Perang 5 Hari 5 Malam Di Palembang Digelarkan

Coganews.co.id | Jakarta – Seiring memperingati Hari Bela Negara, 9 Desember 2021. Bertempat di Jakarta, 18/12/2021 diadakan Dialog Interaktif secara offline dan online dengan Zoom Meeting, menguak kembali Nilai-Nilai Kejuangan para pahlawan pelaku Perang 5 Hari 5 Malam, 1-5 Januari 1947 di Palembang, untuk reaktualisasi bagi kalangan generasi muda, generasi kekinian yang sekarang ini ada kecenderungan tergerus semangat nasionalisme.

Acara yang diadakan oleh IKAL TAPLAI ini mendapat sambutan cukup antusias di kalangan peserta baik offline maupun online. Pesertanya hampir mencapai 300-an orang. Untuk zoom meeting, selain dari seluruh wilayah Indonesia, juga dari Luar Negeri.

Pembicara Utama, Jendr. TNI (HOR) Dr. (HC) Agum Gumelar. Pembicara dari pelaku sejarah, Prof. Dr. Emil Salim. Pembicara lainnya, Brigjen TNI (Marinir) Yuliandar KD Tuah dari Dir. Binlak TAPLAI Lemhannas RI, dan Laks Muda TNI Prof. Dr. Setyo Harnowo ( Ketua Forum Bela Negara Indonesia). Dalam schedule acara, sedianya Keynote Speaker akan diisi DR (HC) Puan Maharani, Ketua DPR RI. Tapi berhalangan hadir.

Menurut Agum Gumelar, ada 3 hal yang harus dipegang oleh generasi sekarang dalam rangka mencintai negara. Pertama, Nasionalisme. Semangat ini harus menjadi pegangan utama. Kedua, Kualitas Sumberdaya manusia, dan ketiga, Kedisiplinan. “Yang ketiga ini mudah diucapkan, tapi praktek di lapangan sangat susah”, katanya. “Karena ini juga menyangkut penegakan hukum. Penegakan hukum seharusnya tidak pilih kasih, siapapun yang terjerat, harus diberlakukan hukumnya”, tegas Agum Gumelar dengan serius.

Dalam acara ini juga Agum Gumelar menyampaikan Apresiasi yang luar biasa kepada Almarhum Abuhasan Said yang sempat merekam pengalaman dan ingatannya sebagai pelaku sejarah pada Buku Bumi Sriwijaya Bersimbah Darah. “Buku ini sebagai bagian pewarisan kepada generasi muda. Catatan sejarah untuk selamanya”, tambahnya.

READ  NPCI Sumsel Persiapkan Tuan Rumah Peparpenas 2023

Sementara itu, Prof. DR. Emil Salim mengutarakan pengalaman sejarahnya, “Sa’at itu kita berhadapan dengan musuh yang peralatan perangnya lebih bagus dari kita. Kita hanya dengan peralatan seadanya, Parang, Golok dan Bambu Runcing. Tapi karena semangat mempertahankan negara dan mengusir’penjajah dari Tanah Air. Hal itu tidak membuat hati kita ciut atau takut”, katanya masih menampakkan semangat tinggi. “Maka hendaknya, nilai-nilai kejuangan ini dapat diteruskan oleh generasi sekarang sesuai dengan potensi dan kondisi”, pintanya.

M. Syarman Tjik. NG, mengatakan, acara ini digelarkan untuk membangkitkan nilai-nilai Heroisme, Patriotisme dan nasionalisme di kalangan generasi muda, generasi milenial karena diterpa kemajuan ilmu dan teknologi informasi dan komunikasi, nilai-nilai tersebut semakin terjadi degradasi. “Ini salah satu injeksi nilai-nilai Heroisme”, kata Bang Arman, panggilan akrabnya.

Menanggapi hal ini, H. Eddy Sjafuan, Pengurus Dewan Harian Nasional 45. Mengatakan, kita bersyukur dan berterima kasih banyak kepada para pejuang dari daerah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). “Di samping mereka sebagai pejuang, ikhlas berkorban, tenaga, darah dan jiwa membela negara dan bangsa. Tapi menurut saya yang tidak kalah pentingnya, kita orang Sumbagsel punya andil, punya saham terhadap negara. Negara milik kita juga. Mari kita jaga dan rawat pula”, kata pak Eddy Sjafuan yang juga lagi menggagasPenulisan Buku Perang Kelambet Di Daerah Musirawas Utara ini. (Qonita Zawirah)