Ratusan Sopir Hauling Kecewa Amri dan Wayan Tidak Hadir Debat Terbuka

Coga Daerah806 Dilihat

COGANEWS.CO.ID|MURATARA– Isu penutupan Hauling Batu Bara, hingga tantangan Debat oleh salah satu Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Kepada Bupati Kabupaten Muratara H.Devi Suhartoni.

Pada Pelaksanaan Debat dan Diskusi yang di jadwalkan dan di fasilitasi oleh Aliansi Sopir Batu Bara Hauling Nibung hari ini (1/8) di Desa Sumber Makmur (SP.7) Kecamatan Nibung.

Masyarakat dan ratusan sopir sudah hadir sejak pukul 8 pagi untuk menghadiri diskusi ini, tapi disayang Anggota DPRD Amri Sudaryono dan I Wayan Kocap tidak ada yang hadir, hanya Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara H.Devi Suhartoni yang hadir.

Kehadiran Devi yang menindaklanjuti tantangan debat oleh anggota DPRD Muratara, Amri Sudaryono ternyata bertepuk sebelah tangan karena ketidakhadiran sang penantang. HDS hadir bersama jajaran OPD Pemkab Muratara yang sebelumnya telah melakukan sidak bersama Forkopimda beberapa waktu yang lalu.

Ratusan Sopir Hauling Batu Bara Nibung dan Masyarakat antusias menghadiri debat. (Foto : Aan)

Kehadiran Kader PDIP Sumatera Selatan tersebut di sambut antusias oleh para sopir dan warga masyarakat yang sudah datang dari pagi hari. HDS sendiri hadir tepat waktu sesuai undangan dari Aliansi Sopir Batubara Nibung yaitu pukul 09.00 wib.

” Saya hadir sesuai undangan saudara-saudara sekalian dan memenuhi ajakan saudara Amri Sudaryono untuk turun sama-sama dialog dan diskusi bersama saudara semua supaya ada solusi bagaimana kelanjutan dari angkutan Batubara disimpang Nibung ini,” Kata Bupati

Selanjutnya, Karena pak dewan yang terhormat Amri Sudaryono tidak bisa hadir, maka kita kita ngobrol-ngobrol saja. HDS menambahkan, bahwa apa yang dilakukan oleh pak Amri Sudaryono dan pak I Wayan Kocap itu sudah benar, karena mereka adalah wakil rakyat yang memang sudah seharusnya menyampaikan aspirasi rakyat, dan dirinya sebagai Bupati juga sudah benar, mendengarkan apa yang menjadi aspirasi dari DPRD Muratara .

READ  Bupati Muratara Fasilitasi Mediasi Sengketa Masyarakat dengan PT.DMIL Hasilkan 4 Kesepakatan

“Harus di pahami ya, saya selaku Kepala Daerah melakukan kebijakan evaluasi dan review angkutan Batubara ini karena ada statement dari pak Amri dan pak I wayan lho yang meminta angkutan Batubara ini di tutup, kan saudara2 bisa baca di media online, trus di pidato kondangan, ada kok rekaman pak I wayan minta angkutan ini di tutup. Makanya saya hadir disini di hadapan bapak semua,ayo kita cari solusinya”. Tambah Bupati.

Untuk itu, dirinya mengaku demi mengayomi masyarakat dirinya bersabar menunggu pihak DPRD Hadir sampai jam 12.00.

Setelah jam 12 pihak Amri dan I Wayan tidak hadir, HDS akhirnya menanggapi aspirasi para sopir tersebut. Ia memastikan angkutan Batubara untuk terus operasional, tetapi dengan syarat. ” Saya tegaskan, silahkan kalian terus angkut tetapi dengan syarat, Pertama, jam 06 – 08 dan 16-18 seluruh truk harus berhenti operasi, tidak boleh ada di jalan, karena saat itu, jalan padat anak mau sekolah dan orang berangkat kerja. Jam 16.00 orang pulang kerja, jadi stop, Kedua di jam tersebut wajib untuk dilakukan penyiraman jalan, jangn ada debu, dan Ketiga maintenance jalan harus ditingkatkan, sanggup!!! ” Tegas Bupati yang juga Kader PDI Perjuangan dan di sambut teriakan setuju para sopir.

Antok salah satu sopir mengungkapkan kekecewaannya tidak hadirnya anggota dewan tersebut,

” Kami sangat berharap anggota dewan yang terhormat pak Amri dan pak Wayan bisa hadir langsung pada siang ini dan berdiskusi yang bisa kami dengar langsung, tapi sangat di sayangkan anggota dewan yang terhormat tidak hadir tanpa alasan “. Ucapnya dengan Kecewa.

READ  Bupati Devi Ajak Partisipasi Pemilih Pemula pada Kontestasi Pemilu 2024

Kami sangat berharap anggota dewan hadir disini secara langsung, jangan pas mau pecalonan saja langsung datang ke masyarakat, lihat kami perkerjaan kami yang halal ini terusik. Ungkap Anto

Ya kalau begini mau di bilang apa kami rakyat yang butuh wakil kami langsung mendengar keluh kesah kami, padahal debat hari ini membuktikan bahwa wakil kami benar-benar peduli dengan kami secara langsung jangan hanya bisa debat dengan pakaian necis dan di ruangan elit, dan makan gratis dari hasil rakyat. Tegasnya.

Lihat Pak Bupati sudah membuktikan bahwa sebagai orang tua kami bisa hadir dan memberi solusi dan memberikan rasa nyaman ucapan terima kasih dengan pak Bupati yang bisa langsung hadir dan membuktikan kepada masyarakat dan sopir sebagai tokoh politik yang berani langsung ke datang ke rakyat, langsung mendengar keluh kesah kami para sopir dan masyarakat terkait nasib kami sopir Hauling ini.

Kami sudah lega walupun hanya 50% dari keyakinan kami terkait nasib kami yang menggantungkan ekonomi keluarga di hasil penarikan batu bara ini.

Ditempat yang sama Tarmizi mengungkapkan kekecewaannya tidak hadirnya kedua Anggota Dewan.

” Amri dan Wayan Kenapa Takut Tidak Hadir Debat kami sangat mengharap kehadiranya kami sudah fasilitasi, kenapa beda dengan ucapan di media menantang Bupati Debat, sudah kami fasilitasi tidak datang artinya sama saja Bedil Buluh ( Senjata dari bambu suara seperti Meriam)”.Tegasnya.

I Wayan Kocap Anggota DPRD Kabupaten Muratara saat di hubungi via pesan Whatapp mengatakan Belum bisa hadir. (AJR)