IKAMURATA PUSAT Ikatan Keluarga Musirawas Utara, Komunitas masyarakat yang berada di Jabodetabek berasal dari Muratara Sumsel, 7 Mei baru lalu dalam acara Buka Puasa bersama di Ciputat mendeklarasikan Pernyataan Sikap dan mendorong agar Bupati Muratara yang baru terpilih H. Devi Suhartoni cepat memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) no. 02 Tahun 2017 Tentang Pelarangan Pesta Rakyat malam hari. Lantaran terlalu besar mudoratnya.
Pernyataan sikap ini langsung dipimpin Ketua Umum organisasi primordial ini H. Fauzi H. Amroh yang juga Anggota DPR RI dari Nasdem Dapil 1 Sumsel. Dalam pernyataan sikap ini berintikan agar generasi muda di pedesaan dalam wilayah ini tidak banyak menjadi korban Narkoba, barang haram yang dapat menghancurkan masa depan.
Menurut Fauzi, Pesta Rakyat yang diadakan oleh tuan rumah pernikahan atau selamatan lainnya, akhir-akhir ini sudah banyak yang melenceng dari tujuan event itu sesungguhnya. “Coba kalau kita lihat, pesta sudah pakai Disk Joky (DJ) lampu diremang-remangkan, perempuan laki berdempetan, sudah mabuk, narkoba bebas beredar. Apa ini tidak membahayakan generasi muda kita”, kata Fauzi dengan nada perihatin.
“Efeknya merembet ke perkelahian dan rawan pencurian dan bahkan lebih jauh lagi bisa menggangu keharmonisan rumah tangga”. Imbuhnya lebih lanjut.
Sementara itu, H. Anwar Mahadra Sekjennya, mengatakan salah satu peran Ikamuratara Pusat, akan mengadakan sosialisasi dan edukasi generasi muda agar menjauhi barang yang bisa menghancurkan masa depan ini. Selain itu menurutnya, bagi yang sudah kecanduan akan diberi therapi penyadaran atau keinsyafan.
Dalam acara ini diadakan juga Kultum sebelum buka oleh H. Azkar Badri Tentang keistimewaan pahala ibadah puasa. Menurut Ketua Program Studi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) MAA Jartata ini, bawa pahala ibadah puasa kelak Allah tidak memotongnya lantaran kita di dunia dzolim terhadap orang lain atau mengupat. “Pahala ibadah lain diambil oleh Allah untuk membayar hutang dosa kita kepada orang lain. A’u dzubillah min dzalik”, kata ustadz ini. “Puasa kita tidak lama lagi akan berakhir, kita terasa sedih berpisah. Mudah-mudahan kita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan di tahun berikutnya”, katanya dengan nada do’a. ( Qonita Zawirah)








