Poin “Memajukan Tanah Kelahiran” Jadi Materi Debat Pilkada di 270 Daerah

Coganews.co.id | Muratara – Dalam metamorfosis kehidupan harus ada nilai-nilai perjuangan yang sarat akan perubahan, harapan dan masa depan. Politik selalu menyentuh setiap lini sendi kehidupan yang didalamnya selalu sarat akan janji menuju perubahan, jembatan meraih harapan dan jalan strategis untuk menentukan kebijakan di masa depan.

Maka, tak bisa dipungkiri setiap perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan menjadi atensi semua kalangan, mulai dari Emak-Emak, pemuda dan Mahasiswa, cukong atau toke, mamang-mamang, karyawan, buruh, politisi, praktisi, akademisi hingga para ulama di Masjid maupun pada kajian-kajian majelis.

HPP Muratara melalui Ketua Umum, Abdul Gopar mengajak para Pemuda dan masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya di Tanah Kelahiran Muratara bahwa “Pilkada sudah sepatutnya lah menjadi tempat berkampanye untuk adu program, visi-misi dan gagasan untuk memberdayakan masyarakat.”

“Membuka cakrawala berpikir, santun dalam bersikap dan tentunya tidak mem-bully apalagi sampai saling menjatuhkan satu sama lain. Kita harus bisa mengukir sejarah bahwa Pilkada harus damai, memberikan kedewasaan dan kebebasan dalam berpendapat ditengah masyarakat serta memastikan antar sesama pendukung tidak offside dalam tutur kata terutama di media sosial”.

Antusias masyarakat menyambut kampanye para kandidat dari desa ke desa, door to door hingga media sosial begitu efektif untuk meng-upgrade elektabilitas para kandidat sekaligus ajang silaturahmi.

Selain itu metode kampanye yang sudah ditetapkan oleh KPU adalah Debat Kandidat dengan tema sentral ‘Peran Kepala Daerah dalam Penanganan Covid-19 serta Dampak Sosial Ekonomi nya’.

READ  Yan Coga, Salah Satu Calon Walikota Potensial Pimpin Palembang

Sesuai dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020 dalam Pasal 59 Huruf F salah satu materi debatnya adalah ‘Memajukan Daerah’ yang sangat berkaitan kuat dengan bagaimana Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, Menyelesaikan Persoalan Daerah, Menyelaraskan Pembangunan Daerah Kabupaten Kota dan Provinsi dengan Nasional serta Memperkokoh NKRI.

Dandi Nazor, Sekjen HPP Muratara menjelaskan, “Alhamdulillah, materi Memajukan Daerah ini sangat pas untuk Muratara yang saat ini masih status daerah tertinggal dan ini selalu HPP Muratara bahas dalam setiap kajian dan diskusinya.

Jelas ya, untuk Memajukan Daerah diperlukan Sinergi (Silaturahmi Energi) yang kuat mulai dari Pemuda, semua elemen Masyarakat dan Pemerintah. Sesuai dalam Trilogi Perjuangan HPP Muratara yaitu: Mengukuhkan Persaudaraan, Mengukir Sejarah dan Memajukan Tanah Kelahiran. Ketiganya tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Esensinya kami dari HPP Muratara ingin menyampaikan kepada para kandidat dan kita semuanya, 7 hal mengenai materi Memajukan Daerah ini:

  • Pertama, Pemimpin harus memahami betul konsep Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan yang merata dan menyebar.
  • Kedua, ingat janji kampanye harus berkualitas dan berkelas namun juga harus bisa diterima oleh akal sehat sehingga tidak menjadi beban dikemudian hari jika seandainya terpilih.
  • Ketiga, memiliki relasi dan koneksi yang ‘mendunia’ untuk menjadikan potensi daerah sebagai sumber penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
READ  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang menertibkan puluhan pedagang kaki lima (PKL) liar di sepanjang Jalan Taman TVRI/POM IX, Kelurahan Lorokpakjo, Kecamatan Ilir Barat Satu, Palembang.

Di Muratara ada tambang migas bahkan uranium, batu cincin, jeruk manis Terusan, berjibun destinasi wisata, berjuta jenis ikan, perkebunan sawit, karet dan letaknya yang sangat strategis. Kedepannya, sangat pro rakyat jika adakan pembangunan jalan aspal dari karet, ekonomi masyarakat pasti meroket lagi.

  • Keempat, Muratara saat ini masih daerah tertinggal siapapun yang terpilih wajib menjadikan Muratara ‘naik kelas’.
  • Kelima, Leiden is lijden, memimpin itu menderita, jangan sampai menghilangkan rasa persaudaraan dalam pertarungan Pilkada.
  • Keenam, Pemuda adalah aset daerah. Maka segala fokus pembangunan SDM di bidang Kepemudaan harus dinomorsatukan.

Aktifkan KNPI di Muratara, bangun gedung terintegrasi untuk forum Kepemudaan, tingkatkan lagi kuota beasiswa Pemda, libatkan dan dukung penuh para Pemuda untuk berkarya dan bersaing memajukan Tanah Kelahiran.

Serta memastikan Pemuda Muratara tidak semakin terperosok dalam degradasi moral, pergaulan bebas apalagi semakin banyak nikah dini.

  • Ketujuh, Good Government. Memajukan Daerah berarti siap untuk menerapkan ‘the right man on the right job’.

Pemerintahan yang bersih harus alergi dengan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). Mengedepankan profesionalitas dan benar-benar akuntabel dalam melayani masyarakat.”

Memajukan Daerah, Memajukan Tanah Kelahiran!. (Rill)