Program PTSL Minimalisir Tumpang Tindih Sertifikat

COGANEWS.COM | PALEMBANG – Dalam rangka kegiatan Reses anggota DPR RI Renny Astuti SH SPN berdiskusi publik Palembang Womens Club (PWC) bertempat di Gedung The Sultan jalan Sultan Moh Mansyur Bukit Lama, Kamis (12/3/2020).

Renny Astuti mengatakan, kegiatan ini adalah rangakaian kegiatan dimasa resesnya untuk menyerap aspirasi, “karna ini kunjungan pribadi saya dan disini saya mendapat masukan di bidang pertanahan”, ujarnya.

Ketika ditanya terkait sertifikat tanah tumpang tindih Renny menuturkan, ini tidak hanya di Palembang tapi wilayah lain, dengan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), memberikan kepastian hukum ke masyarakat.

“ini Program Presiden pak Jokowidodo, serentak dilakukan di Indonesia, untuk meminimalisir overlapping (tumpang tindih) sertifikat,” tuturnya.

READ  Pj Bupati Apriyadi Minta PWI Muba Turut Menjaga Kondusif Daerah dan Bersinergi

Pada kegiatan pertama reses yang dirinya temukan disini mengenai
Kinerja BPN, dan mendapatkan masukan penumpukan berkas di BPN.

“Saya nanti akan berkunjung ke BPN, karena banyak dikeluhkan proses sertifkatnya lama, bahkan ada yang 4 tahun tidak selesai pembuatan sertifikat,” tambahnya.

Renny menjelaskan, berdasarkan di kunjungan sebelumnya, pembuatan sertifikat terhambat menjadi lama di Sumsel karena BPN kekurangan tenaga kerja.

“Ini bisa dimaklumi. Tapi kalau masalahnya terkait kekurangan tenaga kerja, kenapa tidak diisi yang kosong itu, terutama petugas ukur,” jelasnya.

Untuk sengketa tanah banyak antara masyarakat dengan perusahaan ini menjadi masalah, karena masing-masing instansi punya peta yang berbeda.

“Makanya kita usulkan ke pemerintah, untuk hal-hal yang berurusan tanah serahkan ke agraria, soalnya Peta dinas kehutanan ada sendiri dan dinas perkebunan punya sendiri, karna Inilah yang menjadi masalah,” tutupnya. (Cha)