Kuy Tuntaskan Peran Pemuda Sebagai ‘Batubara Energi’ Pembangunan di Era Digital
Coganews.co.id | Palembang – Presiden yang merupakan orang nomer satu di sebuah negara dengan tampuk pucuk pimpinan Pemerintahan sekaligus Panglima tertinggi yang menjadi kunci dalam setiap arah kebijakan bangsa sesuai amanat konstitusi yang berlaku.
Hari ini, Senin (24/01/2022) Presiden Ir.H.Joko Widodo dengan seragam khas balutan baju putihnya mengunjungi Provinsi Sumatera Selatan tepatnya di Bumi Serasan Sekundang dan Bumi Besemah (Bersih, Sejuk dan Ramah). Kedatangan Presiden disambut langsung oleh orang nomer satu di Provinsi Sumatera Selatan H.Herman Deru. Tampak mendampingi Presiden yakni Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir dan Bahlil Lahadalia Menteri Investasi Indonesia atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Kunjungan Presiden yang kesekian kalinya ini tentu mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan akademisi, praktisi dan tentu dari kalangan kaum intelektual. Apa sebenarnya esensi tujuan dari kunjungan kerja Presiden hari ini?

Terlepas dari perspektif politik apapun, kedatangan Presiden kesini (Sumsel) membawa banyak pesan serta kesimpulan, kita mengkaji bahwa sangat strategis jika pemerataan pembangunan jangan hanya terfokus di Jawa sentris. Sumatera Selatan dengan sejuta pesona alam, kekayaan gas, energi, minerba dan batubara nya harus mampu menjadi energi bagi Indonesia.
Pemerintah paling bertanggungjawab dalam mengejawantahkan amanat konstitusi Pasal 33 ayat 3 ini bahwa, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Nah, saat ini bagaimana realisasinya, silahkan kita perhatikan dengan objektif tentunya.
Namun, disamping itu perlu diingat jangan sampai antuasiasme masyarakat melihat langsung sosok orang nomer satu di negeri ini sampai berlebihan-lebihan, berdesak-desakan, berkerumun, akhirnya ada hal-hal yang tidak diharapkan apalagi masih dalam suasana pandemi dengan varian barunya ini.
Menjelang 2024 ini memang sangatlah sensitif, kita disuguhkan oleh berbagai akrobatik aksi para tokoh-tokoh Politik maupun Public Figure.
Namun, selaku insan intelektual kita melihat makna atau pesan konkretnya dari apa yang ia lakukan, terutama dari deretan jejak digital dan cara komunikasi publiknya. Apakah sekedar gimmick, pencitraan, settingan atau memang murni bisa berdampak ke rakyat.”
Kedatangan Presiden Jokowi hari ini yang sudah melakukan ground breaking hilirisasi batubara di Muara Enim selanjutnya meninjau energi hijau nol emisi di Pagar Alam.
Semuanya penting, namun yang tak kalah pentingnya ialah bagaimana Pemerintah agar bisa menjadikan talenta-talenta muda hari ini bisa menjadi ‘Batu Bara’ nya energi zaman, terutama era digitalisasi yang serba terbuka, mendorong penuh para pemuda untuk bisa menjadi ‘batu bara pilihan’ selaku bahan bakar utama pembangunan meskipun dengan ide-idenya yang panas mengkritisi.
(Danaz)













