Coganews.co.id | Palembang – Tontonan mesti jadi tuntutan, begitulah nasihat yang paling relevan untuk era yang teramat hits seperti saat ini. Dimana semua yang kita lihat, dengar dan resapi harus menjadi pijakan penting meskipun dalam suasana senang-senang tentunya.
Meledak dan viral sampai kemana-mana lagu Sikok Bagi Duo di media sosial, tak terbendung ini menjadi daya tarik terkhusus bagi masyarakat Kota Lubuklinggau dan sekitarnya, karena bagaimana tidak ini dinyanyikan oleh MC kondang bersama teman-temannya di atas panggung hiburan, sampai detik ini mengundang perhatian semua kalangan .
Dandi Nazor, Tokoh Pemuda Sumsel menyoroti,
“Apapun narasinya yang penting asyik, itulah kegilaan eranya saat ini, tanpa mau menyelami makna dari narasi atau lirik dari lagu tersebut.
Tugasnya generasi milenial yang smart and wise, jangan sampai ikut-ikutan aja, don’t lose self control!
Tentu, tak habis pikir kok bisanya Sikok Bagi Duo, terus apa itu maunya… hehe.!”
Lanjut oleh Founder Forum Kito Pacak ini bahwa, wajar kalau pihak BNN Kota Lubuklinggau langsung bergerak cepat minta klarifikasi terhadap penyanyi lagu tersebut, karena penuh pro dan kontra.

Bahkan, mendapat warning tegas dari MUI Kota Lubuklinggau melalui Ketua III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lubuklinggau KH Atiq Fahmi lantas lagu itu dianggap mengenalkan penyalahgunaan narkoba dan gemerlap dunia malam.
Anak-anak muda yang cerdas tentu harus menyimak isi liriknya berikut ini: “Goyang Sampe Bawah, Pucuk Bawah Basah”, dan juga “Sikok Bagi Duk Idak Naik jugo Tekan Samo-Samo, Idak Naik Jugo Tekan Kau Galo, Dak pecayo, cubo kelah, dak pecayo raso kelah.”
Seni dalam segala bentuknya menjadikan kita menikmati keindahan dalam setiap sisi kehidupan, namun jangan sampai menjadikan kita malah kehilangan arah.
(Danaz)








