
Muba_Coganews.co.id/Apresiasi tinggi diberikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, terhadap langkah PT Petro Muba dalam mengelola sumur minyak masyarakat secara legal, tertib, dan profesional.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Dudung Abdurachman melakukan peninjauan langsung ke lapangan di Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (12/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia melihat secara langsung pengelolaan sumur minyak masyarakat yang berada di bawah naungan PT Petro Muba.
Menurut Dudung, langkah yang dilakukan PT Petro Muba tidak hanya memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, tetapi juga memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan energi nasional.
Pengelolaan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, yang menjadi salah satu landasan dalam penataan dan pengelolaan sumur minyak masyarakat.
“Minyak hasil masyarakat ditampung oleh Petro Muba melalui kolaborasi dengan Pertamina. Ini merupakan bentuk sinergi yang nyata dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dudung.
Dalam kunjungannya, Dudung juga mengamati kondisi sumur-sumur masyarakat yang kini dikelola secara lebih teratur dan profesional melalui PT Petro Muba.
Terkait masih adanya persoalan illegal refinery di wilayah Musi Banyuasin, Dudung menekankan pentingnya komunikasi dan dialog antara seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah.
“Tentu akan ada komunikasi lebih lanjut dan intensif bersama pemerintah daerah melalui Bupati,” tambahnya.
Dirut Petro Muba: Dukungan KSP Jadi Motivasi
Kunjungan tersebut menjadi momentum tersendiri bagi jajaran PT Petro Muba. Direktur Utama PT Petro Muba, Khadafi, mengaku terkejut sekaligus bangga atas kunjungan langsung Kepala Staf Kepresidenan ke kantor BUMD tersebut.
“Jujur kami terkejut sekaligus bangga atas kunjungan mendadak ini. Dalam pemaparan kinerja, KSP memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh. Beliau bahkan membuka pintu kantor KSP selebar-lebarnya apabila kami menghadapi kendala di lapangan,” ungkap Khadafi.
Khadafi menilai dukungan tersebut menjadi motivasi bagi PT Petro Muba untuk terus meningkatkan tata kelola pengelolaan minyak masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan energi nasional.
Ia menjelaskan, produksi minyak mentah masyarakat yang dikelola PT Petro Muba kemudian disalurkan kepada sejumlah pihak, termasuk Pertamina, Medco, hingga KKKS.
Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan produksi minyak dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap minyak impor.
“Setiap tetes minyak yang kami kontribusikan kepada negara merupakan bentuk kerja nyata Muba untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi kuota impor,” jelasnya.
Dorong Kepastian Kerja Sama Empat Tahun
Dalam pertemuan tersebut, jajaran PT Petro Muba juga menyampaikan harapan terkait masa berlaku kerja sama pengelolaan sumur minyak masyarakat yang mengacu pada Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
Khadafi mengatakan, sebagian besar kerja sama yang saat ini berjalan masih berada pada tahap awal, yakni sekitar satu tahun. Karena itu, pihaknya berharap adanya percepatan dan kepastian agar masa kerja sama sebagaimana amanat regulasi dapat berjalan secara optimal.
“Kami berharap adanya percepatan sehingga kepastian kerja sama selama empat tahun sebagaimana yang diamanatkan dapat segera berjalan semakin mantap,” ujarnya.
PT Petro Muba berharap dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pertamina, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga pengelolaan sumur minyak masyarakat di Musi Banyuasin dapat menjadi model tata kelola yang legal, tertib, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.










