Kaleng Khong Guan Versus Sesajen

Oleh Azkar Badri. Dosen Dan Konsultan Komunikasi.

 

Coganews – tanggerang, 26 maret 2026 – Lebaran sudah usai. Cemilan atau makanan ringan sering menghiasi meja tamu sa’at lebaran, termasuk makanan ringan dalam kaleng Khong Guan. Entah apa isinya. Bisa isinya original atau sudah KW.

Menjelang hari lebaran, bahkan jauh sebelumnya. Masih awal puasa, ibu-ibu sebagai penanggung jawab bagian konsumsi rumah tangga sudah berkumpul di depan pabrik Khong Guan di jalan raya Bogor Jakarta, tidak jauh dari pasar Rebo Jakarta Timur. Bukan mereka mau Demo Kenaikan Upah atau minta THR. Tapi mereka rebutan mau membeli produk Khong Guan kemasan Tanpa Kaleng, lantaran harganya jauh lebih murah. Bukan persoalan isi kantong mereka terbatas. Kenyataannya banyak yang pakai kendaraan roda empat bagus-bagus membeli dalam jumlah besar. Entah mau dijual kembali atau sebagai isi paket parsel lebaran untuk relasi atau temannya.

Filosofisnya, ternya kaleng Khong Guan melambangkan sebuah elite atau barang Lux/Bagus. Mungkin melambangkan prestise. Barang mahal. Tidak semua orang bisa memilikinya. Namun kaleng Khong Guan tetap isinya bisa dimakan ketika itu juga/siap saji.

READ  Pemkab Muba Siap Dukung Swasembada Pangan

Nenek saya dulu sering mengisi kaleng Khong Guan dengan kerupuk ikan atau kemplang Palembang nan guri berasa ikan. Tidak tahu pasti dari mana dia dapat Kaleng Khong Guan. Beli bersama isi original terasa tidak mungkin, karena desanya cukup masuk pedalaman dan sangat susah diakses oleh produk Luk yang datang dari kota. Setiap cucu-cucunya datang, sering dia mengeluarkan dan menyajikan makanan khas daerah dari kaleng itu.

Di masyarakat pedalaman Jawa. Kaleng Khong Guan sering disini dengan gorengan Rengginang terbuat dari nasi atau kerak nasi. Sebagai peneman minum teh atau kopi atau air putih. Tergantung selera dan ketersediaan.

Begitu juga di daerah Parung Bogor, kaleng Khong Guan diisini dengan cemilan Pipang, rasa manis terbuat dari beras ketan kering.

READ  PLN UID S2JB Kembali Berangkatkan Relawan untuk Lanjutkan Dukungan Pemulihan di Wilayah Terdampak Bencana

Entah apa isi Kaleng Khong Guan, semuanya erat dengan makanan siap saji.

Dalam masyarakat primitif, makanan sesajen yang diberi kepada makhluk halus yang ditakuti, agar dia jauh dari tidak menggangu biasanya makan tradisional. Misalnya Bubur dua Warna plus kembang berapa warna dan juga bahan berapa warna. Dalam masyarakat modern, sesajen diberikan tidak lagi kepada mahluk halus, tetap makhluk Nyata. Bukan lagi didominasi rasa takut. Tapi cenderung untuk lebih dekat. Takut Kepada makhluk halus harus dijauhi. Takut Kepada makhluk Nyata harus didekati dan dijinakan.

Kaleng Khong Guan isi sesajen kepada makhluk Nyata dan era modern. Isinya mungkin saja bukan original tapi bukan juga makan tradisional. Entah kita tidak tahu. Yang tahu hanya Allah SWT dan mereka yang berkaitan dengan itu. Tabik bahasa Sasak.