Coganews.co.id | Muratara – Kembali permasalahan di kabupaten Musi Rawas Utara terus bermunculan pasca Pilkada sentak kemarin, mulai dari tidak di bayarnya Gaji BPD dan Perangkat Desa, tidak tertembus APD petugas kebersihan, tidak terbayarnya PLN di Sekretariat daerah,dan saat ini mogok Sopir Bus di kabupaten Muratara, karena tidak ada BBM dan operasional.
Misteri Kekosongan Kas Daerah ini salah satu menjadi penyebab terhambatnya rangakaian hak dan Operasional individu para penggiat di kabupaten Muratara ini.Saat kesulitan Keuangan dan Kas Daerah yang kosong Pemkab Kabupaten Musi Rawas Utara menghentikan Bus antar Jemputan pegawai yang bekerja setiap hari di kantor Bupati.
Yang mana alasan tersebut di kerenakan persoalan anggaran untuk operasional BUS Pemda dan Bus Sekolah ,Menyangkut hal itu saat Di konfirmasi memberikan tanggapan pada Rabu (30/12).
Kabag Umum Zazili.Menuturkan memang Laporan Pertangung Jawaban (LPJ) bulan 11 kita anggarkan, namun Surat Pertangung Jawaban (SPJ) dalam bulan ini kita tidak untuk 12 bulan tidak bisa lagi kita SPJkan untuk anggaranya batasnya sampai tanggal 7 saja.
Namun dalam melebihi batas tanggal 7 itu kita tidak bisa mengajukan untuk masalah anggaran BBM Bus yang lagi Operasi saat ini.
Maka dari itu kita dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas Utara menghentikan jadwal operasi Bus antar jemput karyawan bekerja di kantor Bupati maupun di Dinas lainya.Kata Zili.
Zili memberi alasan dalam. “⁴Penghentian ini kita sudah tau ,terutama Kas Daerah yang kosong ,itu dampak yang terjadi di dalam penghentian tersebut,intinya gimana kita bisa membeli BBM Mobil itu klau tidak ada duitnya “Cetusnya.
Sambung Zazili lagi untuk karyawan yang terlampau jauh dari rumah untuk bekerja di kantor Bupati , dari pihak pemkab kabupaten Muratara menghimbau dengan ini walaupun tidak ada jemputan untuk bekerja.
Supaya naik Taksi saja dan apabila ada tumpangan Mobil dinas bisa minta bantu berikan tumpangan untuk menuju bekerja di kantor Bupati “diakhirinya
Rafik (Sopir Bus Pemda) saat di konfirmasi melalui telpon mengatakan, “memang benar kami para supir tidak bisa mengoperasikan bus tersebut, tapi kalau pribadi saya nurut saja dan juga saya selaku sopir Bus yang memiliki Shift sejak tanggal 13 Desember lalu saya tidak mengoperasikan mobil Bus dan juga saya tidak tau di mana bus tersebut saat ini,” Tutupnya.(A2N)







