Tanggapan HPP Muratara Mengenai Babi Viral, Masyarakat Harus Berpikir Produktif dan Jangan Berlebihan

Coga Daerah36 Dilihat

COGANEWS.COM | MURATARA –Indonesia kaya akan biodiversitas flora dan fauna, tak terhitung jumlah keragaman tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan yang hidup di atas tanah surga ini.

Tak lepas juga di Bumi Beselang Serundingan dengan alam yang terbentang luas dihiasi oleh bebukitan, tanaman sawit, karet, duku, rambutan, jeruk manis dan dilengkapi oleh berbagai hewan liar maupun peliharaan.

Akhir-akhir masyarakat Muratara dihebohkan dengan munculnya seekor babi yang ditemui oleh seorang warga Desa Karang Waru, Kecamatan Rupit atas nama Reno.

Opini masyarakat pun banyak berkembang mengenai seekor babi yang eksentrik ini. Tak sedikit warga yang meyakini atau sekedar ikut-ikutan yakin bahwa babi ini adalah siluman, jelmaan seorang gadis, dan deretan opini lainnya.

Warga setempat inisial HK mengatakan bahwa babi ini tidak mau makan kecuali makan nasi, daging dan minum susu. Lalu warga juga memberikannya pakaian layaknya manusia. Tak sedikit masyarakat dari luar pun mulai ‘kepo’ ramai berdatangan melihat secara langsung babi viral ini.

READ  Poin "Memajukan Tanah Kelahiran" Jadi Materi Debat Pilkada di 270 Daerah

Kepala Kantor Kemenag Muratara, Drs. Ikhsan Baijuri pun memberikan pernyataan bahwa

“Perlu kita ketahui babi hukumnya haram, sangat ironi sekali jika diperlakukan seperti itu dan kami menghimbau supaya babi itu dilepas ke hutan dan masyarakat tidak mendatanginya lagi. Sehingga tidak terjerumus menjadi musyrik”.

Selain itu Ketua Umum HPP Muratara Abdul Gopar melalui Sekretaris Jendral HPP Muratara, Dandi Wahyu mengajak,

“Babi yang viral akhir-akhir ini merupakan pelajaran bagi kita bagaimana kita menyikapinya, kemungkinan besar itu hewan peliharaan yang lepas dan memang jinak atau karena rusaknya ekosistem alam sehingga babi tersebut mencari tempat yang lebih nyaman.”

“Kami mengajak anak-anak muda untuk tidak mudah menyebarkan berita-berita yang bisa mengurangi produktifitas kita. Jangan mudah menyimpulkan dan telusuri secara mendalam. Apalagi sampai berlebih-lebihan.”

READ  Berbela Sungkawa, HPP Muratara Ajak Masyarakat Mendoa'kan Korban SJ 182 Asal Lubuklinggau-Sumsel

Beberapa hari menjadi pusat perhatian warga se Muratara, Arwan Kepala Desa Karang Waru mengadakan musyawarah mengenai konservasi babi ini di rumahnya yang dihadiri Ketua BPD, Ketua Adat, P2UKD, KUA Kecamatan Rupit, Sekcam Rupit, Polsek Rupit, Polres Muratara dan Reno penemu babi pada Selasa (1/9).

Musyawarah ini menyepakati bahwasanya Reno selaku penemu babi tersebut bersedia tanpa paksaan untuk melepaskan babi dan babi akan diserahkan ke pihak Desa untuk diantar ke penangkaran. (Dandi)