Coganews.co.id | Palembang – Kawula muda yang hidup di era hits saat ini tidak sedikit yang terjerembab dalam area abu-abu, susah membedakan antara trend ikut-ikutan dan trend yang membangun peradaban.
Hari ini menginjak di tanggal 14 Februari 2022, diperingati sebagai Hari Kasih Sayang sedunia. Kita lihat dibeberapa unggahan media sosial dan secara langsung perayaan Hari Kasih Sayang ini identik dengan memberikan coklat, bunga, boneka atau hal-hal romantis lainnya kepada pasangan maupun orang spesial lainnya.
Melihat fenomena ini Dandi Nazor, CEO Sinergi Institute mengomentari dingin,
“Kebebasan berekspresi di dunia modern memang merupakan hak bagi setiap individu, baik itu dalam bentuk berdemokrasi maupun menyatakan perasaan dan pemikirannya. Namun, jadi lebih elok jika kita mencoba memahami makna sejati apa yang kita ekspresi kan,apakah sekedar ikut-ikutan atau terbawa arus zaman belaka.
Sampai menyatakan rasa kasih sayangnya di hari ini, Valentine’s Day, ada yang memberikan cokelat, satu pot bunga, cermin cantik, alat-alat kecantikan, boneka mungkin juga sertifikat tanah, sudah menjadi trend di beberapa kalangan anak-anak muda dan masyarakat sekitar kita.”
Lanjut oleh Pengurus Badko HMI Sumbagsel ini, “Jika ditinjau dari historinya, Hari Valentine berasal dari tradisi bangsa Romawi Kuno sebagai cara memeringati kematian seorang pendeta bernama Santo Valentine.”
Secara tegas, menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 Tahun 2017 diperingatkan bagi umat muslim bahwa haram hukumnya merayakan Hari Valentine setiap tanggal 14 Februari, karena pada intinya menyerupai budaya kaum yang menyesatkan, mengundang pergaulan bebas, dan perkumpulan yang merusak moral anak bangsa.
Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang keumatan, nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Valentine yang berfokus pada inti menolong dan mengasihi sesama umat itu sudah menjadi hakikatnya manusia. Tidak boleh saling melukai, menyakiti apalagi suka meng-ghosting, karena sakitnya itu sampai ke ulu hati, bisa dimaafkan namun tak bisa dilupakan, tapi tentunya tidak bisa dilaporkan ke pihak yang berwenang.
Dandi juga mengajak saat ini saatnya anak-anak muda menjauhi ‘berbagai virus’ dan mendekati yang serius.
Virus-virus pemikiran yang berusaha melunturkan keyakinan kuat yang sudah terbangun, mendekati sosok serius idaman di masa depan yang tidak hanya memberikan cokelat namun bisa membimbing ke jalan yang taat.
Hendaknya agar generasi muda harus kreatif dan inovatif agar bisa melakukan kegiatan positif yang membangun kebiasaan bermanfaat ketimbang merayakan Hari Valentine.
(Danaz)







