Jenis-Jenis Pemakai dan Pengguna Pemakai Perpustakaan

Coga Pendidikan672 Dilihat


Penulis; Nur Izzati Luthfiah
NIM: 2020403022
Prodi : Ilmu Perpustakaan A

Abstrack


This study aims to analyze the study of libraries. The object of this research is the library staff. The purposes of this research are first the types of library users, the second is the purpose of user education, the third is the characteristics of the users, and the fourth is the role of librarians in user service. This study uses primary data from various reliable sources. The method used is a qualitative research method.
The results of this study can be concluded that the type of user has two criteria, namely first, objective criteria such as socio-professional category, field of specialization, nature of activities that cause the need for information, and reasons for using information systems. Second, social and psychological criteria such as attitudes and values ​​regarding information in general and its relationship to informal units in particular; causes and reasons related to the behavior of seeking information and communication, social and professional behavior of users.
Library users are entities or individuals in the community who will use the services provided by the library in order to obtain the required information. Types of users of information users based on socio-professional (occupation) are divided into 3 (three) main parts, namely first, users who have not been involved in active life seeking information, such as students or college students. Second, users who have permanent jobs and certain specialist fields, such as civil servants (which can still be grouped again, such as technicians, assistants, administrators, etc.), professionals (lecturers, doctors, lawyers), and industrialists. . Third, general users, who need general information for special purposes.

Keywords: Library, Type, Role


Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kajian mengenai perpustakaan. Objek penelitian ini adalah tenaga pemustaka. Adapun tujuan penelitian ini yaitu pertama jenis-jenis pemakai perpustakaan, kedua tujuan pendidikan pemakai, ketiga ciri-ciri karakteristik pemustaka, keempat peran pustakawan dalam pelayanan pemakai. Penelitian ini menggunakan data primer dari berbagai sumber terpercaya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Jenis Pemustaka memiliki dua kriteria yaitu pertama, kriteria objektif seperti kategori sosio-profesional, bidang spesialisasi, sifat kegiatan yang menyebabkan perlunya informasi, dan alasan menggunakan sistem informasi. Kedua, kriteria sosial dan psikologis seperti sikap dan nilai menyangkut informasi pada umumnya dan hubungannya dengan unit informal pada khususnya; sebab dan alasan yang berkaitan dengan prilaku mencari informasi dan komunikasi, prilaku sosial serta profesional Pemustaka.
Pengguna perpustakaan adalah badan atau individu dalam masyarakat yang akan menggunakan pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan dalam rangka memperoleh informasi yang dibutuhkan. Pengguna jenis pengguna informasi berdasarkan sosio- profesional (pekerjaannya) menjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu pertama, pemakai yang belum terlibat dalam kehidupan aktif pencarian informasi, seperti siswa atau mahasiswa. Kedua, emakai yang mempunyai pekerjaan tetap dan bidang-bidang spesialis tertentu, seperti pegawai negeri (yang masih dapat dikelompokkan- kelompokkan lagi, seperti teknisi, asisten, administrator, dan lain-lain), professional (dosen, dokter, pengacara), dan industriawan. Ketiga, pemakai umum, yang memerlukan informasi umum untuk keperluan khusus.

Kata Kunci: Perpustakaan, Jenis, Peran

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perpustakaan merupakan “ jantungnya” sekolah yang tentu saja memiliki peran penting dalam kehidupan sekolah. Mengingat arti penting perpustakaan bagi penggunanya maka perlu diadakan kegiatan menjelaskan manfaat untuk lembaga pendidikan. Perpustakaan akan berfungsi dengan optimal jika penggunanya bisa memanfaatkannya dengan baik dan cepat dimana dan bagaimana cara menemukan sumber informasi yang mereka butuhkan.
Pendidikan pemakai atau seringkali disebut user education adalah suatu proses di mana pemakai perpustakaan pertama-tama disadarkan oleh luasnya dan jumlah sumber-sumber perpustakaan, jasa layanan, dan sumber informasi yang tersedia bagi pemakai, dan kedua diajarkan bagaimana menggunakan sumber perpustakaan, jasa layanan, dan sumber informasi tersebut yang tujuannya untuk mengenalkan keberadaan perpustakaan, menjelaskan mekanisme penelusuran informasi serta mengajarkan pemakai bagaimana mengeksploitasi sumber daya yang tersedia.
“Pendidikan Pemakai yaitu kerja yang meliputi seluruh aktifitas yang disusun untuk mengejar pemakai tentang sumber – sumber perpustakaan/koleksi dan teknik – teknik riset”. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan pemakai.

Rumusan Masalah
Apa saja jenis-jenis pemakai perpustakaan?
Apa tujuan pendidikan pemakai ?
Bagaimana ciri-ciri karakteristik pemustaka?
Bagaimana peran pustakawan dalam pelayanan pemakai?

Tujuan
Untuk mengetahui jenis-jenis pemakai perpustakaan.
Untuk mengetahui tujuan pendidikan pemakai
Untuk mengetahui karakteristik pemustaka.
Untuk mengetahui peran pustakawan dalam pelayanan pemakai.

METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Desain penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode aspek yang sangat penting dan besar pengaruhnya terhadap berhasil tidaknya suatu penelitian, terutama untuk mengumpulkan data, sebab data diperoleh yang diperoleh dalam suatu penelitian merupakan gambaran dari obyek penelitian.
Menurut Sugiyono (2012:23), metode penelitian adalah kegiatan penelitian yang didasarkan pada ciri-ciri keilmuan untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang menggambarkan tentang bagaimana menganalisa perpustakaan.

Teknik Pengumpulan Data
Sehubungan dengan bentuk penelitian kualitatif dan jenis sumber data dimanfaatkan maka teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah :
Mengadakan Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang teliti. Selain pengertian ini secara luas, observasi atau pengamatan berarti setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran, akan tetapi dalam penelitian ini observasi diartikan lebih sempit yaitu pengamatan dengan menggunakan panca indera penglihatan yang berarti mengajukan pertanyaan- pertanyaan (Bungin, 2012:126).
Observasi merupakan salah satu cara untuk mengumpulkan data melalui pengamatan inderawi, dengan melakukan pencatatan terhadap gejala-gejala yang terjadi pada objek penelitian secara langsung di tempat penelitian. Dengan cara ini dapat melihat secara langsung keadaan, suasana dan kenyataan yang ada dalam objek yang diteliti.
Peneliti menggunakan teknik observasi partisipan, menuntun peneliti untuk mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang mereka ucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas mereka, dalam konteks ini objek penelitian mengenai perpustakaan.
Wawancara ( Interview )
Wawancara (interview) merupakan percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan tersebut dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut (Moleong, 2004:186). Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai. Informan diminta ide-ide dan pendapat terkait objek penelitian yaitu perpustakaan. Dalam pelaksanaanya wawancara mendalam (in–depth interview) ini dilakukan secara intensif. Metode wawancara yang digunakan adalah wawancara tak struktur yaitu wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

Dokumentasi
Menurut Kartodirjo (Bungin, 2012:54), dokumentasi adalah pengumpulan data yang digunakan dan pada intinya metode ini adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis. Sebagian besar data yang tersedia adalah bentuk surat-surat, catatan histori, kenang-kenangan, laporan, dan lain sebagainya.. Metode dokumentasi ini berfungsi untuk dapat memeperoleh data tentang gambaran secara jelas mengenai perpustakaan.
Teknik Pemeriksaan dan Keabsahan Data
Dalam penelitian ini untuk mencari validitas data, digunakan metode triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan data dan sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik triangulasi data yang paling banyak dilakukan adalah pemeriksaan melalui sumber lain (Moleong, 2004:287). Dalam hal ini metode triangulasi yang digunakan adalah triangulasi data dengan menggunakan beberapa sumber untuk mengumpulkan data yang sama yaitu melakukan kroscek dengan beberapa sumber yang berkaitan dengan penelitian ini. Dengan demikian apa yang diperoleh dari sumber yang satu, bisa lebih teruji kebenarannya bilamana dibandingkan dengan data sejenis yang diperoleh dari sumber yang berbeda, baik kelompok sumber sejenis maupun sumber yang berbeda jenis (Moleong, 2004:326).
Selain melalui wawancara dan observasi, peneliti juga menggunakan observasi terlibat (participant observation), dokumen tertulis, arsip, dokumen sejarah, catatan resmi, catatan atau tulisan pribadi dan gambar atau foto. Cara ini menghasilkan bukti atau data yang berbeda dan juga memberikan pandangan yang berbeda selanjutnya pandangan yang berbeda itu diteliti. Sehingga pandangan itu melahirkan keleluasaan pengetahuan peneliti dan mencermati data yang sudah dimiliki dan kemudian merencanakannya dengan berbagai teknik triangulasi berbeda dan sesuai dengan keadaan yang ada di lokasi penelitian, namun sesuai untuk mendapatkan pengecekan data secara mendalam telah dan berkembang dengan data yang meyakinkan bahwa data tersebut benar-benar valid dan signifikan.
Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan teknik analisis dari Creswell. Pada penjelasannya Creswell (2013:276) mengajak peneliti untuk melihat analisis data kualitatif sebagai suatu proses penerapan langkah-langkah dari yang spesifik hingga yang umum dengan berbagai level analisis yang berbeda. Lebih lanjut, Creswell (2013: 276-284) menjelaskan langkah-langkah analisis dadata sebagai berikut ini :
Mengolah dan mempersiapkan data untuk dianalisis. Langkah ini melibatkan transkrip wawancara, men-scanning materi, mengetik data lapangan, atau memilah-milah dan menyusun data tersebut ke dalam jenis- jenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi.
Membaca keseluruhan data. Langkah pertama adalah membangun general sense atas informasi yang diperoleh dan merefleksikan maknanya secara keseluruhan. Pada tahap ini, peneliti kualitatif menulis catatan-catatan khusus atau gagasan-gagasan umum tentang data yang diperoleh.
Menganalis lebih detail dengan meng-coding data. Coding merupakan proses mengoleh materi atau informasi menjadi segmen-segmen tulisan sebelum memaknai (Rossman dan Rallins, dalam Creswell, 2013:276). Langkah ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu mengambil data tulisan atau gambar yang telah dikumpulkan selama proses pengumpulan, menssegmentasi kalimat-kalimat atau gambar-gambar tersebut ke dalam kategori-kategori, kemudian melabeli kategori-kategori ini dengan istilah- istilah khusus yang sering kali didasarkan pada istilah atau bahasa yang benar-benar berasal dari partisipasi (in vivo).
Terapkan proses coding untuk mendeskripsikan setting, orang-orang, ketegori-kategori, dan tema yang akan dianalisis. Deskripsi ini melibatkan usaha penyampaian informasi secara detail mengenai orang-orang, lokasi- lokasi, atau peristiwa-peristiwa dalam setting tertentu.
Tunjukkan bagaimana deskripsi dan tema-tema tersebut akan disajikan kembali dalam narasi atau laporan kualitatif. Pendekatan yang paling popular adalah menerapkan pendekatan naratif dalam menyampaikan hasil analisis. Penekatan ini meliputi pembahasan tentang kronologi peristiwa, tema-tema tertentu (lengkap dengan subtema-subtema, ilustrasi-ilustrasi khusus, perspektif-persfektif, dan kutipan-kutipan), atau tentang keterhubungan anatar tema.
Langkah terakhir dalam analisis data adalah interpretasi data (memaknai data).

READ  MEMAHAMI SERTA MENGENAL TENTANG TESAURUS

HASIL DAN PEMBAHASAN
Jenis-Jenis Pemakai Perpustakaan
Jenis Pemustaka memiliki dua kriteria yaitu :
Kriteria objektif seperti kategori sosio-profesional, bidang spesialisasi, sifat kegiatan yang menyebabkan perlunya informasi, dan alasan menggunakan system informasi
Kriteria sosial dan psikologis seperti sikap dan nilai menyangkut informasi pada umumnya dan hubungannya dengan unit informal pada khususnya; sebab dan alasan yang berkaitan dengan prilaku mencari informasi dan komunikasi, prilaku sosial serta profesional Pemustaka.
Kemudian menurut Sulistyo-Basuki membagi jenis pemakai berdasarkan sosio-profesional (pekerjaannya) menjadi tiga bagian utama, yaitu :
Pemakai yang belum terlibat dalam kehidupan aktif pencarian informasi, seperti mahasiswa; pelajar,
Pemakai yang mempunyai pekerjaan tetap, dan bidang-bidang spesialis tertentu, seperti pegawai negeri, (yang masih dapat dikelompok-kelompokkan lagi, seperti teknisi, asisten, administrator, dll.), profesional (dosen, dokter, pengacara), dan industriawan;
Pemakai umum, yang memerlukan informasi umum untuk keperluan khusus.

Pemenuhan Kebutuhan Informasi Pengguna Perpustakaan
Menurut Darmono dalam bukunya yang berjudul Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah bahwa perpustakaan melaksanakan fungsi informasi yang artinya adalah perpustakaan berfungsi untuk menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam, maupun koleksi lainnya agar pengguna dapat memenuhi kebutuhan informasi sesuai dengan tujuan dari pengguna tersebut. Dan menurut Yusuf, yang dimaksud dengan pemenuhan kebutuhan informasi pengguna perpustakaan adalah terpenuhinya kebutuhan akan pengolahan informasi yang diakses oleh pengunjung perpustakaan.Dari pendapat tersebut Peneliti menyimpulkan bahwa pemenuhan kebutuhan informasi pengguna perpustakaan merupakan upaya yang dilakukan oleh perpustakaan dalam hal menghimpun, mengolah, dan menyalurkan informasi kepada khalayak umum yang menjadi anggotanya. Cara- cara yang dilakukan dalam hal pemenuhankebutuhan informasi pengguna perpustakaan adalah dapat dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan informasi pengguna perpustakaan dan sumber informasi yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaaan.

Pengguna Perpustakaan
Menurut Suwarno, pengguna perpustakaan adalah pengguna fasilitas yang telah disediakan perpustakaan baik koleksi maupun buku (bahan pustaka maupun fasilitas lainnya). Sedangkan menurut Yusuf, pengguna atau pemakai jasa perpustakaan adalah semua pengunjung perpustakaan yang bertujuan menggunakan fasilitas perpustakaan untuk mencari informasi dalam rangka memperoleh bahan pustaka atau pengetahuan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pengguna perpustakaan adalah badan atau individu dalam masyarakat yang akan menggunakan pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan dalam rangka memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Sulistyo membagi jenis pengguna informasi berdasarkan sosio- profesional (pekerjaannya) menjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu:
a.Pemakai yang belum terlibat dalam kehidupan aktif pencarian informasi, seperti siswa atau mahasiswa.
b.Pemakai yang mempunyai pekerjaan tetap dan bidang-bidang spesialis tertentu, seperti pegawai negeri (yang masih dapat dikelompokkan- kelompokkan lagi, seperti teknisi, asisten, administrator, dan lain-lain), professional (dosen, dokter, pengacara), dan industriawan.
c.Pemakai umum, yang memerlukan informasi umum untuk keperluan khusus.
Menurut Hermawan dalam Lasa bahwa secara umum pengguna perpustakaan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
Pengguna Potensial (potential users).
Pengguna Aktual (actual users).

Kebutuhan Informasi
Aspek Kebutuhan Manusia
Aspek Informasi.
Aspek Kebutuhan Informasi

Faktor- faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi menurut Harsey dalam Elin yaitu:
a.Ekspektasi, yaitu faktor kemungkinan yang dipersepsi (orang) yang mempengaruhi kebutuhan khusus seorang individu didasarkan pada pengalaman masa lalu.
b.Ketersediaan, yaitu faktor ketersediaan berhubungan dengan batas- batas lingkungan yang muncul dalam persepsi orang. Ia tentukan oleh bagaimana kemungkinan tercapainya tujuan-tujuan yang dapat memenuhi kebutuhan tertentu, menurut persepsi seorang individu.

PERAN PUSTAKAWAN DALAM PELAYANAN PEMAKAI
Pelayanan pemakai yang diberikan oleh suatu perpustakaan pada umumnya meliputi pelayanan administrasi, pengadaan koleksi, dan pendayagunaan koleksi.Pelayanan administrasi meliputi: struktur organisasi, pendaftaran anggota perpustakaan, peraturan tata tertib penyelenggaraan perpustakaan, agenda surat menyurat. keberadaan pengguna harus didata untuk pengaturan pemanfaatan koleksi. Pengelolaan data pengguna yang diolah dalam sistem yang telah ditentukan sehingga pengguna perpustakaan siap untuk mendayagunakan koleksi yang ada.Pelayanan koleksi perpustakaan melaksanakan tugas-tugas pengadaan sarana dan prasarana penyelenggaraan perpustakaan, sehingga tujuan pengelolaan perpustakaan dapat berjalan dan berkelanjutan. Pelayanan pengadaan melaksanakan tugas-tugas mengadakan koleksi perpustakaan dan juga peralatan yang digunakan dalam melengkapi perpustakaan. Baik perangkat lunak maupun perangkat keras.
Pelayanan pendayagunaan koleksi perpustakaan merupakan jenis pelayanan perpustakaan yang mengolah informasi sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang siap pakai. Koleksi harus diberi ciri atau kode agar dikenal sebagai hak milik suatu perpustakaan atau pusat informasi tertentu. Kode bisa berupa cap atau tanda gambar tertentu yang menunjukkan hak kepemilikan. Selain itu, koleksi perlu diatur penempatannya pada rak-rak atau tempat yang disediakan agar tertata dan tersusun sesuai dengan pembagian kelompok bidang ilmu pengetahuan yang sedang berkembang. Pendayagunaan koleksi diharapkan informasi dari koleksi yang dimiliki suatu perpustakaan dapat digunakan sesuai kebutuhan pemakai peprustakaan. Hal ini sehubungan dengan pelayanan yang diberikan kepada pemakai perpustakaan agar informasi yang dibutuhkan pakai siap. Dalam hal pelayanan pendayagunaan koleksi, peran pemakai perpustakaan merupakan aset penting dalam penyelengaraan perpustakaan. Berkembang tidaknya suatu perpustakaan tergantung dari jenis layanan yang diminta pengguna. Tanpa pengguna, informasi yang disajikan suatu perpustakaan menjadi informasi dasar dan tak berguna.
Pelayanan pemakai yang diberikan oleh suatu perpustakaan pada umumnya meliputi pelayanan administrasi, pengadaan koleksi, dan pendayagunaan koleksi.
Pelayanan administrasi meliputi: struktur organisasi, pendaftaran anggota perpustakaan, peraturan tata tertib penyelenggaraan perpustakaan, agenda surat menyurat. Keberadaan pengguna harus didata untuk pengaturan pemanfaatan koleksi. Pengelolaan data pengguna diolah dalam sistem yang telah ditentukan sehingga pengguna perpustakaan siap untuk mendayagunakan koleksi yang ada.

READ  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Dorong Semua SMK Negeri dan Swasta Untuk Memperkuat Kerjasama dengan DIDUKA


Pelayanan pengadaan koleksi perpustakaan melaksanakan tugas-tugas pengadaan sarana dan prasarana penyelenggaraan suatu perpustakaan, sehingga tujuan pengelolaan perpustakaan dapat berjalan dan berkelanjutan. Pelayanan pengadaan melaksanakan tugas-tugas mengadakan koleksi perpustakaan dan juga peralatan sistem yang digunakan dalam menunjang kelancaran jalannya perpustakaan. Baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras.


Pelayanan pendayagunaan koleksi perpustakaan merupakan jenis pelayanan perpustakaan yang mengolah informasi sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang siap pakai. Koleksi harus diberi ciri atau kode agar dikenali sebagai hak milik suatu perpustakaan atau pusat informasi tertentu. Kode bisa berupa cap atau tanda gambar tertentu yang menunjukkan hak kepemilikan. Selain itu, koleksi perlu diatur penempatannya pada rak-rak atau tempat yang disediakan agar tertata dan tersusun sesuai dengan pembagian kelompok bidang ilmu pengetahuan yang sedang berkembang. Pendayagunaan koleksi diharapkan informasi dari koleksi yang dimiliki suatu perpustakaan dapat digunakan sesuai kebutuhan pemakai peprustakaan. Hal ini sehubungan dengan pelayanan yang diberikan kepada pemakai perpustakaan agar informasi yang dibutuhkan siap pakai. Dalam hal pelayanan pendayagunaan koleksi, peran pemakai perpustakaan merupakan aset penting dalam penyelengaraan perpustakaan. Berkembang tidaknya suatu perpustakaan tergantung dari jenislayanan yang diminta pengguna. Tanpa pengguna, informasi yang disajikan suatu perpustakaan menjadi informasi yang basi dan tak berguna.


Berdasarkan uraian jenis pelayanan pemakai yang diberikan suatu perpustakaan, maka kualitas pelayanan menjadi ukuran manfaat tidaknya suatu perpustakaan bagi pemakainya. Definisi mengenai kualitas suatu pelayanan memang tidak dapat diterima secara universal. Menurut Kotler dalam Tjiptono (2001:6), pelayanan (jasa) didefinisikan sebagai setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, layanan perpustakaan tidak berorientasi kepada hasil fisik, meskipun demikian pustakawan tetap diminta untuk kreatif dalam menyajikan kemasan informasi yang diberikan kepada pemakai.

SIMPULAN


Kesimpulan
Jenis Pemustaka memiliki dua kriteria yaitu pertama, kriteria objektif seperti kategori sosio-profesional, bidang spesialisasi, sifat kegiatan yang menyebabkan perlunya informasi, dan alasan menggunakan sistem informasi. Kedua, kriteria sosial dan psikologis seperti sikap dan nilai menyangkut informasi pada umumnya dan hubungannya dengan unit informal pada khususnya; sebab dan alasan yang berkaitan dengan prilaku mencari informasi dan komunikasi, prilaku sosial serta profesional Pemustaka.
Pengguna perpustakaan adalah badan atau individu dalam masyarakat yang akan menggunakan pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan dalam rangka memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Sulistyo membagi jenis pengguna informasi berdasarkan sosio- profesional (pekerjaannya) menjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu:

a. Pemakai yang belum terlibat dalam kehidupan aktif pencarian informasi, seperti siswa atau mahasiswa.
b. Pemakai yang mempunyai pekerjaan tetap dan bidang-bidang spesialis tertentu, seperti pegawai negeri (yang masih dapat dikelompokkan- kelompokkan lagi, seperti teknisi, asisten, administrator, dan lain-lain), professional (dosen, dokter, pengacara), dan industriawan.
c. Pemakai umum, yang memerlukan informasi umum untuk keperluan khusus.
Menurut Hermawan dalam Lasa bahwa secara umum pengguna perpustakaan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
Pengguna Potensial (potential users).
Pengguna Aktual (actual users).
Kualitas pelayanan menjadi ukuran manfaat tidaknya suatu perpustakaan bagi pemakainya. Definisi mengenai kualitas suatu pelayanan memang tidak dapat diterima secara universal. Menurut Kotler dalam Tjiptono (2001:6), pelayanan (jasa) didefinisikan sebagai setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, layanan perpustakaan tidak berorientasi kepada hasil fisik, meskipun demikian pustakawan tetap diminta untuk kreatif dalam menyajikan kemasan informasi yang diberikan kepada pemakai.

Saran


Sebagai generasi milenial yang terbuai oleh canggihnya teknologi kita harus membukakan pintu untuk kedatangan zaman baru. Dalam hal itu, generasi muda harus selektif dan kritis menerima hal-hal baru yang masuk dalam pusaran globalisasi. Internet diciptakan untuk memudah pekerjaan manusia. Menggunakan dengan bijak adalah salah satu cara terbaik dalam menyikapinya. Memilih informasi yang akurat melalui jurnal-jurnal sangat dibenarkan namun dengan catatan perlunya membaca, tidak hanya menyalin informasi yang tersedia. Mengatasi minat baca yang menurun perpustakaan tidak kehabisan akal. Setiap bulan atau tahun perpustakaan akan memberikan reward pada masyarakat yang paling sering mengnjungi perpustakaan. Menciptakn inovasi-inovasi baru yang membuat perpustakaan menarik juga merupakan langkah untuk menarik kembali perhatian pengunjung perpustakaan.

Daftar Pustaka

Bungin, B. (2012). Analisis Data Penelitan Kualitatif. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Creswell, J. (2013). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Darmono. (2001). Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Gramedia Widiasarana.
Kotler, P. (1994). Marketing. Jakarta:Erlangga.
Lasa. (1993). . Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.
Ningsih, R. (2007). Pengelolaan Perpustakaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Nusantari, A. (2012). Strategi Pengembangan Perpustakaan. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Prastowo, A. (2012). Manajemen Sekolah Propesional, Yogjakarta. Diva Press.
Riyanto. (2012). Manajemen perpustakaan sekolah berbasis komputer . Bandung: Fokusmedia.
Rosalin, E. (2008). Pemanfaatan Perpustakaan dan Sumber Informasi. Bandung: Karsa Mandiri Persada.
Soeatminah. (1991). Perpustakaan, Kepustakawanan, dan Pustakawan. Yogyakarta: Kanisius.
Sutarno. (2004) Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Samitra Media Utama.
Suwarno, W. (2009). Psikologi Perpustakaan. Jakarta: Sugeng Seto.
Yusup, MP. (2009) Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kepustakaan. Jakarta: Bumi Aksara.