Perlu Panita Ad Hoc Pengawal Proyek Besar Di Tangsel

Coganews.co.id | TANGSEL – Di tengah perbincangan hangat (Hot Issue) masalah amburadul pelaksanaan lelang dan penentuan pemenang yang berimbas kepada pelaksanaan pekerjaan di Tangerang Selatan (Tangsel) banyak disoroti dari LSM, wartawan dan juga disomasi oleh Advokat serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Republik Indonesia (LKPP RI) dalam beberapa minggu ini.

Penentuan pemenang lelang proyek Jasa Pengangkutan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup salah satu yang menjadi tema besar dalam perbincangan publik.

Hal ini mengusik Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Aldi Zuhri angkat bicara soal adanya kemungkinan terjadinya permainan tidak sehat dan melanggar atau menabrak perundang-undangan yang berlaku dalam hal ini, yang diistilahkan oleh LKPP RI Persengkongkolan horizontal.

Menurut Aldi, 20/08/2021, jika ada aparat dari legislatif ada bermain dalam Proyek Jasa Pengangkutan Sampah, harus aparat penegak hukum mengusut tuntas. Aldi tidak mau lembaga DPRD dirusak oleh segelintir orang. Ia berjanji, bulan September atau Oktober akan membahas persoalan lelang sampah yang bernilai Rp.18.281.551.200,00 ini.

READ  Bupati DRA Surati Kementerian PUPR dan Kemenhub, Desak Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak

“Biar transparan dan fair play dalam pelaksanaan lelang ini, mungkin perlu dibentuk panitia Adhoch Pengawalan Lelang menyangkut Proyek yang bernilai besar. Panitia ini terdiri dari internal, Inspektorat, kepolisian, masyarakat unsur LSM dan wartawan”, kata Duano.

“Ini jalan keluarnya, karena Pokja tidak bisa kerja secara baik dalam ketaatan peraturan dan diindikasikan ada permainan. Bahkan sebetulnya dalam hal proyek yang bermasalah lainnya, ketua PPK, Wismansyah sudah bisa ditersangkakan. Ulah semacam ini sudah berlarut-larut”, katanya.

“Coba perusahaan yang dimenangkan PPK, PT. Abadi Tasumu. Ini dipaksakan. Padahal setelah kita turun ke lapangan menelisik perusahaan ini bermasalah. Bukan saja alamat kantornya tidak jelas, menyalahi ketentuan. Juga perusahaan ini bidang usahanya Ekspedisi.

READ  Oleh-Oleh Mendampingi Mahasiswa STIKOM MAA Ke Sobang Lebak Banten

Pengangkutan sampah ini sangat spesifik, karena ini termasuk limbah, dan bisa limbah beracun. Masa diangkut oleh perusahaan yang spesialisasinya bidang Ekspedisi. Otomatis juga perusahaan ini tidak mempunyai alat berat dan Dum Truk yang dipersyaratkan. Apalagi itu milik sendiri”, kata Duano yang banyak terjun ke lapangan memastikan kondisi sebenarnya perusahaan pemenang lelang.

“Saya yakin dalam daftar peserta ikut lelang, pasti ada perusahaan yang qualified, profesional di bidangnya, punya pengalaman, peralatan dan kompetensi sesuai dengan Bidang Pengangkutan Sampah. Maka Pokja itu harus turun lapangan, survey atau verifikasi perusahaan calon pemenang tender. Lihat kondisi riil perusahaan-perusahaan tersebut. Baru menetapkan skor dan menentukan pemenangnya. Ini mekanisme yang benar”, katanya. (Abe)