Kerjasama Percasi, Polda dan PGRI Sumsel, Turnamen Catur Kapolda Cup II Sukses Digelar

Coganews.co.id | Palembang – Turnamen Catur Piala Kapolda Cup II 2020 yang diselenggarakan oleh Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumsel bekerjasama dengan Polda Sumsel dan PGRI Sumsel banjir hadiah.

Pasalnya, animo single event bergengsi ini sangat membludak dan melampaui target baik dilevel pelajar hingga level senior, baik Catur cepat maupun Catur kilat.

“Luar biasa sekali, dari target yang kita harapkan ternyata ini disambut antusias dan animo dari peserta kompetisi sangat menyambut dengan positif. Kami berharap ini bisa digelar lagi di tahun dengan yang lebih meriah lagi,” ujar Ketua Pelaksana Turnamen Catur Kapolda Cup 2020 pada acara Closing Ceremony di Aula Dinas Pendidikan Kota Palembang, Sabtu (7/11/2020).

Turut hadir Kapolda Sumsel Irjend Pol Prof Dr Eko Indra Heri melalui Dir Intelkan Kombes Pol Budi Sajudin, Perwakilan dari KONI Sumsel Antoni, Sekretaris Umum Percasi Sumsel Muraili Tjik Aman S.Sos dan jajaran insan olahraga.

Ketua Pelaksana Turnamen Catur, Daeng mengucapkan, selamat kepada seluruh kontestan yang telah meraih juara dan bagi yang belum meraih juara agar tak berkecil hati. Sehingga bisa mengulang kompetisi di ajang yang sama pada tahun 2021.

Sementara itu dikatakan oleh Kapolda Sumsel Irjend Pol Prof Dr Eko Indra Heri melalui Dir Intelkan Kombes Pol Budi Sajudin mengapresiasi atas terselenggara suksesnya kompetisi ini. Apalagi kegiatan ini melampaui target dari animo masyarakat yang sangat tinggi.

READ  Kuyung Kupek Muba 2025 Digelar Meriah, Bupati Toha: Generasi Muda Harus Jadi Teladan dan Penggerak Kemajuan Daerah

“Ini adalah kompetisi yang bagus, olahraga Catur ini melatih intelegent. Selain itu target awal kita adalah ajang silaturahim dan juga sebagai ajang pembibitan atlet muda Catur di Sumatera Selatan yang kelak akan mengharumkan nama daerah baik di ajang nasional maupun Internasional,” harapnya.

Senada dengan itu dikatakan Perwakilan Percasi Sumsel Cotri Juliana mengatakan bahwa kegiatan ini digelar selama dua hari ditugaskan venue yakni di venue indoor dan out door di Dinas Pendidikan Kota Palembang dan satu venue lain di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang berdekatan dengan venue lainnya.

“Keseluruhan ada 557 peserta yang 359 diantaranya dari pelajar dan 190 itu untuk tingkat master dan veteran. Setelah pertandingan nanti kita akan kumpulkan juara dan akan dibina untuk mengikuti seleksi nasional,” jelasnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan Turnamen Catur Kapolda Cup II Sumsel ini merupakan kali kedua setelah digelar pada tahun 2018. Bertujuan untuk mencari atlet potensial, kompetisi catur ini memang difokuskan bagi pelajar, meski kategori lain seperti master dan veteran turut diikut sertakan.

“Paling dominan (peserta) Alhamdulillah yang banyak memang pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA. Karena kita itu tujuannya untuk menjaring atlet-atlet masa depan,” kata dia.

READ  Pemkab Muba Gelar Konsultasi Publik Susun KLHS RPJPD dan RPJMD

Cotri berharap dengan adanya kompetis catur secara rutin, ke depan Percasi Sumsel bisa menghasilkan pecatur berprestasi. Karena menurutnya, catur merupakan olahraga rakyat dan tidak mahal. Serta membantu kecerdasan bagi mereka yang berpikir mengasah otak dalam mengatur strategi.

“Pertandingan ini diikuti peserta Empat Lawang, Lahat, Muara Enim lalu Muba. Semoga Percasi Sumsel mendapatkan pecatur yang berpotensi,” tambahnya.

Sementara itu sebelumnya Ketua Umum KONI Sumsel H Hendri Zainudin melalui Sekretaris Umum Suparman Romans mengaku apresiasi dengan program terobosan yang digelar oleh Percasi Sumsel.

Dari jumlah keseluruhan peserta yang cukup banyak. Menurutnya hal tersebut membuktikan bahwa kejuaraan terbuka tersebut banyak peminat dan antusiasme yang tinggi. Sehingga langkah awal penjaringan dinilai berhasil.

“Pertanda baik, ternyata catur diminati di Sumsel khususnya Palembang. Langkah awal kita mencari atlet. Karena di awal targetnya adalah pembibitan,” tandas dia.

Ia berharap agar Pemerintah Provinsi Sumsel kembali menghidupkan Akademi Catur Sumatera Selatan untuk mampu meningkatkan pembinaan sebagaimana telah dilakukan sebelumnya. “Tapi akademi catur belum terdengar lagi, mudah-mudahan melalui Kadispora Sumsel bisa kembali menyampaikan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,” pungkasnya. (Rill)