pun digelar di tengah para pelaku usaha dan pengrajin kain tradisional.
Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan Komisi VIII adalah nama unik dari lokasi kunjungan, yakni “Tuan Kentang”. Ketua rombongan menyampaikan rasa penasarannya terhadap asal-usul nama tersebut.
“Griya Kain Tuan Kentang ini sangat unik, bahkan dari namanya saja sudah membuat kami penasaran. Apa sebenarnya makna di balik nama Tuan Kentang?” ujar salah satu anggota Komisi VII Dr. Evita Nursanty.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Ratu Dewa menjelaskan bahwa berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, nama “Tuan Kentang” diyakini berasal dari gelar kehormatan “Tuan Wangkang”, yang disematkan kepada seorang saudagar kaya pemilik kapal dagang pada masa lampau.








