Duka Semeru Duka Kita Semua, Kisah Haru Dibalik Meletus nya Gunung Semeru

Coga News196 Dilihat

Coganews.co.id | Palembang – Meletusnya Gunung Semeru pada Sabtu lalu (2/12/2021), mengukir kisah kelam bagi penduduk setempat. Isak tangis mengiringi musibah yang dialami, seraya berusaha untuk tetap tegar menghadapinya. Berikut kisah haru yang terekam di balik erupsi Gunung Semeru.

  1. Seorang Ibu Selamatkan Anak

Sebuah akun TikTok @klomank_ml memperlihatkan unggahan mengenai seorang ibu yang membawa anaknya menggunakan jas hujan, menerjang debu erupsi untuk evakuasi diri.

Ibu itu menghampiri sebuah rumah untuk meminta air guna membasuh wajahnya yang penuh dengan debu. Sedangkan sang anak berada di balik jas hujan.

Banyak warganet yang merasa iba dan terharu dengan perjuangannya menyelamatkan sang anak. “Debu vulkanik itu perih banget loh di mata. Dulu pernah ngerasain pas letusan Gunung Kelud. Beneran perih di mata (emoji sedih),” tulis salah satu warganet.

  1. Berlari Sejauh 13 Meter

Cerita haru juga datang dari Sinten (60) dan Dewi Novitasari yang dapat menyelamatkan diri dari dampak erupsi Gunung Semeru. Mereka berdua selamat setelah berlari hingga sejauh 13 kilometer.

READ  Pengurus Provinsi PBFI (Perkumpulan Binaraga Fitnes Indonesia) di Lantik

Sinten dan Dewi melakukan perjalanan evakuasi dengan berlari ke rumah tetangga yang berjarak sekitar 1 kilometer. Kemudian, mereka lanjut berlari ke masjid yang jaraknya 5 kilometer dan mengarah ke Dusun Gunung Sawur.

Saat tiba di Dusun Gunung Sawur, beruntung keduanya segera diamankan ke Desa Sumbermujur menggunakan pick up. Mereka berdua berhasil selamat. Namun, mereka harus kehilangan salah satu keluarganya, Samsul, yang pada saat itu sedang bekerja menjaga portal tambang dekat Gunung Semeru. Saat ditemui (4/12/2021) di RSUD Dr. Haryoto Lumajang, Sinten mengatakan Gunung Semeru meletus dengan cepat dan erupsi datang seperti kiamat sedang menjemput.

  1. Meninggal dalam Kondisi Berpelukan

Kisah haru selanjutnya berasal dari Rumini (28) dan Salamah (70). Keduanya warga Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Mereka merupakan anak dan ibu yang tewas karena erupsi Gunung Semeru. Mereka tewas dengan posisi berpelukan di dalam rumah.

READ  Update COVID-19 Muba: Penambahan 1 Kasus Sembuh, 6 Positif

Tubuh Salamah, Ibu dari Rumini yang sudah renta tidak memungkinkan untuk berlari. Rumini yang melihat kondisi ibunya, tak tega meninggalkan Salamah sendirian di tengah erupsi Gunung Semeru yang dahsyat.

Lantaran tak bisa membawa sang ibu, diduga Rumini menemani sang ibu hingga ajalnya. Mereka sama-sama tertimbun reruntuhan bangunan rumah. Legiman, paman Rumini, mengatakan bahwa suami Rumini dan seorang anaknya selamat. Namun, suami dan anak Salamah yang lain mengalami luka cedera akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah.

4. Tewas dengan Menggendong Bayi

Kisah lain terjadi di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Jawa timur (5/12/2021). Relawan Baret Rescue Gerakan Pemuda Nasdem Jember menemukan jenazah seorang ibu yang sedang menggendong bayinya tertimbun lahar Gunung Semeru.

Selain itu, terdapat tiga jenazah yang masih terjebak di dalam truk pengangkut pasir, serta tujuh jenazah yang tertimbun lahar Semeru. Sampai saat ini identitas korban belum diketahui secara pasti. (Danaz)