59,5 Hektar Lahan Bawang Siap di Buka

COGANEWS.CO.ID | MURATARA – Budi daya bawang merah positif, terakhir kali panen bawang merah di Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu ada peningkatan. Pada panen pertama penghasilan tanam bawang merah mencapai 60 persen, berbeda di musim panen kedua ini, para petani bisa menghasilkan bawang 80 persen dari target secara Nasional 90 persen.

Melihat keberhasilan tersebut, Pemerintah Kabupaten mengambil keputusan untuk memperluas lahan budi daya bawang merah dari sebelumnya luasan 2 hektar di tiga sedang tahun ini 59,5 hektar sudah di usulkan oleh masyarakat.

Suasana Rapat Percepatan dan pengembangan Bawang Merah di Ruangan Rapat Bina Praja Pemkab Muratara. (Dok.Aan)

Drs ABD Wahid Asisten Administrasi Umum Pemkab Muratara, sudah ada tiga titik di lakukan percobaan budi daya bawang merah, hasilnya positif. Bawang bagian dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati Muratara, Pemda menginginkan 100 hektar bawang dan menjadikan kabupaten Muratara sebagai lumbung bawang merah di wilayah Sumsel.

“Kita sudah membentuk tim untuk pengembangan dan percepatan bawang merah ini, sebagai ketahanan pangan kita di Kabupaten Muratara sudah cukup memiliki SDM, kita ada tenaga ahli, ada penyuluh pertanian, lahan yang luas serta antusiasnya masyarakat untuk budidaya bawang cukup banyak,”katanya, Selasa (22/3/2022).

READ  Bupati Muba Beri Tali Asih Buat Redi

Meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam, pengembangan korporasi petani, dan pengembangan untuk peningkatan produksi pangan bawang merah di kabupaten Muratara, tambahnya

Kepala Dinas Pertanian menjelaskan awalnya ide ini memang dari Pak Bupati menginginkan komoditi baru di Kabupaten Muratara. Ada tiga titik percobaan budi daya bawang merah, semua di Kecamatan Rawas Ulu, hasilnya cukup memuaskan

“Kita sudah melakukan uji coba penanaman bawang merah ini di Desa Lesung Batu Muda dan Desa Sungai Kijang kecamatan Rawas Ulu dengan hasil untuk satu hektar sangat memuaskan,”katanya.

Ia menjelaskan, lahan bawang merah akan di tingkatkan keseriusan, sehingga pihaknya akan memperluas lahan 59,5 hektar. Dari jumlah tersebut tidak bisa semua lahan bisa di garap karena alasan anggaran.

” Dari 59,5 itu tiga hektar di bantu Bank Indonesia (BI), 10 hektar menggunakan APBD Pemda Muratara, 15 bantuan dari DPR RI. Sementara sisanya masih berkoordinasi dengan Bupati, bisa saja nanti direkomendasikan ke perusahaan yang ada,”jelasnya.

READ  Sekda Sumsel : Penguatan Ekosistem Closed Loop Ciptakan Sistem Pertanian Kopi Berkelanjutan dan Menguntungkan

Menjadi petani bawang merah cukup menggiurkan dengan pemanfaat lahan pertanian seluas 0,25 hektar atau 1/4 hektar bisa menghasilkan uang 15 Juta bersih

Muhammad iksan (52) petani budi daya bawang merah di desa Sungai Kijang, Kecamatan Rawas Ulu mengaku awalnya dia tidak percaya budi daya bawang merah bisa menghasilkan pundi pundi rupiah, karena budi daya bawang merah yang diketahui di daerah tropis.

Ia menjelaskan, namun setelah ada bantuan bibit dari pemerintah daerah yang menjalin kerjasama dengan PT Sifef group dalam kerjasama program community development, tanah di kelolah dengan baik. Dia mengaku cukup puas setelah melakukan Budidaya bawang Merah.

“Saya cuma punya 15 galangan, ditanam di luas area 0,25 hektar. Dalam waktu 59 hari sudah panen, hasil kotornya Rp. 23 juta setelah di potong biaya pupuk dan bibit, untung bersihnya Rp15 juta sekali panen,”katanya.

Lanjutnya, karena sudah kelihatan hasilnya, kami berharap ada bantuan lainnya dari pemerintah untuk mengolah lahan karena selama ini, pengelolaan masih manual. Seperti alsintan, bisa juga peralatan yang lainnya sesuai dengan kebutuhan petani bawang.(AJR)