Coganews.co.id I Tangsel. “Bagi orang yang merasakan manis atau lezatnya beriman, dia melakukan ibadah merasakan sebuah kebutuhan, bukan suatu keterpaksaan atau berat dirasakan” kata ustadz dalam ceramah Subuh di masjid Al Ikhlas Kedaung Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu 20/09/2026.
Di hadapan para jemah dia menjelaskan, bagi yang sudah merasakan lezatnya beriman, ketika menjelang adzan dikumandangkan, dia sudah bersiap-siap sholat. Tapi bagi yang belum merasa lezatnya beriman, begitu adzan dikumandang atau iqomah dilakukan oleh Bilal, masih saja dia sibuk dengan urusan duniawi”, katanya memberikan perbandingan.
“Diantara tanda-tanda orang-yang masuk dalam kategori merasakan lezat beriman ini, adalah dia mencintai Allah dan Rasul melebihi dari cinta duniawi”, lanjutnya.
“Begitu pula dalam pergaulan, dia mencari dan berteman dengan orang-orang Sholeh, bukan orang fasik. Untuk terjaga dari selalu berbuat kebajikan serta menghindarkan perbuatan yang mungkar”, katanya.
“Ketika waktu datang sholat, saling mengingatkan dan saling ajak berjama’ah, melakukan shalat bersama-sama, terjaga terus kesholehannya”, imbuhnya nya.
“Tingkat beribadah orang-orang ini, dia menunggu waktu sholat. Begitu datang waktu, adzan bergemuruh mengucapkan Alhamdulillah. Bukan sebaliknya, mengatakan sudah datang lagi waktu sholat, ini dirasakan memberatkan”, tegasnya detail.
“Bagi yang merasakan lezatnya beriman, dia menunggu waktu sholat. Bukan waktu sholat menunggunya. Kadang-kadang sampai waktu sholat habis, dia tidak sholat, terlewatkan. Ini yang belum merasa lezatnya beriman “, kata ustadz muda ini.
Acara pengajian Subuh di masjid Al-Ikhlas yang dipimpin H. Sariman Wiryadi ini menjadi kegiatan rutin diadakan setiap dua Minggu sekali (dua bulan sekali), telah berjalan lama dengan menampilkan penceramah secara bergantian dan dengan Thema beragam untuk memperkayakan keilmuan para jama’ah masjid Ini.
Setelah pengajian berakhir, para jama’ah disajikan dengan sarapan bersama. Menunya terkadang nasi uduk dan kelengkapannya, atau lontong sayur dan kelengkapannya. “Pokonya makan berat, terasa cukup mengenyangkan”, kata salah seorang jema’ah dengan sumringah.
Bagian
“Kita cepat respons teman yang mau bersedekah makan dan minum untuk jama’ah pengajian”, kata Ketua DKM, H. Sarisman suatu ketika.
Kaum ibu jama’ah masjid Ini berperan aktif dalam ketersediaan konsumsi pagi para jama’ah pengajian Subuh setiap acara.
(H. Azkar Badri)








