Tuntut Perubahan! Pengurus Inti Krisis Kepercayaan Terhadap Ketua Umum HPP Muratara PC Palembang Saat Ini

Coga News430 Dilihat

Coganews.co.id|Palembang-Hidupnya roda kepemimpinan suatu organisasi disimbolkan dengan aktifnya program kerja secara konkret dan berkelanjutan.

Pimpinan yang bisa bergerak cepat, mudah diajak kerja bersama dan merangkul semua lini keanggotan.

Himpunan Pemuda Perantau (HPP) Muratara tumbuh dalam nilai Persaudaraan yang kuat berkembang dalam rasa kekeluargaan yang mendalam dan berpegang teguh dengan Trilogi Perjuangan yang Mulia yaitu Mengukuhkan Persaudaraan Mengukir Sejarah dan Memajukan Tanah Kelahiran.

Namun, akhir-akhir ini ada keganjilan dalam internal HPP Muratara Pimpinan Cabang (PC) Palembang dengan Kepemimpinan yang baru.

Reza Hadi Pratama mengamati, “Banyak para kader HPP Muratara terutama para pengurus inti menyampaikan keluh kesah mengenai Kepemimpinan PC Palembang saat ini.Saya sudah mencoba berkomunikasi secara baik-baik dengan Ketua Umum Elan Maimunah, namun selalu slow response, tidak ada penyelesaian dan sama sekali tidak bisa diajak bekerjasama.

Selaku Wakil Ketua Umum HPP Muratara PC Palembang, kami sangat menyayangkan dengan krisis kepercayaan Kulop-Kupek kader-kader terutama para pengurus inti terhadap kepemimpinan saat ini, mulai lunturnya rasa Persaudaraan diantara para kader. Padahal banyak program kerja yang akan segera dituntaskan.

Juga banyak laporan yang masuk pada waktu PK 1 Akbar HPP Muratara PCI Jambi di Kompleks Pemkab Muratara pada hari Sabtu, 19 Desember 2020 banyak kader-kader kita dari PC Palembang tidak diperbolehkan oleh Ketua PC Palembang untuk mengikuti PK 1 tersebut dengan alasan PC Palembang mempunyai PK 1 sendiri. Sangat disayangkan!”

Tercatat para pengurus inti yang sudah mengundurkan diri secara resmi yaitu: Nadia Darselo selaku Sekjen, Agung Kurniawan selaku Bendahara Umum, Bayu Saputra, Ari Ariansyah, Apriansyah Zacky, Abdullah dan deretan nama lainnya.

READ  HPP Muratara Ajak Pemuda Jangan Lewatkan Debat Perdana

Setidaknya setelah kajian mendalam secara komprehensif dan Musyawarah Bersama pada hari Rabu (6/1) di Kafe Pance Palembang Keluarga Besar HPP Muratara PC Palembang siap untuk mengajukan pergantian struktur kepengurusan yang baru dengan tujuh landasan:

1. Tidak merangkulnya para kader yang baru dan lama, sehingga membuat para kader banyak krisis kepercayaan

2. Tidak fokus dan tidak konsisten terhadap tujuan awal, program kerja dan kegiatan HPP Muratara

3. Rakercab yang tidak kunjung terlaksana4. Keluar dari AD ART HPP Muratara untuk menjaga marwah HPP Muratara

5. Susah dihubungi dan proses komunikasi yang sangat buruk

6. Hilangnya landasan ideologis di internal

7. Ketidakjelasan visi, misi dan konsep secara luas himpunan kedepannya.

READ  Yan Coga: Covid-19 Melejit, Ekonomi Terhimpit Rakyat pun Menjerit!

Agung Kurniawan, Bendahara Umum menandaskan, “Kulop-Kupek semua menyimak bahwa kemarin untuk Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pertama difokuskan untuk dilaksanakan di Palembang pada akhir Desember sekaligus PK 1 PC Palembang.

Namun, akhirnya Rakercab diundur tanggal 7 Januari 2021, kemudian setelah kita tunggu menempuh tanggal 7 Januari ternyata Rakercab masih tidak terjadi dengan alasan yang tidak jelas tanpa adanya konfirmasi yang penjelasan yang jelas.

Sehingga tarik ulur itu kembali memindahkan tempat Rakercab ke Palembang lagi sampai waktu yang sama sekali kami tidak dikasih tahu.”

Tentu kegiatan Rakercab yang tidak ada kejelasan sampai saat ini membuat kapasitas HPP Muratara PC Palembang yang seharusnya menjadi pusat model bagi yang lain menurun di mata Pimpinan Pusat dan kader-kader yang lain serta masyarakat tentunya.

Sehingga ini memberikan pesan tidak ada pergerakan nyata untuk fokus Memajukan Tanah Kelahiran sesuai Trilogi HPP Muratara dan AD ART yang berlaku. (Riil)