COGANEWS.COM | Palembang – Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mengatakan, “Anak-anak muda yang ada dalam kelompok-kelompok sekolah, kampus, organisasi, komunitas dan elemen masyarakat lainnya bukan hanya aset kedua orang tua tapi mereka adalah aset tanah air yang harus disiram dengan air produktivitas dan ditanam di tanah yang subur akan semangat bermimpi. Karena, pantulan cermin masa depan ada pada seperti apa mereka saat ini.”
Pendidikan dan kesehatan adalah program primer yang memang menjadi titik fokus Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam menjalankan tatanan roda kehidupan bermasyarakat.
Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945 untuk Mencerdaskan kehidupan bangsa dan fondasi pembangunan yang utama adalah jiwa yang sehat dan kuat sehingga terciptalah masyarakat berdaya, berjaya, cerah dan cemerlang masa depannya.
Abdul Gopar Ketua Umum HPP Muratara mengatakan, “Kami sering mengadakan forum-forum kajian di tingkat Provinsi bersama tokoh-tokoh inspiratif mengenai semua hal menyangkut pembangunan dan perkembangan di Tanah Kelahiran, kami mengamati disini (MURATARA) penuh akan para Pemuda yang keren-keren, kesempatan untuk mewarnai Tanah Kelahiran dengan potensi anak-anak mudanya sangatlah terbuka luas tinggal menguatkan semangat persaudaraan dan gotong royong kita.”
“Untuk 27 Mahasiswa, teman-teman yang alhamdulilah sudah memperoleh beasiswa Pemerintah Daerah (PEMDA) MURATARA ke Institut Pertanian Bogor (IPB) kami sangat mengapresiasi, ini kesempatan emas untuk berkompetisi di kampus hebat Indonesia yang juga tentu akan dikelilingi dengan orang-orang hebat dari berbagai daerah.”
“Buatlah harum Tanah Kelahiran kita tercinta, buktikan bahwa hadirnya kalian disana bukan hanya untuk ‘meramaikan’ saja tapi mampu berbicara banyak lalu pulang nanti bisa mengukir sejarah baru di Muratara tercinta.” Pungkasnya.
Dwi Pitriani, alumni SMA N Rupit salah satu Mahasiswa IPB penerima beasiswa Pemda Muratara, jurusan Kedokteran Hewan mengatakan, “Alhamdulillah, saya dan teman-teman sangat bersyukur atas kesempatan emas ini, banyak yang berjuang dan kami terseleksi mendapatkannya, meskipun ditengah pandemi Covid-19 semangat kami ‘anak-anak desa‘ untuk mengukir mimpi takkan pernah pupus. Harapannya tentu, kita akan menjaga diri dan menjaga nama baik Tanah Kelahiran.”
“Kami meng-azamkan dalam hati yang paling dalam, bahwa kami siap Memajukan Tanah Kelahiran dengan kompetensi dan pengetahuan yang kami dapatkan di IPB nanti. Kalau bukan kita, siapa lagi. Bismillah, kami juga mohon do’anya semoga saya dan teman-teman mampu bersaing dan tidak mengecewakan kita semua.” Harapnya.
Muratara adalah kabupaten yang memang masih terkategori daerah tertinggal, kita tidak menutup mata akan hal itu. Maka, HPP Muratara mengajak para pemuda semuanya untuk menjadi pionir Memajukan Tanah Kelahiran lewat semangat optimis dan langkah-langkah strategis hari ini dan kedepan.
Ditambahkan juga oleh Tessa Maharani, Jurusan Teknik Pertanian dan Bio sistem alumni SMA N Karang Jaya, “Kami mengikuti program yang bisa mengupgrade diri bukan hanya akademik saja. Seperti saya mengikuti program Al Qur’an School Al Hurriyah, gunanya menyeimbangkan landasan keagamaan dan character building kami.”
“Banyak harapan yang tertancap dihati, kuliah di IPB adalah bagaimana saya dan teman-teman untuk lebih banyak memanfaatkan full beasiswa ini untuk berbuat yang terbaik bagi Tanah Kelahiran Muratara.”
We have to jumping out together, optimism and knowledge will remove the mountains.
Dilain sisi Dandi Nazor, Sekjen HPP Muratara menyatakan, “IPB adalah kampus andalan Indonesia di bidang pertanian dan sudah banyak menghasilkan program unggulan nasional.”
“Dengan adanya Beasiswa Daerah ini semoga bisa menjadikan ‘Kulop-Kupek’ semua semakin semangat dan pacak mengeksplorasi biodiversitas agrikultur dan hasil pertanian, perkebunan dan kehutanan yang ada di Tanah Kelahiran ini.”
“Saatnya anak-anak muda Muratara sibuk mempersiapkan grand design masa depan Bumi Beselang Serundingan ini. Kito Pacak Man Kito Galak,” Tutupnya. (ZH)








