coganews.co.id | MURATARA– Puluhan ibu-ibu perwakilan Kecamatan Karang Dapo Dan Rawas Ulu mendatangi kantor Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) dengan maksud mendukung Pemkab Muratara yang menutup pesta malam, Kedatangan ibu-ibu ini lansung disambut oleh Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Muratara, H.Inayatullah, Kamis (18/3/2021).
Wabup Muratara, H.Inayatullah mengatakan Perda tentang penutupan pesta malam ini sudah lama dibuat. Bahkan pada 2019 namun belum dilaksanakan oleh pemerintah yang lama dan sudah ditanda tangani Bupati terdahulu kita tinggal menjalankannya saja.
“Pesta yang diperbolehkan dalam Perda tersebut dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, maka kita harus melaksanakan Perda ini karena amanah Undang-Undang,” ungkap Wabup kepada wartawan koran ini.
Selain itu, lanjut Wabup seluruh Ormas islam sudah meminta untuk segera melaksanakan Perda tersebut. Dengan alasan pesta malam ini banyak lah maudoratnyo dari pada baiknya maka Perda ini akan segera kita sekusikan.
“Baru-baru ini ada kejadian pembunuhan di desa Maur, ini terjadi pada saat pesta malam selain itu berdasarkan laporan warga banyak terjadi hal negatif. Maka hal ini menjadi alasan kuat Perda tersebut harus segera dilaksanakan. Memang soal lelang dan arisan itu jadi alasan kan banyak solusi untuk menjadi jalan keluarnya,” ujar Wabup.
Selanjutnya, saya mengaspresiasi terhadap dukungan ibu-ibu atas dukungan pelaksanaan Perda penutupan pesta malam ini. Hal ini akan kito koordinasikan bersama dengan Bupati Muratara agar secepatnya melaksanakan Perda ini.
Masita perwakilan dari ibu-ibu mengatakan hari ini kami datangi kantor Bupati Muratara dalam rangka mendukung Perda No.17 Tahun 2019 tentang penutupan pesta malam. Yang Sampai sekarang belum berjalan pada hal Perda tersebut sudah lama disetujui. “Kami perwakilan emak-emak sangat setuju atas penutupan pesta malam ini ditutup. Sebab banyak lah musiba dan dampak negatip dari pada baiknya, dengan adanya pesta malam ini,”ujarnya.
Dilanjutkannya, kita minta Pemkab Muratara segeralah untuk melaksanakan Perda tersebut dan jangan sampai ditunda-tunda lagi.
“Solusinya diganti siang hari dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore,” tutupnya. (A2N)












