Palembang|Coganews.co.id-Mohon maaf sebelumnya, sesungguhnya saya sudah tidak berminat lagi membahas ttg fatamorgana bantuan 2 T dari keluarga Akidi Tio, karena ternyata menimbulkan berbagai spekulasi dan asumsi yg bisa saja menjurus pada prasangka negatif diantara warga masyarakat.
Namun apa boleh buat perkembangan situasi dan kondisi pasca terkuaknya fakta2 tentang piblikasi “bantuan kemanusiaan yg spektakuler” tersebut ternyata menimbulkan effek yg juga luarbiasa.
Belum reda rangkaian pemberitaan ttg polemik dana 2 T serta diperiksanya Heriyanti putri almarhum Akidi Tio oleh pihak Polda Sumsel, kemudian disaat yg bersamaan pihak Mabes Polri pun turun ke Polda Sumsel utk meminta klarifikasi dari Kapolda. Bpk Prof Eko Indra Heri terkait bantuan 2 T yg belum jelas keberadaannya.
Bagaikan bola liar, isupun menggelinding kemana2, ditangkap dan ditendang oleh berbagai kalangan baik yg melihat dlm persepsi berempati namun ada juga melihatnya dari sisi yg kritis.
Maka ditengah2 kebingungan dan rasa penasaran, muncul kejutan baru yg tak kalah spektakuler, secara beruntun berbagai pemimpin, tokoh dan kalangan warga masyarakat Sumsel seakan bersepakat untuk menunjukkan jatidiri warga Sumsel yg memang dikenal sebagai masyarakat yg memiliki jiwa solidaritas dan kegotongroyongan.
Semangat tersebut ditunjukkan dgn cara menghimpun dana peduli penanggulangan dampak covid 19 baik berupa finansial maupun material.
Sebut saja bantuan beras 2.000 ton dari gubernur melalui ormas Projo, kemudian bantuan sebuah paguyuban warga keturunan tionghoa di Palembang melalui Kapolda senilai 2 M, ada juga bantuan beras dari salah satu tokoh politik Eddy Santana Putra, tak ketinggalan upaya menghimpun dana peduli oleh sebuah komunitas medsos Palembang Brother serta ormas GENCAR Indonesia (ormas ini sudah melakukan gerakan peduli sejak 1 tahun yll dengan tajuk Rezeki Dalu), dan mungkin masih banyak kelompok masyarakat yg peduli dgn situasi sulit saat ini juga melakukan gerakan peduli kemanusiaan.
Inilah yg saya maksud dgn “Akidi Effek”,
Terlepas dari rumor yg berkembang terhadap fakta bantuan 2 T dari keluarga Akidi Tio, namun ternyata effeknya mampu untuk memggugah kesadaran baru, yakni kesadaran untuk berbagi kepada masyarakat terutama utk warga yg paling terdampak.pandemi covid 19.
Saya pikir ini adalah starting point untuk bagaimana kita menyikapi suatu permasalahan dlm perspektif solusif dan berbaik sangka.
Dibalik permasalahan dana 2 T, ada hikmah yg kita petik, yakni sebuah kesadaran bersama yg menumbuhkan semangat kesetiakawanan sosial dan kepekaan terhadap kondisi lingkungan ,
Mungkin tidak ada salahnya kita dgn bijak mengucapkan terima kasih kepada ibu Heriyanto, karena ternyata isu bantuan dana 2 T mampu menggerakkan nurani para dermawan di Provinsi yg kita cintai ini.
Tinggal kita menunggu, berapa lama Akidi Effek ini mampu menggaung dan menggema, mengetuk pintu nurani para pemimpin, tokoh, pengusaha, hingga warga yg peduli covid 19, hingga ancaman covid 19 benar2 sirna dari bumi Indonesia.
Semoga !
Salam takzim
DPW PEKAT Indonesia Bersatu Sumsel
Ketua,
Suparman Romans








