Coganews.co.id | Palembang – Tahun 2021 ini sarat akan peristiwa dan fenomena yang tak bisa kita lupakan. Mulai dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan hingga muncul lagi varian barunya Omicron, jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, tenggelamnya KRI Nanggala 402, banjir bandang dimana-mana, hingga meletusnya Semeru, kasus pelecehan Mahasiswi di salah kampus di Sumsel, pemerkosaan 21 santri di Jabar, hingga gempa 7,4 SR di NTT, kekalahan Indonesia di leg 1 final AFF 202O serta banyak lagi deretan lain yang menghiasi prahara kebangsaan kita.
Namun, sebagai generasi Milenial yang FUTURISTIK yang terus bergerak, bertindak dan berdampak, kita harus menjadikan setiap peristiwa dan perubahan waktu sebagai kesempatan untuk ingat, merenungkan, dan mengambil pelajaran atau bermuhassabah diri untuk menjadi insan yang lebih baik dan banyak berdampak bagi bangsa dan umat kedepannya.
Dari muhasabah kita mau berusaha memperbaiki kondisi dan meluruskan arah perjalanan. Jangan sampai ibaratkan seorang atlet, kita terus berlari, berkeringat bahkan berdarah-darah tanpa adanya garis finish.
Besok kita akan berpisah dari tahun 2021 dan menyambut tahun yang baru 2022 dalam kalender Masehi.
Kita merasa bahwa waktu begitu cepat berlalu dalam setiap detiknya. Ditambah lagi jelang tahun 2022 ini kita belum sepenuhnya lepas dari pandemi dengan varian baru nya Omicron.
Namun, terutama generasi muda kita harus terus ingat pentingnya menjaga lima perkara sebelum datangnya lima perkara.
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Dari Amru bin Maimun bin Mahran sesungguhnya Nabi Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam berkata kepada seorang pemuda dan menasehatinya, “Jagalah lima hal sebelum lima hal. (1) Mudamu sebelum datang masa tuamu, (2) sehatmu sebelum datang masa sakitmu, (3) waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, (4) kayamu sebelum miskinmu, (5) hidupmu sebelum matimu.
Hadist di atas sangat cocok dengan keadaan kita pada saat ini. Jaga apa yang ada di diri kita, sebelumnya semua mengembun entah kemana. Jangan sampai menyesal setelah kita merasakan perihnya kehilangan, guys! hihi…
Jujur saja, jelang tahun baru tidak sedikit dari kita yang mulai ingin beruforia menyambut tahun baru 2022. Tidak sedikit yang menyoroti dari perspektif agama bahkan menjadi ajang perdebatan. Tapi, alhamdulilah Pemerintah melalui Instruksi Kemendagri Nomor 66 dan 69 tahun 2021 bersama pihak Kepolisian untuk larangan perayaan malam pergantian tahun baru dengan berhura-hura dan menimbulkan keramaian, tidak boleh dengan maksiat!

Bismillah, 2022 akan tiba rekatkan yang retak, pegang erat persatuan dan kesatuan umat, tebarkan manfaat dan kasih sayang sesama anak bangsa.
Bismillah, 2022 akan datang mari kejar mimpi yang entah kelihatan tidak mungkin, namun Yakin Usaha Sampai, Kito Pacak Man Kito Galak!
Bismillah, 2022 is coming mari kita isi dengan bermuhassabah diri, evaluasi dan refleksi atas apa yang sudah kita perbuat, berdzikir dan do’a bersama untuk semangat
menebarkan manfaat bagi bangsa dan umat!
(Danaz)












