
Muba_Coganews.co.id/Meningkatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Banyak orang tua mengeluhkan kondisi kesehatan anak-anak mereka yang mengalami gangguan pernapasan, batuk, flu, hingga iritasi mata akibat terpapar asap.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPC IKADIN Musi Banyuasin, Jon Heri, S.H., menyampaikan keprihatinannya dan meminta Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk segera mengambil langkah antisipatif guna melindungi kesehatan para pelajar.
Menurut Jon Heri, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang semakin pekat dalam beberapa hari terakhir.
“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat, khususnya para orang tua yang mengaku anak-anak mereka mulai mengalami gangguan kesehatan akibat asap Karhutla. Kondisi ini tentu tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang,” ujar Jon Heri, Selasa (15/09/2026).
Ia mengusulkan kepada Bupati Musi Banyuasin agar mempertimbangkan penerapan sistem pembelajaran secara daring (online) untuk sementara waktu apabila kondisi udara terus memburuk dan dinilai membahayakan kesehatan peserta didik.
“Kami berharap Bupati Muba dapat mempertimbangkan kebijakan sekolah daring atau belajar dari rumah sampai kondisi udara kembali normal. Langkah ini penting sebagai bentuk perlindungan terhadap anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Selain itu, Jon Heri juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam mengambil keputusan yang tepat terkait aktivitas belajar mengajar.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
“Kami berharap seluruh pihak bersama-sama berupaya mengatasi Karhutla dan dampak yang ditimbulkannya. Jangan sampai kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, menjadi korban akibat kondisi ini,” pungkasnya.
Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan tepat guna mengurangi dampak kabut asap yang saat ini mulai dirasakan di berbagai wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.






