COGANEWS.CO.ID |MURATARA – Polres Muratara, gelar pengajian akbar dan doa bersama calon Kepala Desa pada Pilkades serentak 22 September mendatang di wilayah Kabupaten Muratara.
Pelaksanaan ngaji Kebangsaan ini pada hari Jumat (16/9)sekitar pukul 10.00 WIB di Halaman Polres Muratara.
Kapolres Muratara AKBP Ferly Rosa Putra menuturkan dengan sengaja menggelar pengajian akbar di halaman mapolres Muratara agar membangun suasana kebersamaan.
“Kalau biasanya pengajian dilaksanakan di masjid dan di desa desa, tapi kali ini cukup berbeda kita sengaja melaksanakan di Polres Muratara bersama seluruh calon kepala desa yang akan mengikuti pelaksanaan Pilkades serentak,” katanya.

Pihaknya berharap dengan menggelar doa bersama, seluruh wilayah Kabupaten mendapat barokah, terlebih lagi agar lebih aman kondusif dalam pelaksanaan Pilkades serentak, 50 desa dI Muratara.
“Sesuai dengan pesan Bupati, Pelaksanaan Pilkades di Muratara harus teraksana dengan damai dan gembira. Semoga apa yang kita laksanakan ini, bisa mebawa manfaat untuk semua dan kita sepakat menggelar Pilkades dengan aman dan damai,” tegasnya.
Sementara itu, wakil Bupupati Muratara H Inayatullah yang mewakili Bupati H Devi Suhartoni, menegungkapkan pengajian akbar kali ini merupakan pengajian yang diluar kebiasaan.
Karena biasanya masyarakat datang ke Polres untuk mengurus Permasalahan hukum dan lainnya, namun kali ini masyarakat datang dari 82 desa 7 kelurahan di Muratara, untuk mendapat pencerahan melalui pengajian akbar.
“Di Muratara kami akan membangun manusia dengan nilai nilai agama, dan kegiatan seperti ini, akan kita galakan terus ke depan. Kita harpkan, di usia Muratara yang ke 9 tahun ini, masyarakat terus kompak membangun Muratara dengan tenang, damai,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa dukungan masyarakat akan sangat sulit membangun Muratara, tapi dengan doa dan restu bersama, “Pembangunan di Muratara baik segi agama dan fisik sudah jauh berbeda,” bebernya.
Sementara itu, Gus Muwafiq pendakwah yang ikut mengisi tablig akbar menuturkan, masyarakat jangan melupakan identitas bangsa. Menurutnya, saat ini banyak penyakit latah, sehingga masyarakat lebih mengidolakan bangsa lain.
“Manusia seluas apapun tetap punya identitas bangsa dan negara, kita jangan lupa. Jangan sampai mengidolakan bangsa lain ketimbang bangsa sendiri,” timpalnya.
Dia meminta, seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan bangsa, jangan sampai membawa cara di negara lain untuk menyelesaikan masalah di bangsa sendiri.

“Karena situasi mereka berbeda, islam yang datang ke indonesia dibawa orang orang beradab. Indonesia sudah mapan dan negara serba ada, bangsa lain belajar ke negara, katena kita ini bangsa yang besar,” tegasnya.
Dalam menghadapi situasi politik, Pilpres, Pilkada, Pileg, maupun Pilkades dia mengingatkan masyarakat, itu hanya sebuah metode untuk memilih pemimpin. “Perbedaan pendapat dan pilihan itu boleh, karena kita tetap menjaga kebersaman. Jangan sampai beda pilihan, muncul retorika perang badar,” tutupnya.(AJR)







