Perkuat Toleransi dan Budaya, Wali Kota Palembang Dukung Penuh Piodalan & Dharma Santi Umat Hindu

PALEMBANG – Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si, menerima audiensi Panitia Pelaksana Piodalan Pura Agung Sriwijaya dan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 (2025), di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (8/4/2025).

Dalam pertemuan penuh kekeluargaan tersebut, Ratu Dewa menyatakan dukungannya terhadap rangkaian kegiatan keagamaan umat Hindu di Sumatera Selatan, termasuk acara besar yang akan dihadiri puluhan ribu masyarakat dari berbagai desa adat.
“Kegiatan ini sangat baik.

Pemkot Palembang mendukung penuh karena selama ini toleransi antarumat beragama di kota kita sudah sangat terjaga.

Nanti koordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk mengagendakan kegiatan ini ke dalam kalender tahunan kota,” ujar Ratu Dewa.

READ  Pj Sekda Muba Buka Kejurda Bulutangkis Bupati Cup 2022

Ratu Dewa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palembang terus berkomitmen menjaga toleransi dan mendukung penuh keberagaman budaya dan agama di wilayahnya.

“Saya apresiasi kontribusi umat Hindu dan PHDI dalam membangun keharmonisan. Ini semua bagian dari kekuatan Palembang sebagai kota multikultur yang inklusif,” tegasnya.

Sementara itu dalam pertemuan itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sumatera Selatan, I Gusti Bagus Surya Negara, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Wali Kota Ratu Dewa.

“Terima kasih Pak Wali Kota, atas waktu dan sambutan hangat yang diberikan. Kami merasa dihargai dan diterima dengan baik.

Kami sangat berharap kehadiran Bapak di acara puncak Piodalan dan Dharma Santi nanti, yang akan dihadiri sekitar 30-40 ribu umat dari 177 desa adat,” ucap I Gusti.

READ  Pasokan Listrik Berlapis dengan 773 Personel PLN Sukses Layani Pelantikan Presiden dan Wapres RI 2024

Ia juga menambahkan, tahun ini perayaan Nyepi menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan malam takbiran umat Muslim.

Fenomena ini, menurutnya, hanya terjadi 127 tahun sekali. “Umat Hindu dan Muslim sama-sama menyambut momen suci, proses penyucian diri yang mengantarkan kita ke esensi hidup yang damai. Ini adalah bukti nyata bahwa kita hidup berdampingan dalam kerukunan,” tuturnya.