
Muba_Coganews.co.id/Kapolres Musi Banyuasin (Muba) AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., bersama Bupati Muba H. Toha Tohet, S.H., meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun 7 Mekar Jaya, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Selasa (20/10/2026).
Peninjauan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan para pemangku kepentingan dalam menangani karhutla sekaligus memastikan upaya pemadaman dan penanggulangan di lapangan terus berjalan.
Kegiatan ini turut dihadiri Dandim 0401 Muba Letkol Inf. Dimas Kurniawan, Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto, S.STP., M.Si., unsur Forkopimcam Bayung Lencir, personel TNI-Polri, perangkat desa, perwakilan perusahaan, serta masyarakat setempat.
Sebelum melakukan peninjauan ke lokasi, rombongan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan yang didukung RSUD Bayung Lencir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kondisi terkini karhutla, dialog bersama masyarakat, serta penyerahan bantuan sosial secara simbolis.
Dalam pemaparannya, Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, terdapat lebih dari 3.000 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Sejumlah kecamatan yang masih menjadi perhatian terkait titik panas di antaranya Bayung Lencir, Lais, Sekayu, Batanghari Leko, dan Tungkal Jaya.
Sementara itu, upaya pemadaman dan penanganan karhutla masih terus dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai unsur terkait dan masyarakat. Beberapa wilayah yang masih memerlukan penanganan meliputi Dusun 7, Pal 2 PT Teisico, Dusun 5, serta wilayah PT HBL.
Kapolres Muba AKBP Adik Listiyono menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun mengolah lahan dengan cara membakar.
Selain itu, perusahaan yang memiliki areal konsesi juga diminta meningkatkan pengawasan, memperkuat kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta segera melakukan langkah penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran di wilayahnya.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, perusahaan, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan kepedulian semua pihak. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat agar kebakaran tidak semakin meluas dan kondisi lingkungan di Kabupaten Musi Banyuasin dapat tetap terjaga.











