oleh

Kegiatan eksplorasi Lahan Warga Seakan-Akan Di Serobot Perusahaan

Coganews.Co.id | Gunung Kembang-Dayat Lanang Tanjung, Selaku Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam “HMI” Menyayangkan Adanya Aktivitas Perusahaan Pertamina dalam konteks ini Pihak Siesmik di Desa Gunung Kembang Baru Kec. BTS ULU Kab.Musi Rawas.

Menurut Dayat Sapaan Akrabnya Pihak Nya Mewakili Keluarga Tidak Dapat Pemberitahuan Secara Tertulis Terkait Pelaksanaan Pencarian Sumber Mata Minyak di Atas Lahan Keluarganya. Tiba-Tiba Saat Datang Ke Lokasi Lahan Keluarganya banyak para pekerja telah membentangkan kabel, Dayat Memberikan Gambaran Andaikan Rumah Milik Seseorang di Masuki Oleh Orang Tak di Kenal Walau Hanya Melihat-Lihat isi Rumah tanpa menyentuhnya Maka Hal Manusia Jika Orang Tersebut Marah. Dayat Juga Menambahkan Bahwa Keluarganya Merasa Kecewa akan perilaku pihak pemerintah desa dalam hal ini Pemerintahan Desa Gunung Kembang Baru, persoalan ini seakan-akan tidak adanya Transparansi kepada masyarakat terkait teknis pelaksanaan dan jadwal pelaksanaan pihak Siesmik tersebut.

” Saya Sempat Menghentikan Proses Kegiatan di Atas Lahan Keluarga Saya dan Meminta Pihak Siesmik dalam Hal Ini HUMAS nya Pak Petrus Untuk Datang Menemui Saya Berdialog Terkait Aktivitas di Atas Lahan Saya, Saya Menjelaskan Jika dari Awal Pihak Keluarga Saya Secara Fakta Mendapatkan Pemberitahuan Secara Tertulis Maka saya Mewakili Keluarga Mengatakan Jangan Kan Satu Atau Dua Hektar Pihak SIESMIK Melintas di Atas Lahan Kami Seribu Hektarpun Saya Persilahkan Walau Sesuai Kententuan Peraturan Gubernur Sumsel No 40 Tahun 2017 Adanya Uang Kompensasi Atau Ganti Rugi Maka Silahkan Pihak Perusahaan Mewakapkan Uang Tersebut ke Masjid Desa Gunung Kembang Baru Terserah Mau Atas Nama Perusahaan Ataukah Nama Masyarakat Desa Gunung Kembang Baru Saya Iklas.

Namun Hasil Dari Pertemuan Tersebut Ada Beberapa Point Penting Yang Menjadi Kesepakatan Antara Saya dan Pihak SIESMIK dalam hal ini Pak Petrus, Sampai Detik Ini Tidak Ada Jawaban Tindak Lanjut Terkait Pembahasan Yang Kami Bahas Malah Wa Saya di Blokir, Waktu Pembahasan Saya Memberikan Tiga Hari Kerja Untuk Pihak SIESMIK Memberikan Jawaban Dan Selama Itu Juga Jangan Adakan Dulu Aktivitas di Atas Lahan Kami, Namun Malah Sebaliknya Pihak SIESMIK Tetap Melaksanakan Kagiatan di Atas Lahan Saya Tanpa Ada Izin Resmi Dari Kami Keluarga Sampai Kegiatan Itu Kami Lihat sudah selesai. Dayat Mengatakan Kepada Awak Media Bahwa Hal Kecil Saja Masyarakat di Bohongi Apalagi Hal Yang Besar, Malah Menganggap Seakan-akan Masyarakat Ini Bodoh, Justru Pemerintah Hadir Bicara di Sini Atas Nama Rakyat, Jangan Diam Seolah-olah Kami Berpikir Bahwa Pemerintah Desa Telah Menerima Sesuatu Dari Pihak SIESMIK Tutupnya.(R.I.S)

Berita Lainnya