Ramadan Tiba, Saatnya Gapai Syurga Dunia Capai Syurga Sesungguhnya

Coga News356 Dilihat

Coganews.co.idMarhaban ya Ramadhan 1442 H, pucuk selasih bertunas menjulang dahannya patah tolong betulkan, puasa Ramadhan kembali kan menjelang, salah dan khilaf mohon dimaafkan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
(Al Baqarah: 183)

Ayat diatas sangatlah familiar menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Karena bagaimana tidak, berpuasa itu wajib bagi orang-orang yang beriman, mereka yang yakin sepenuh hati akan hadirnya Allah Ta’ala dalam hidupnya. Termasuk kamu kan? Iya mudah-mudahan, friends.

Pun bila hati seputih awan jangan biarkan ia mendung. Jika hati seindah bulan hiasi dengan senyuman, semoga tetaplah demikian.

Kita akan segera memasuki bulan penuh cinta, diantara 12 atau 13 April 2021 so pastinya pada tanggal 1, ya 1 Ramadhan, hehe… dalam suasana berbeda sepanjang sejarah umat manusia lantas pandemi Covid-19 yang terus menggelora.

Tentu kita antuasias dan penuh suka cita untuk bisa melakukan giat ibadah dengan khidmat dan nikmat meskipun tetap dengan Protokol Kesehatan Covid-19, kita akan melihat semarak Ramadhan dengan buka puasa bersama, ngabuburit, shalat tarawih, tadarusan, bagi-bagi takjil, perbanyak sedekah, infaq dan sejuta investasi kebaikan lainnya.

Sebagai generasi Millenial yang mempunyai semangat unlimited, keseruan setiap hari, warna yang berbeda dan target pergerakan yang lincah, kita mesti sambut Syahrul Maghfirah ini dengan 3 kunci pentingnya, supaya bisa mencapai nikmat di dunia dan Rahmat di akhirat atau bisa juga Gapai Syurga di Dunia, Capai Syurga Sesungguhnya:

  1. Kepoin tuntas apa itu ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah
READ  Atlet Arung Jeram Muba Sumbang Medali, Emas dan Perak

Guys, dalam literatur kitab salaf, khususnya dalam Mazhab Imam Idola kita Syafi’i, pembagian ibadah dari aspek bolehnya diwakilkan pada orang lain atau tidak, terbagi menjadi tiga macam.

Pertama, ibadah badaniyah mahdhah, maksudnya adalah ibadah yang murni berupa gerakan fisik, tanpa dicampuri dengan komponen lainnya, seperti shalat dan pastinya puasa. Maka jenis ibadah demikian, tidak boleh untuk diwakilkan pada orang lain kecuali dalam satu permasalahan, yakni shalat sunnah thawaf, yang boleh diwakilkan pada orang lain, atas jalan mengikut (tab’an) pada ibadah haji, yang boleh diwakilkan.

Kedua, ibadah maliyah mahdhah. Ibadah jenis ini murni hanya menyangkut persoalan harta seperti sedekah dan zakat, ingat ya cuma berkenaan dengan harta, bukan tahta apalagi wanita, hihi… Menurut para ulama, ibadah jenis ini boleh diwakilkan pada orang lain dalam pelaksanaannya.

Ketiga, ibadah maliyah ghairu mahdhah. Maksud ibadah jenis ini adalah bahwa ibadah yang dilakukan kaitannya dengan harta, namun juga mengandung gerakan-gerakan fisik (badaniyah) di dalamnya. Contohnya adalah ibadah haji dan umrah di mana dalam pelaksanaannya membutuhkan biaya (harta) dan terdapat ketentuan-ketentuan khusus yang melibatkan gerakan fisik dalam melakukannya seperti tawaf dan sebagainya.

Nah, teman-teman Milenial mesti tahu tuh bahwa ibadah ghairu mahdhah ini sangatlah luas cakupannya, seperi perbanyak senyum, haluskan tutu kata, dakwah di media sosial, berpenampilan keren namun tetap islami, tidak kebanyakan tidur pada bulan puasa namun diisi dengan target ibadah lainnya, nonton YouTube dakwah, hunting buku how to book, mengikuti kajian-kajian daring, ngabuburit di tempat yang ‘nyaman’ dan masih banyak lagi yang bisa kamu lakuin selama bulan Ramadhan nanti, biar semakin berwarna namun tetap bernilai ibadah.

  1. Set waktu dari bangun tidur sampai tidur lagi

Ramadhan tiba, what will we do?


Jangan tertipu sama ‘hadist‘ tidur di siang hari bulan puasa bernilai ibadah, ini sanadnya dhaif, tapi hikmahnya begini tidur aja bernilai pahala apalagi diisi dengan semangat ibadah-ibadah lainnya, kan lebih keren di mata Allah dan para Malaikat nya, juga di mata para bidadari-bidadari syurga-Nya.

  1. Pahami proses metamorfosis kupu-kupu

Bulan Ramadhan adalah pelatihan lahir batin untuk mencapai kemenangan hakiki, melalui surat Al Baqarah: 183, kita berpuasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga namun lebih dari itu bagaimana menaklukkan diri sendiri untuk meraih gelar muttaqien seutuhnya.

Layaknya seekor ulat yang berjuang menahan makan dan minum, menahan diri dari banyak ‘ulah’ supaya bisa menjadi seekor kupu-kupu yang indah, dengan sayap-sayapnya yang kuat dan tingkah lakunya yang mengagumkan. Sehingga bisa menumbuhkan bunga-bunga tetumbuhan sumber kehidupan.

READ  Update COVID-19 Muba: Nihil Penambahan Kasus

Mari sambut Ramadhan 1 Ramadhan 1442 H dengan IMUN yang kuat, IMAN yang selalu meningkat dan ibadah yang AMAN. (Danaz)