Tanpa Bides,Suryati Warga Sungai Jernih melahirkan dengan Memperihatinkan.

Coga Kesehatan430 Dilihat

coganews.co.id|MURATARA-Penempatan Bidan Desa adalah suatu terobosan yang dilakukan pemerintah Pusat hingga Pemerintah daerah dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan hingga kedesa-desa kebijakan ini merupakan komitmen nasional.Dan harus dilakukan secara maksimal dalam rangka derajat ibu dan anak,untuk mengetahui persepsi bidan tugas dan terhadap pungsinya yang menjadi tanggung jawab Bidan Desa,mulai dari pengumpulan data secara kuantatif di desa tak terkecuali Desa Sungai Jernih.

Tidak bisa di pungkiri memang ada penggeseran tupoksi dan tugas yang dilakukan sendiri oleh bidan Desa melakukan pelayanan umum bukan hanya ibu dan anak saja,hal ini tidak dapat di elakkan untuk tambahan penghasilan bidan itu sendiri.

Sebaiknya penyerahan secara resmi bidan desa harus mendapat dukungan dari pihak-pihak terkait tak terkecuali peran dan andil Kepala Desa untuk membantu fasilitas Bidan Desa dengan Posyandu yang baik. Tapi banyak hal terjadi Karena terkait kepentingan dan ego Kepala Desa tidak singkron dengan Desa hingga terjadi penggeseran terhadap bidan.

READ  Kayu Akar Tuo Bisa Menjadi Obat Tradisional Kanker

Yang terpenting Desa setiap tahun harus mensupport melalui Dana Desa untuk Kebutuhan Posyandu pengadaan Peningkatan Gizi anak ibu hamil dan menyusui dengan cara pemberian Makanan tambahan balita dan Anak Sekolah,ibu hamil dan menyusui dengan pemberian Susu

Tidak adanya Bidan Desa yang aktif membuat Suryati (26) Warga Desa Sungai Jernih Kecamatan melahirkan sendiri dengan memperihatin di rumah .(18/04).

Rudi Suami dari Suryati mengatakan pada coganews.co.id yang wawancara langsung mengatakan.“Bini Awak dari pagi dak tau jam berapo,kareno di duma awak daktek Jam, sudah sakit perut dan awak mencoba mendatangi polindes untuk menemui bidan akan tetapi tidak ada lamo bini awak nunggu hampir satu jam temuninyo lom di tetak (ari-arinya belum dipotong) dan ahirnya mendapat bantuan dari wak Sur (Warga setempat) untuk memotong kan Ari-arinya sehingga Alhamdulillah Istri dan anak awak selamat”.

Sur(50) warga setempat mengatakan. “karena dak ado bidan yang menolongnya terpakso saya memberanikan diri untuk memotong ari-arinya,kareno tadi Sur ibu anak ini ingin memutuskan dengan sendirinya“.Tuturnya

READ  Update COVID-19 Muba: Bertambah 7 Kasus Sembuh, 7 Positif, 1 Meninggal Dunia

Lanjutnya kondisinya sangat memprihatinkan tidak ada persiapan untuk persalinan dari keluarga Rudi ini, Alhamdulillah warga ada yang memberikan popok dan gedongan bayi sehingga bayi ini tidak mengigil lagi.Tutupnya.(AJR)