Audit Kasus Stunting Muratara Target turunkan Angka 14,3 %

Coga Kesehatan442 Dilihat

COGANEWS.CO.ID | MURATARA – Kegiatan Fasilitasi posisi rencana tindak lanjut audit kasus Stunting tahunan di Kabupaten Musi Rawas Utara, berlangsung di Aula RM Sederhana hari ini (5/10).

Acara ini buka langsung Wakil Bupati Muratara H.Inayatullah dan dihadiri langsung oleh Yeti Erika Sibarani, S.Psi dari Bkkbn Provinsi Sumatera Selatan, M.Faisal, S.Kom,.MM sebagai Satgas Pencegahan Stunting Provinsi Sumatera Selatan, Ahmad Sodik,SKM,. Mkm Pakar gizi, Kepala DPPKB dr Mahendra Putra, Dinas Kesehatan, Bappeda, Camat dalam wilayah Kabupaten Muratara, dan Kades.

Pembukaan rapat evaluasi rancana tindak lanjut Audit Kasus Stunting ini dilaksanakan guna mengurangi kasus Stunting yang ada di Kabupaten Musi Rawas Utara, Audit kasus Stunting ini merupakan identifikasi resiko dan penyebab resiko pada kelompok sasaran berbasis survailans rutin atau sumber data lainnya.

READ  Update COVID-19 Muba: Bertambah 11 Kasus Sembuh, 10 Positif

Tahapan dalam Audit Stunting meliputi Tim teknis Audit Kasus Stunting, pelaksanaan Audit dan manajemen pendampingan khususnya berbasis sasaran kepada kelompok sasaran (calon pengantin/remaja, ibu hamil, ibu nifas, baduta dan balita) dan kasus baduta/balita Stunting.

H.Inayatullah mengatakan dari apa yang sudah kita dengar bahwasanya jika ingin menurunkan tingkat stunting ini harus dengan adanya Audit Kasus Stunting.

Lanjutnya “Dengan demikian kita dapat memperoleh faktor-faktor penyebab yang beresiko supaya selanjutnya ada rencana tindak lanjuti untuk pencegahan dan penurunan angka stunting Kabupaten Musi Rawas Utara”. Harapnya.

M.Faisal Ketua Satgas pencegahan stunting Provinsi Sumatera Selatan.
“Menurut data yang ada sekarang kondisi Stunting kita tingkat nasional 24,4% sementara itu presentase Kabupaten Musi Rawas Utara 24,3 %, target untuk kasus stunting secara nasional di tahun 2024 dari 24,4% menjadi 14% dan kabupaten Muratara diharapkan dari 24,3 % menjadi 14,3% pada tahun depan”.

“Penurunan Stunting ini harus dilaksanakan oleh semua pihak, tidak bisa kita hanya mengandalkan oleh satu pihak saja untuk melaksanakan ini, semua pihak harus melaksanakannya baik dari lapisan pusat sampai ke lapisan desa tanpa kerja sama dan partisipasi semua, tanpa komitmen yang jelas percuma program ini kita laksanakan pasti tidak akan tercapai” ujarnya.(AJR)