Coganews.co.id | Lubuklinggau – Kematian salah seorang tahanan di Polsek Kota Lubuklinggau sampai saat ini menjadi tanda tanya besar bagi semua kalangan, termasuk dari kalangan Tokoh Pemuda Sumatera Selatan.
Pihak keluarga sampai saat ini menyisakan kesedihan yang sangat mendalam soal kematian Hermanto (48) karena tidak wajar, korban merupakan warga RT 04, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.
Rian Hidayat selaku Ketua Scapim Silampari menuntut agar Kapolda Sumsel segera bertindak tegas terhadap oknum pelaku kekerasan tersebut, menurutnya apabila korban meninggal dunia akibat kekerasan yang dilakukan oleh oknum Kepolisian maka Kapolda segera memberikan sanksi tegas, sehingga public trust (kepercayaan publik) terhadap institusi Kepolisian tetap terjaga.
Lanjut oleh Bendahara Umum Badko HMI Sumbagsel ini juga, “Di era modern ini tidak ada tempat bagi tindakan-tindakan ala para kolonialis yang merampas hak-hak keberlangsungan hidup setiap individu apalagi di lingkungan yang seharusnya menjadi pusat keamanan dan ketertiban bersama. Kita yakin Kapolda Sumsel tidak akan diam menyikapi kasus yang mengundang perhatian banyak orang ini.”
Ditambahkan juga oleh Tomi Irawan, Pengurus Karang Taruna Kota Lubuklinggau menyampaikan,
“Kita sangat prihatin atas kasus ini. Apalagi ini akhirnya berbuntut panjang, pihak keluarga akan menuntut keadilan atas kematian Hermanto karena meninggalnya almarhum diindikasikan banyak bekas lebam sehingga tidak bisa dipungkiri mengundang banyak ‘kesimpulan’ masing-masing masyarakat sekitar. Apalagi para kalangan pemuda yang kritis.“
Lanjut, putra daerah Lubuklinggau yang juga Pengurus Badko HMI Sumbagsel ini bahwa, “Tentu kita tidak bisa menutup mata atas kasus ini. Kita akan siap mendampingi pihak keluarga untuk strugle mendapatkan keadilan dan meminta klarifikasi yang sejelas-jelasnya dari pihak yang bersangkutan. Sehingga ini jangan sampai terulang lagi di daerah kita tercinta.”
Menurut Herman Jaya, pihak keluarga mendapat informasi dari pihak Polsek bahwa Hermanto meninggal di rumah sakit, sekitar 18.30 WIB.
Sampai di rumah, keluarga terkejut melihat kondisi jenazah korban banyak luka lebam. “Kondisi babak belur, kemudian hitung patah, leher juga patah. Beberapa titik luka lebam, ada luka di betia dan di siku,” tutup nya. (Danaz)







