COGANEWS.CO.ID | MURATARA – Titik Nol persen pembangunan Jalan Masyarakat (Jalan Rabat Beton) Desa Tebing Tinggi, Pembangunan Saluran Irigasi (Drainase) dan Pembangunan Kandang Sapi Desa Bumi Makmur Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Hari ini Kamis (12/05/2023)
Dihadiri langsung oleh Mustika Kepala Desa Tebing Tinggi di dampingi Kaur Perencanaan Indra Guna, Ketua BPD Kelvin dan Sekretaris Desa Irwan Dinata,begitu juga Desa Bumi Makmur di hadiri oleh Kaur Perencanaan dan Perangkat Desa.

Titik Nol Pembangunan Desa Tebing Tinggi Jalan Rabat Beton (Dok AAN)
Disaksikan langsung oleh Kasi PMD Kecamatan Nibung Agus Triwindu, Babinsa Tebing Tinggi Serka Sutarjo, Babinsa Bumi Makmur Serka Purwanto dan Babinkamtibmas Aipda Moerti dan Pendamping Desa Kecamatan Nibung Mahfudi, dan Pendamping Lokal Desa Tebing Tinggi Aan Jumadi Robiansyah.
Kepala Desa Mustika menjelaskan bahwa titik Nol hari ini merupakan awal Pembangunan Desa di awal jabatanya,
Perlu saya jelaskan bahwa terlaksananya pembangunan ini adalah hasil Musyawarah Desa dengan Masyarakat, tentunya masih ada pembangunan belum terealisasi akan kita lanjutkan di tahun akan datang.

Titik Nol Pembangunan Saluran Irigasi dan Kandang Sapi Desa Bumi Makmur (Dok : AAN)
Begitu juga Sulaini Kepala Desa Bumi Makmur mengatakan bahwa apa yang kita lakukan pada hari ini titik Nol Pembangunan Siring dan Kandang Sapi semua untuk Kepentingan Masyarakat.
Dijelaskan Sulaini untuk Kandang Sapi ini adalah bagian mendukung program Nasional untuk Ketahanan pangan kita juga akan membelikan Bibit Sapi, yang nantinya akan di kelolah oleh BUMDes. Ujarnya.
Di pemerintahan yang saya pimpin saya melakukan pekerjaan semua atas usulan masyarakat dan Musyawarahkan tentunya kami tuangkan dalam RPJMDes. Tegasnya.
Mahfudi Pendamping Desa Kecamatan Nibung mengatakan Proses titik nol ini ada amanat musyarawah masyarakat yang sudah di masuk ke RPJMDes dan RKPDes Tahun 2023. Jelasnya.
Lanjut Kami berharap kepada Desa agar nanti proses pembangunan yang sesuai dengan RAB, dan melibatkan tenaga kerja lokal, agar PKTDnya tersalur. Diahirinya (AAN)









