Dirgahayu Muratara, Surat Cinta Tokoh Pemuda untuk Kemajuan Muratara

Tokoh Pemuda Siap Bersinergi Membangun Tanah Kelahiran

Coganews.co.id | MURATARA – Lahir pada 11 Juni 2013 (Undang-undang No. 16 Tahun 2013) yang diawali dengan semangat berdarah-darah pada 29-30 April 2013 dalam bingkai perjuangan dan do’a menjadikan bumi Beselang Serundingan ini penuh akan putik yang mewujud bunga harapan dan menjadi buah karya yang bisa dinikmati oleh setiap makhluk yang berpijak didalamnya hingga saat ini.

Beselang Serundingan dengan arti gotong royong yang kuat, ber-Sinergi (Silaturahmi Energi) dalam menyongsong perubahan dan musyawarah mufakat untuk mencapai titik serunding (titik temu).

Banyak ungkapan harapan dari para Tokoh Pemuda yang patut menjadi milestone bagi para pemangku kebijakan.

Rendy Hariansyah, Ketua Forum OSIS Muratara (FOSTARA) 2019-2021 menyampaikan,

Mewakili suara para pelajar di Tanah Kelahiran tercinta, harapan besar di Hari Lahir ke 8 Muratara yakni Pemerintah Kabupaten mesti lebih memperhatikan siswa dan pemudanya. Karena kenapa? Jika ingin melihat Muratara kedepan, lihatlah para pelajar dan pemudanya sekarang, gencarkan upaya-upaya konkret untuk memfasilitasi kegiatan kepemudaan sehingga bisa terlindungi dari bahaya Narkoba dan penyimpangan sosial lainnya.

Kita bersyukur, di Fostara juga kita sudah mengharumkan nama Muratara hingga ke tingkat Provinsi dengan karya-karya nyata lainnya.

Kita menyadari bahwa tidak boleh ‘mantongop’ dan harus siap sama-sama memajukan Kabupaten Muratara tercinta”.

Dilanjutkan oleh Candra Hanafia, Pemerhati Kearifan Lokal Muratara, ” Kita bersyukur sudah dilahirkan di Bumi Berselang Serundingan ini yang memiliki beragam kearifan lokal dengan pesannya tersendiri.

Ini menjadi prestise tersendiri bagi Kulop-Kupek dan segenap masyarakat nya, seperti ikonnya Jembatan Warna-warni dengan empat warna simbol dimana empat pahlawan yang gugur dalam pemekaran Muratara yang juga tepat dengan Simpang 4 Rupit yang menjadi titik sentral akses ekonomi dan sosial masyarakat di Muratara, Danau Rayo yang kedalamannya tak pernah terjamah menyimbolkan dalamnya kemauan masyarakatnya yang tak bisa diukur, Gunung Barisan yang menyimbolkan kokohnya kemauan masyarakatnya dan segala kekayaan alamnya yang membawa pesan Tuhan bahwa bumi ini harus menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.”

Dwi Pitriani, Mahasiswi IPB University asal desa Maur Muratara menambahkan,

READ  Komisi V DPR RI Bakal Bawa Dana APBN Bangun Jalan di Muba

Di usia ke 8 tahun ini kita harus bisa lebih maju lagi, mampu menghasilkan generasi generasi yang kreatif, inovatif dan produktif yang mampu menghasilkan karya.

Potensi pertanian dan perkebunan kita juga begitu besar, disini banyak persawahan,karet,sawit,kebun jeruk dan kelingking dan apabila lahan mati dihidupkan serta dikelola maksimal tentu akan mengangkat kesejahteraan masyarakat.”

Sementara itu Abdul Gopar, Ketua Umum Pimpinan Pusat HPP Muratara 2020-2021 mengajak,

Kita di HPP Muratara terus menghimpun keberagaman dari 82 desa di 7 Kecamatan agar konkret bisa membangun Tanah Kelahiran tercinta.

Dimana pun kami berada kami berani pasang badan demi menjaga nama baik Tanah Kelahiran ini.”

Lalu Dandi Nazor, Sekjen HPP Muratara 2020-2021 dan Calon Ketua Umum Pimpinan Pusat HPP Muratara 2021-2023 mengungkapkan,

READ  Nasrun Umar (HNU) Dilantik Sebagai Ketua PD KB FKPPI Sumsel

“Kita sangat optimis bahwa Muratara mampu seperti Kota Lubuklinggau dengan potensi pariwisata nya. Musi Banyuasin, Muara Enim dengan potensi migas kekayaan alamnya atau OKU Raya yang mampu melahirkan orang-orang berpengaruh di Sumatera Selatan.

Kita harus Serundingan mewujudkan Muratara SURGA (Semua Untuk Warga), sepenuhnya dimanfaatkan untuk masyarakat nya, sesuai UU Pasal 33 1945.”

Sementara itu Fauzal Akbar, Ketua Harian Karang Taruna mengajak, “Mari sama-sama bersinergi membangun Muratara dari berbagai elemen, kesejahteraan masyarakat nya menjadi kewajiban kita yang memiliki kemampuan untuk mewujudkannya.”

Febi Karunia, Sekretaris Umum Forum Kito Pacak mengungkapkan,

Muratara adalah tanah indah nan subur. Bukan saatnya lagi bagi para pemudanya bersaing tapi saatnya berkolaborasi membangun dengan segala yang kita bisa”

Ditambahkan oleh Agung Kurniawan, Tokoh Pemuda Kecamatan Rupit menegaskan,
Muratara sudah mulai dikenal baik bahkan ke tingkat nasional, Bapak Bupati kita yang memiliki kapasitas dan relasi ke pusat harus didukung oleh para pemuda yang unggul dan terarah. Mari satukan barisan demi kemajuan”.

Diakhiri oleh Sandyka Buana, Ketua PC GMI Muratara, “Boleh… bersaing sampai ke langit namun di Bumi Beselang Serundingan kita tetap bersaudara meskipun latarbelakang kita dari berbagai warna.

Jadikan Hari Jadi ke 8 Tahun Muratara ini sebagai refleksi bagi kita semua bahwa tantangan semakin berat, namun semangat gotong royong akan menghantarkan kita bisa cepat naik kelas.”

(Danaz)