Coganews.co.id|Palembang-Fajri bersama istri yang baru saja pulang ke Palembang, mengaku masih sangat shock dengan tragedi lost contact pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu.
Dirinya yang bekerja di Ketapang tak membayangkan jika tidak mengubah jadwal penerbangan.”Saya lemas dan kaget, tidak menyangka kalau saya hampir naik pesawat itu. Awalnya saya dijadwalkan naik pesawat tersebut. Mungkin masih diberi waktu oleh Allah untuk memperbaiki diri,” ujar alumni Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) ini.
Fajri yang merupakan warga Palembang bekerja di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), direncanakan berangkat dari Jakarta menaiki Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182. Namun ia harus mengganti pesawat lebih awal yakni pukul 11.45 WIB, demi mengejar penerbangan lanjutan dari Pontianak ke Ketapang.

Tutur Fajri bahwa sehari sebelum terbang, ia sudah sempat melakukan check in secara online. Namun setelah melihat waktu penerbangan, ia meminta ganti jadwal karena harus mengejar pesawat ke Ketapang. Tidak hanya Fajri beserta istri, temannya yang juga mengajak pasangan mendapat pesan singkat dari maskapai.
Dalam pesan itu disebutkan jika penerbangan yang seharusnya berangkat pagi hari, berganti ke SJ 182 pada siang hari pukul 13.25 WIB.
Maskapai Sriwijaya Air dengan flight number SJ 182 yang berangkat dari bandara Soekarno-Hatta menuju ke Pontianak, hilang kontak sekitar pukul 14.39 WIB.Menara pengawas kehilangan kontak dengan pesawat yang baru lepas landas.Manifest penumpang yang beredar, pesawat ini mengangkut 62 orang terdiri dari 40 orang dewasa, 3 orang bayi, dan 7 orang anak-anak. Lalu 6 kru aktif dan 6 kru non aktif. (D1)









