oleh

Disengaja Foto-Nama, Wakil Bupati Muratara Dicatut OTD

Coganews.co.id | MURATARA – Seperti di sengaja oleh Orang Tidak Dikenal (OTD) beredar melalui pesan WhatsApp, Nama seorang figur pemimpin Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi Suhartoni (HDS) dicatut yang diduga untuk modus penipuan, Rabu (13/01).

Hasil yang dihimpun coganews.co.id , OTD mengatasnamakan H.Devi Suhartoni dan memakai foto wajah HDS yang memakai peci hitam baju putih, tangan di dada layaknya selogan Sepadan Nian dengan mengunakan nomor ponsel dan WhatsApp 0831-6659-9622 menawarkan secara umum pelelangan barang atas nama lembaga kementerian keuangan Republik Indonesia Direktorat Jendral kekayaan negara.

Dengan alasan penyelenggarakan pelelangan internal khusus keluarga, instansi terkait, seolah-olah sesuai sebagai perintah oleh HDS ini sangat di sayangkan.

READ  HDS Debat Pakai Hummer Penetapan Sebagai Pemenang Pilkada Muratara Cuma Pakai Wuling

Diketahui dalam brosur yang disampaikan tersebut melalui pesan di media sosial melalui WhatApp seolah-olah lembaga tersebut telah yang menjalin bekerja sama dengan pihak bank BRI, BCA, BNI dan Mandiri. Dengan barang yang dilelang berupa kendaraan roda dua jenis Motor.

H. Devi Suhartoni saat di konfirmasi mengecam keras bahwa itu bukanlah dirinya dan tidak mungkin dirinya bisa melelang barang milik orang lain.

“Saya yakini betul orang tersebut sengaja memakai dan foto untuk melakukan penipuan dengan seolah-olah itu saya. Jadi saya sampaikan jangan percaya, karena tidak mungkin saya bisa ikut melelang barang-barang yang bukan hak milik saya ini cuma ada niat yang tidak baik dilakukan oleh oknum tertentu,” dituturkannya.

Terpisah Akbar mengetahui hal itu khususnya keluarga besar tim HDS, sangat marah dan akan melakukan penelusura serta pencarian terhadap pelaku. Karna ini sudah berupaya berniat buruk kepada HDS demi kepentingan tertentu dan sangat merugikan orang lain terutama HDS.

READ  Muba Buka Peluang Investasi Bisnis Berkelanjutan

“Kami akan cari, siapa yang berani berbuat seperti itu untuk penipuan mengatasnamakan HDS. Ini kami yakin niat OTD sudah tidak baik untuk merugikan orang lain,” kata Akbar. (A2N)

Berita Lainnya