Simposium Batubara Hasilkan Simponi Masa Depan yang Mem ‘Bara’

Diskusi yang Siap Lahirkan Aksi

Coganews.co.id | Palembang – Hamparan luas menghijau, pegunungan yang menjulang tinggi serta tanah yang kaya akan gas, mineral, emas, titanium bahkan batubara,itulah Ibu Pertiwi yang selalu bersimponi indah dengan nyanyian merdu negeri kaya raya gemah ripah loh jinawi.

Terutama Bumi Sriwijaya yang tak habis-habisnya menjadi pusat perhatian dari masa kerajaan hingga detik ini bahkan salah satu proyek terbesar republik ini yang diresmikan oleh Presiden Jokowi yakni Proyek Batu Bara Jadi DME (Dimethyl Ether)
di Muara Enim pada Senin (24/1/2022), menjadi penguat bahwa Bumi Sriwijaya tetaplah perkasa dan lumbung energi nasional.

Berangkat dari hal tersebut, DPD Pemuda Muhammadiyah Palembang yang dimotori oleh Yadi Pebri selaku Ketua Pelaksana bersama Heriyanto MSi selaku Ketua dan Zainul Arifin MH selaku Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Palembang mengendakan Simposium aktual dengan garis besar menyoal Potret Pengelolaan Tambang Batubara di Bumi Sriwijaya.

Dihadiri oleh Keynote Speech Bunda Arniza Nilawati, SE, MM anggota DPD RI/MPR RI, juga putri terbaik Sumatera Selatan yang merupakan asal dari Muara Enim daerah pertambangan batubara terbesar di Sumsel bahkan Indonesia.

Tampak juga narasumber berkompeten yaitu, Febrian Putra Sopah
(WALHI Sumsel), Yusnita SH selaku Kepala Seksi Penegakan Hukum DLHP Sumsel, Abdul Thoyib ST., M.Si, Kabid Pertambangan ESDM Sumsel dan pihak Subdit 4 Dit Reskrimsus Polda Sumsel.

Tamu undangan lainnya turut hadir: Akbar Alfaro Anggota DPRD Kota Palembang, BADKO HMI Sumbagsel, RMPN, BEM se-Kota Palembang dan komunitas kepemudaan lainnya.

READ  Pemdes Desa Sumber Sari sambut kedatangan Mahasiswa KKN dari IAIN Curup.

Simposium ini berjalan interaktif diikuti antuasias untuk seluruh Mahasiswa, pemuda dan kalangan intelektual serta masyarakat seluruhnya di Bumi Sriwijaya dengan fokus pembahasan nya: dampak lingkungan, sosial,dan ekonomi.

Bunda Arniza Nilawati SE MM mengapresiasi simposium yang relevan dengan jati dirinya Sumsel saat ini selain Sumsel Mandiri Pangan juga Sumsel Lumbung Energi, namun tidak bisa dipungkiri masyarakat lebih banyak merasakan dampak negatif, seperti pencemaran udara dan sungai, akses jalan yang rusak parah karena truk besar pengangkut, penundaan akses rel kereta api, kerusakan ekosistem alam dan CSR yang acap kali tidak sampai ke akar rumput masyarakat.

Melalui kegiatan ini, ia mengajak putra-putri daerah Sumsel memiliki catatan penting yang nantinya bisa disampaikan ke pusat sehingga konkret bisa ditindaklanjuti oleh Kementerian ESDM, BUMN,BPKM dan semua instansi yang terkait.

Sementara itu Yusnita SH selaku Kepala Seksi Penegakan Hukum DLHP Sumsel sepakat bersama Febrian Putra Sopah
(WALHI Sumsel) secara garis besar menganalisis mengenai dampak lingkungan yang biasa disebut AMDAL dari pertambangan di Sumsel seperti di daerah Lahat, Muara Enim dan Muratara harus memahami dengan fokus pembahasan Perundang-undangan Nasional diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

READ  Brace Your Self, Winter Is Coming! Pemuda Penggerak Sumsel Mandiri Pangan 'Sediakan Payung Sebelum Hujan'

Sedangkan Abdul Thoyib ST., M.Si, Kabid Pertambangan ESDM menguliti tentang maraknya pertambangan yang dikelola masyarakat secara ilegal sehingga banyak memunculkan eksploitasi secara besar-besaran.

Lalu Subdit 4 Dit Reskrimsus Polda Sumsel akan siap menindaklanjuti secara tegas setiap praktek PETI (Pertambangan Tanpa Izin) sesuai perundangan kasus pidana demi terimplementasi nya amanat UU ayat (3) Pasal 33 UUD 1945, bahwa: “ Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Simposium mengenai potret pertambangan batubara di Provinsi Sumatera Selatan ini benar-benar akan menjadi semangat yang mem-bara untuk menggerakkan awarenes masyarakat tentang energi baru dan terbarukan yang kesemuanya berasal energi besar seperti batubara yang ada disini, Bumi Sriwijaya. Terutama modal besar dalam menyongsong era digitalisasi yang serba otomatisasi dan elektrik dalam momentum 77 tahun Indonesia untuk Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat sekaligus sebagai tuan rumah pertemuan bertabur bintang di panggung G20 mendatang di Pulau Dewata Bali.

Batubara selalu membara dan bergelora!

(Danaz)

Berita Lainnya