MURATARA|coganews.co.id-Sidang Istimewa DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yakni Paripurna Peringatan Hari Jadi Kabupaten Musi Rawas Utara ke 8 dengan mengusung tema bersinergi melawan pandemi, bersama berkerja mewujudkan Citra Muratara Berhidayah.

Perayaan Hari Jadi Kabupaten Muratara ke 8 di hadiri langsung Gubernur Sumatera Selatan Bupati Musi Rawas,Hj.Ratnawati Machmud Walikota Lubuk Linggau H.SN Prana Sohe,Bupati Sorolangun Jambi Cek Endra,Bupati Dharmasraya Anggota DPRI H.Fauzi H.Amro,Percha Leanpuri serta yang mewakili Kabupaten Kota yang hadir, dan Bupati Walikota se-Sumatera Selatan yang mengikuti secara Virtual.
Berdasar Nomor 8 tahun 2015 penetapan hari Jadi Kabupaten Musi Rawas Utara berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014 Tentang Penetapan Kabupaten Musi Rawas Utara.
Efriansyah,S Sos Ketua DPRD Muratara menyampaikan dalam pimpinan Sidang Istimewa. “Ucapan Ribuan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Bupati/Walikota dan Tamu undang yang hadir tidak bisa disebutkan satu persatu atas kehadiranya dalam acara istemewa Memperingati Hari Jadi Kabupaten Muratara yang kedelapan”. .Hari ini Selasa (29/06).

Ketua DPRD Juga Mengajak bersama untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.Momentum bahwa, “Jasa-jasa para pendiri yang menjadi kekuatan Muratara, ini sebagai generasi penerus dan atas nama pimpinan dan pemerintahan daerah mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kerja keras dedikasi dan perjuangan atas pendahulu kita yang telah melaksanakan penyelenggaraan yang kita peringati setiap tahunnya. Dalam kesempatan hari ini juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan elemen masyarakat Kabupaten Muratara kita jadikan momentum untuk menumbuh kembangkan rasa persatuan dan kesatuan kebanggaan daerah untuk mendorong pendiri memiliki dan membangun masyarakat secara lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera”.
Efri melanjutkan.Kita yakin dan percaya tantangan kedepan dalam pembangunan daerah untuk mensejahterakan masyarakat tidaklah mudah perkembangan Global era perdagangan bebas kemajuan teknologi dan informasi merupakan peluang juga merupakan tantangan yang harus dihadapi terutama dengan munculnya yang merusak sendi-sendi kesehatan masyarakat akan tetapi juga berdampak besar terhadap aspek ekonomi pendidikan serta menyentuh tatanan sosial dan nilai-nilai budaya dan sosial yang berkembang ditengah-tengah tatanan kehidupan masyarakat.

Perayaan Hari jadi Kabupaten Muratara hari ini, dengan tidak mengurangi makna dan tidak melaksanakan beberapa agenda kegiatan yang telah berjalan yang selama ini kita laksanakan peringatan Kabupaten Muratara dan telah ditetapkannya bupati dan wakil bupati Muratara masa jabatan 2021-2024, kita akan melaksanakan visi dan misi serta program kerja 4 tahun kedepan kita juga akan mengetahui kemajuan yang telah dicapai maupun kendala-kendala yang ditemui kekurangan dan kelemahan. disampaikan oleh ketua DPRD sambil mengahiri sambutanya
H.Inyatullah Wakil Bupati Muratara menyampaikan pidatonya menyampai sambutan Bupati Muratara H.Devi Suhartoni. bahwa Bapak Bupati Muratara sedang mengikuti acara ini secara virtual karena beliau masih dalam Isolasi Mandiri, semoga beliau cepat sembuh.
Akan menjadi sangat istimewa ketika para jajaran eksekutif dan legislatif beserta masyarakat dan seluruh stackholder yang ada mampu melakukan refleksi dan kontemplasi setiap waktu dengan perjuangan keras dengan semangat pengabdian demi mewujudkan cita-cita bersama menjadi kehidupan dan masa depan masyarakat Muratara menjadi lebih baik.

Inayatullah antusias.“Sidang paripurna pada tahun ini diselenggarakan dalam suasana masa pandemi covid 19 dengan prosedur dan ketentuan sesuai protokol kesehatan,marilah kita sama-sama berdoa agar wabah ini segera selesai agar kita bisa beraktivitas kembali melakukan aktivitas pemerintah aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat seperti semula”.
Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak baik pimpinan Dewan maupun Anggota dewan, aparatur Pemerintah, masyarakat, ulama dan cendekiawan serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Muratara yang telah mendorong terbangunnya suasana kondusif di bumi berselang serundingan dengan dalam suasana yang aman tentram damai dan demokratis inilah yang dapat melaksanakan tahapan pembangunan kita dengan sebaik-baiknya, kebersamaan oleh rasa memiliki terhadap Kabupaten Muratara terdapat di dalam dada,dikatanya
Inayah juga mengajak Wujudkan dalam setiap diri pribadi masyarakat Muratara dengan cara menginvestasikan dalam kerja keras kerja ikhlas dan kerja cerdas sesuai dengan potensi dan profesi kita masing-masing walaupun dalam kondisi pandemi covid 19 kondisi yang menyebabkan kelemahan sektor ekonomi pendapatan dan rendahnya pencapaian indikator makro pembangunan inilah yang menjadi alasan kuat sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas Utara menjadi bersama bekerja mewujudkan Citra Muratara berhidayah.dikatakanya
Kualitas Jalan diarahkan pada kawasan potensial ekonomi dalam rangka memperlancar transportasi dan meningkatkan perekonomian daerah peningkatan kualitas dan jangkauan struktur irigasi teknis dalam rangka meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian peningkatan kualitas dan keterjangkauan infrastruktur perdagangan terutama sarana pembelajaran umum khususnya pasar tradisional dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan daerah. Harap Ustadz Inayah
H.Herman Deru Gubernur Sumatera Selatan ekseptasi masyarakat yang luar biasa menjadi Euporia terhadap kabupaten Muratara, harga tanah yang melejit,harga sewa rumah yang melejit inilah Euporia pemekaran jadi ini menjadi tantangan bagi pemimpin Muratara, dengan harapan tokoh pemekaran,saya mengatakan kabupaten Muratara ini tidaklah tertinggal tapi lambat atau lelet tapi saya yakin dengan kepemimpinan Bupatii Devi-Inayah.
Untuk menyosong dan menjawab pertanyaan masyarakat terutama Infrastuktur yang menjadi penghambat ini memang menjadi penghambat sejak tahun 2013 masih berinduk dengan Musi Rawas yang meperioritas ke kabupaten induk.
Mental dan spritual dengan keagaman yang saya lihat kabupaten Muratara sudah memiliki itu,terutama kearipan lokal yang harus di pertahankan yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kita.
Jangan sampai tergerus oleh kemodernan, pertahankan kearipan lokal bahasa, kita harus bangga dengan kabupaten Muratara yang zero konflik,sebab kita sudah menanam jiwa kebersamaan masyarakat
Kita lihat tabel statistik yg tingkat kesejahteraanya masih kalah dengan kabupaten lain,ini bukan Muratara tidak sejahtera akan tetapi tingkat kebutuhan yang mahal. Terutama pembangunan pasar induk kami siap membangun dari dana provinsi
Dengan semangat kita ubah Rentan kendali untuk pelayanan masyarakat yang seharus dengan sistem jemput bola
Potensi, bapeda petakan terlebih dahulu terlebih dahulu pertanian,perkebunan dan perikanan jangan harus mengandalkan minyak dan gas itu keatas dulu baru di iris-iris dahulu baru ke kabupaten.
Jangan sampai kita menyalahkan Covid kita ambil manfaatnya untuk kebutuhan karet kita mencapai 3,5% akibat Malaysia dan Thailand lockdown jadi kita harus manfaatkan dengan kenaikan harga karet .
Masyarakat ini mendengarkan penyampaian dari pemerintah untuk mengajak masyarakat untuk menabung.
Jika perioritas ini banyak sama dengan kita tidak memiliki perioritas, tapi cukup satu perioritas tapi menjadi hasil yang terperioritas, jangan lupakan ketokohan dan peranan wanita.(AJR)








